Di Inggris, Sekolah Izinkan Cadar Bakal Diberi Cap Buruk

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 30 Januari 2016 15:02
Di Inggris, Sekolah Izinkan Cadar Bakal Diberi Cap Buruk
Keputusan ini pun disambut protes tak hanya dari warga muslim tapi publik Inggris.

Dream - Kaum muslimah yang mengenakan cadar di Inggris harus berjuang keras. Keputusan larangan muslimah mengenakan cadar di dalam kelas di Negeri Ratu Elizabeth ini mendapat dukungan dari direktur Kantor Badan Pengawas Standar Pendidikan Inggris atau Ofsted, Sir Michael Wilshaw.

Menurut Sir Michael, pemakaian cadar dianggap mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di dalam lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu saja, kepada seluruh pengawas sekolah di Inggris, Sir Michael meminta mereka memberikan penilaian 'buruk' terhadap sekolah yang mengizinkan cadar.

Keputusan tersebut langsung menuai kecaman keras dari serikat guru di Inggris. Kecaman juga datang dari Dewan Muslim Inggris yang mengatakan keputusan tersebut adalah serangan terhadap guru minoritas.

Namun Sir Michael bersikeras langkah tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada diskriminasi yang terjadi di sekolah-sekolah Inggris.

Surat keputusan Sir Michael dibuat seminggu setelah Perdana Menteri David Cameron menyerukan dukungan terhadap hak sekolah - dan badan publik lainnya - yang meminta orang-orang untuk memperlihatkan wajah mereka di mana diperlukan.

" Saya khawatir bahwa beberapa kepala guru dan kepala sekolah yang mencoba untuk membatasi pemakaian cadar mendapat tekanan dari orang lain yang meminta kebijakan itu dilonggarkan. Saya ingin meyakinkan para kepala ini bahwa mereka mendapat dukungan penuh dari saya," kata Sir Michael.

Dia pun mengaku telah meminta para pengawas di bawah pimpinannya untuk tidak ragu-ragu memberikan penilaian buruk terhadap sekolah yang mengizinkan guru dan murid perempuan mengenakan cadar.

Menurut Sir Michael, pemakaian cadar jelas-jelas menghambat komunikasi dan kegiatan belajar mengajar yang efektif.

" Saya bertekad untuk memastikan bahwa diskriminasi, termasuk dengan alasan gender, tidak memiliki tempat dalam ruang kelas kami. Kami ingin sekolah kami, apakah sekolah-sekolah agama atau sekolah non-agama, mempersiapkan siswa mereka untuk sama-sama hidup di abad ke-21 Inggris," ujar Sir Michael, yang menambahkan Inggris harus yakin tentang pendidikan dan masa depan anak-anak tidak diganggu oleh berbagai hal.

Keputusan Sir Michael mendapat kritik dari berbagai pihak. Ameena Blake, wakil presiden Dewan Muslim Inggris, yang juga seorang guru, mengatakan tidak mungkin bagi seorang pengawas bisa menilai apakah seorang guru buruk atau tidak hanya karena cadarnya atau karena tidak cakap.

" Saya pikir kata-kata Sir Michael sangat, sangat ambigu. Jika Anda punya guru yang buruk dengan cadar, bagaimana Anda tahu guru tersebut buruk hanya karena cadarnya?," kata Ameena.

Kritik juga datang dari National Union of Teachers (NUT). Menurut mereka, keputusan Sir Michael mengancam sekolah dan berisiko membuat hubungan murid dan pengajar menjadi renggang.

" Komunikasi antara murid dan pengajar sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif. Namun Sir Michael Wilshaw sekali lagi telah memilih untuk mengeluarkan produk hukum yang mengancam sekolah melalui penggunaan 'penilaian buruk' oleh Ofsted," kata Kevin Courtney, wakil sekretaris umum NUT.

Beri Komentar