Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Bagaimana Kondisi Indeks Syariah Hari?
Dream - Dua indeks acuan saham syariah mengakhiri perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 27 September 2017 di jalur yang berbeda. Jakarta Islamic Index (JII) yang dimotori saham Unilver akhirnya bisa menutup perdagangan di zona hijau.
Sebaliknya, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang berisi lebih banyak emiten, gagal menembus zona merah karena tekanan saham pertambangan.
Dikutip dari papan perdagangan Kiwoom, ISSI melemah 0,214 poin (0,12%) ke level 183,171. Indeks ISSI sedikit membuka harapan saat dibuka menguat di level 183,565. ISSI bahkan sempat bergerak ke posisi tertinggi di 183,640.
Namun tekanan yang cukup kuat dari koreksi saham pertambangan kembali menyeret ISSI ke zona negatif.
Hal berbeda dialami Indeks keping biru syariah, JII yang berhasil menguat 0,255 poin (0,03%) ke level 732,086. Indeks JII terangkat detik-detik terakhir setelah terseret ke zona merah pasca pembukaan perdagangan. Sekadar informasi, indeks JII menguat di level 733,187 saat perdagangan dibuka.
Transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini mengalami sedikit kenaikan baik secara volume maupun nilai. Dari 47,81 juta saham yang beralih tangan, transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,56 triliun.
Indeks barang konsumsi rebound setelah kemarin melemah. Sektor ini menguat 1,25 persen. Indeks sektoral yang menghijau lainnya adalah indeks industri aneka yang naik 0,20 persen dan manufaktur 0,69 persen.
Sektor pertambangan menjadi pemberat laju pasar modal Indonesia usai rontok 2,21 persen. Pelemahan ini diikuti sektor industri dasar yang melemah 0,58 persen dan pertanian 0,42 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp650, AKRA Rp150, TPIA Rp125, KLBF Rp60, dan ASII Rp25.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah PTBA yang harga sahamnya turun Rp675, UNTR Rp575, LPPF Rp325, SMGR Rp275, dan PTPP Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp13.389 per dolar AS. Kursnya turun 15 poin atau 0,11 persen.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya