Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Penampakan Kereta Bandara.
Dream – Jika tak ada aral melintang, tahun ini kereta Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat dari Manggarai akan beroperasi. Rangkaian kereta yang akan mengangkut penumpang sudah tiba di Stasiun Manggarai.
“Baru datang satu rangkaian,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI, Edi Sukmoro, di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017.
VP Public Relation KAI, Agus Komarudin, menjelaskan satu rangkaian kereta api ini terdiri dari enam gerbong. Berkapasitas tempat duduk 272 kursi per rangkaian, kereta ini akan menggunakan tenaga listrik.
Kereta bandara ini merupakan kereta buatan perusahaan manufaktur kereta api asal Swedia, Bombardier, dan dirakit di Indonesia oleh PT INKA. Rencananya, akan ada 10 rangkaian kereta bandara, namun yang jadi baru dua rangkaian.
“Satu trainset ini rencananya datang minggu depan,” kata Agus.
Tampilan luar kepala kereta ini didominasi oleh warna putih, sedangkan interiornya warna abu-abu. Satu rangkaian kereta ini terdiri dari 6 gerbong yang memiliki 272 tempat duduk. Terdapat logo Railink sebagai operator KA bandara di dalam rangkaian kereta.

Kursi penumpangnya dibuat empuk sehingga penumpang merasa nyaman untuk duduk. Di atas kursi penumpang, dibuat semacam rak untuk menyimpan barang penumpang.

Kereta ini pun juga dilengkapi dengan fasilitas toilet dan urinoir. Toilet umum ini bisa digunakan oleh penumpang pria dan wanita. Di dalamnya ada toilet duduk, wastafel, dan cermin.


Untuk penumpang yang membawa buah hati, KAI juga menyediakan satu fasilitas tambahan berupa tempat mengganti popok.

Kereta bandara ini akan memiliki rute Stasiun Manggarai-Sudirman Baru-Duri-Batu Ceper-Bandara Soekarno Hatta. Waktu tempuhnya hanya 54 menit.

Edi menargetkan kereta ini akan beroperasi tahun ini, setidaknya bulan November 2017 mundur dari rencana awal Agustus 2017.
“Ya doain sajalah. Karena kemarin itu sebenarnya, (rencana pengoperasian) meleset karena tanah. Ada masyarakat yang bersedia dikasih uang, terus nggak mau (melepas tanahnya). Jadi, persuasiflah,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa