Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah), Dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (kanan), Di Kawasan TOD Pondok Cina, Depok. (Foto: Merdeka.com)
Dream –Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI meresmikan pembangunan rumah susun (rusun) berkonsep Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan berbasis transportasi massal di Stasiun Pondok Cina, Depok. Hunian vertikal ini dilepas di bawah harga Rp300 juta.
“Proyek TOD Depok merupakan proyek TOD ke dua setelah TOD Tanjung Barat. TOD hunian ini terintegrasi di atas Stasiun Pondok Cina. Ibaratnya buka pintu rumah langsung stasiun,” kata Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Tribowo, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 3 Oktober 2017.
Di TOD Depok dibangun empat tower rusun setinggi 44 lantai. Kawasan ini memiliki 3.693 unit hunian dengan lahan seluas 27.706 meter persegi.
Harga yang dipatok adalah Rp7 juta per meter persegi dengan dua tipe, yaitu 32 meter persegi dan 40 meter persegi. Satu hunian vertikal ini dijual dengan harga Rp220 juta-Rp280 juta.
Bambang mengatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapat porsi sekitar 30 persen dari total hunian yang ada, sesuai arahan Menteri BUMN.
“Pembangunan akan kami selesaikan tahap pertama dua tower dalam 20 bulan, kemudian enam bulan diselesaikan tower ke tiga dan ke empat,” kata dia.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembangunan rusun ini merupakan dukungan kepada program pemerintah dalam menciptakan satu juta rumah untuk rakyat.
“Ini nanti akan kami kembangkan sejalan dengan pengaturan transportasi Jabodetabek sehingga semuanya nanti terintegrasi antara hunian dan transportasi,” kata Basuki.
Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, kerja sama pembangunan rusun ini dilakukan di atas lahan KAI. Pembangunan ini memperhatikan pola kerja sama jangka panjang sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER 13/MBU/09/2014 tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Pembangunan rusun ini akan menjawab kebutuhan hunian bagi masyarakat yang bermukim di wilayah stasiun tersebut,” kata Edi.
© Dream
Kawasan TOD ini juga tak hanya dibangun di Stasiun Pondok Cina, tetapi juga di kawasan Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang, Jawa Barat. Hunian ini dibangun oleh KAI dan anak usaha PT Waskita Karya Tbk (Persero), PT Waskita Karya Realty.
Sebanyak 20-30 persen kawasan hunian ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Nilai investasi untuk membangun kawasan ini sebesar Rp1,5 triliun dan kawasan TOD ini memiliki lahan 98.910 meter persegi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari