Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks ISSI Dan JII Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Kamis 28 September 2017.
Dream – Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 28 September 2017. Meski sebagian saham penggerak indeks syariah mulai bergerak menguat, namun itu tak cukup kuat mengerek indeks syariah ke jalur hijau.
Tekanan jual juga kembali muncul dari aksi jual pemodal asing. Indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang kemarin juga tak berhasil mempertahankan laju penguatannya.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 0,381 poin (0,21%) ke level 182,790. Indeks ISSI memulai perdagnagan dengan menguat ke level 183,207 dan sempat menyentuh level tertingginya di 183,729.
Indeks bluechip syariah, JII kembali ke zona merah dengan turun 3,764 poin (0,51%) ke level 728,322. Sebanyak 20 emiten unggulan syariah menutup perdagangan di zona merah dan hanya 8 saham ditutup menguat.
Hingga sesi paska penutupan, transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,16 triliun dengan 56,61 juta lembar efek berpindah tangan. Pemodal asing yang dua hari terakhir melakukan nett buy kembali melepas portofolionya. Asing mencatat aksi jual bersih senilai Rp221 miliar.
Usai terjun bebas, sektor pertambangan hari justru berbalik menguat. Disokong laju PTBA dan UNTR, indeks emiten tambang ini melejit 2,29 persen. Sektor lain yang indeksnya bergerak menguat adalah perdagangan yang naik 0,75 persen dan infrastruktur 0,05 persen.
Investor justru melepas sahamnya di sektor industri aneka yang terkoreksi 1,19 persen, diikuti dengan barang konsumsi 0,95,m dan manufaktur 0,88 persen. Industri dasar juga terkoreksi 0,42 persen.
Emiten-emiten keping biru pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp975, PTBA Rp775, SMGR Rp325, ADRO Rp95, dan CTRA Rp35.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR Rp800, LPPF Rp225, TPIA Rp225, INDF Rp150, dan AKRA Rp125.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 101 poin (0,75%) ke level Rp13.546 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan, kurs rupiah terhadap dolar AS melemah Rp13.469 per dolar AS dan sempat bertengger di level tertinggi di Rp13.420 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya