Saham PTBA Sudah Pulih, Indeks Syariah Malah Loyo

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 28 September 2017 16:41
Saham PTBA Sudah Pulih, Indeks Syariah Malah Loyo
Sektor industri, manufaktur, dan barang konsumsi terkoreksi tajam.

Dream – Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 28 September 2017. Meski sebagian saham penggerak indeks syariah mulai bergerak menguat, namun itu tak cukup kuat mengerek indeks syariah ke jalur hijau.

Tekanan jual juga kembali muncul dari aksi jual pemodal asing. Indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang kemarin juga tak berhasil mempertahankan laju penguatannya.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 0,381 poin (0,21%) ke level 182,790. Indeks ISSI memulai perdagnagan dengan menguat ke level 183,207 dan sempat menyentuh level tertingginya di 183,729.

Indeks bluechip syariah, JII kembali ke zona merah dengan turun 3,764 poin (0,51%) ke level 728,322. Sebanyak 20 emiten unggulan syariah menutup perdagangan di zona merah dan hanya 8 saham ditutup menguat. 

Hingga sesi paska penutupan, transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,16 triliun dengan 56,61 juta lembar efek berpindah tangan. Pemodal asing yang dua hari terakhir melakukan nett buy kembali melepas portofolionya. Asing mencatat aksi jual bersih senilai Rp221 miliar.

Usai terjun bebas, sektor pertambangan hari justru berbalik menguat. Disokong laju PTBA dan UNTR, indeks emiten tambang ini melejit 2,29 persen. Sektor lain yang indeksnya bergerak menguat adalah perdagangan yang naik 0,75 persen dan infrastruktur 0,05 persen.

Investor justru melepas sahamnya di sektor industri aneka yang terkoreksi 1,19 persen, diikuti dengan barang konsumsi 0,95,m dan manufaktur 0,88 persen. Industri dasar juga terkoreksi 0,42 persen.

Emiten-emiten keping biru pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp975, PTBA Rp775, SMGR Rp325, ADRO Rp95, dan CTRA Rp35.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR Rp800, LPPF Rp225, TPIA Rp225, INDF Rp150, dan AKRA Rp125.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 101 poin (0,75%) ke level Rp13.546 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan, kurs rupiah terhadap dolar AS melemah Rp13.469 per dolar AS dan sempat bertengger di level tertinggi di Rp13.420 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar