DKI Izinkan Sekolah Tatap Muka

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 25 Agustus 2021 18:00
DKI Izinkan Sekolah Tatap Muka
PTM boleh dilakukan dengan syarat guru dan siswa usia 12 tahun ke atas sudah divaksin.

Dream - DKI Jakarta saat ini ditetapkan dalam level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah Pusat. Sejumlah pelonggaran boleh diterapkan di wilayah Jakarta selama masa perpanjangan PPKM pada 24 hingga 30 Agustus 2021.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerbitkan Keputusan Nomor 1206 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Viruse Disease 2019. Keputusan tersebut memuat sejumlah pelonggaran, salah satunya dibolehkannya sekolah menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

Dalam keputusan tersebut, pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka terbatas dan/atau jarak jauh. Pelaksanaannya merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

" Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen," demikian bunyi keputusan tersebut.

Tetapi, PTM terbatas dilaksanakan dengan syarat sudah mendapat vaksinasi. Baik para guru maupun peserta didik usia 12 tahun ke atas.

1 dari 5 halaman

Untuk Pendidikan Luar Biasa dan PAUD

Berlaku pengecualian untuk institusi pendidikan luar biasa. Lewat keputusan tersebut, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB, dibolehkan menggelar PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 62-100 persen. Setiap peserta didik diharuskan diatur dalam jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima orang dalam satu ruangan.

Demikian halnya untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada PAUD, PTM terbatas dapat dijalankan dengan kapasitas maksimal 33 persen.

" Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan lima peserta didik per kelas," lanjut pengumuman tersebut.

2 dari 5 halaman

63% Sekolah di Daerah PPKM Level 1-3 Bisa Belajar Tatap Muka Terbatas

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim melaporkan pengelola sekolah di kawasan berstatus PPKM 1-3 bisa menggelar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Jumlah sekolah yang bisa menggelar belajar ini diperkirakan akan terus bertambah.

" PPKM Level 1, 2, 3 boleh PTM terbatas, sekitar 63 persen sekolah kita ada di PPKM level 1, 2, 3," ujar Nadiem saat rapat kerja dengan Komisi X DPR, disiarkan kanal DPR RI.

Keyakinan Nadiem bahwa persentase sekolah yang menggelar PTM Terbatas akan bertambah karena semakin banyak daerah yang status wilayahnya telah turun level PPKM dari 4 ke 3, maupun di bawahnya.

" Terutama di Jawa-Bali," kata dia.

Diakui Nadiem mengungkapkan banyak pihak yang terkejut dengan persentase jumlah sekolah yang diizinkan kembali menggelar PTM. Dia pun meminta dukungan Komisi X DPR untuk turut menyosialisasikan kebijakan pembukaan PTM terbatas.

" Mohon dukungan Komisi X untuk menyuarakan ini lagi dan lagi kepada pemda, kepada tokoh masyarakat di dapil agar 63 persen sekolah segera laksanakan PTM terbatas," kata dia.

3 dari 5 halaman

Kriteria PTM Terbatas Hanya PPKM Level 1, 2, dan 3

Selanjutnya, Nadiem menegaskan bahwa vaksinasi kepada pelajar bukanlah syarat bagi sekolah untuk menggelar PTM terbatas. Syarat pengelola sekolah bisa menggelar proses belajar tatap muka tetap merujuk pada kriteria level PPKM yang ditetapkan pada suatu daerah.

" Vaksinasi bukan kriteria untuk pembukaan sekolah, kondisi untuk membuka sekolah dia ada di PPKM level 1, 2, 3, itu saja," terang Nadiem.

Meski demikian, Nadiem menegaskan vaksinasi Covid-19 untuk guru bersifat wajib. Sebelum menggelar PTM, guru di suatu sekolah diharuskan untuk vaksinasi terlebih dulu.

" Kalau guru sudah vaksin, dia wajib memberi opsi tatap muka," kata Nadiem.

4 dari 5 halaman

Jokowi Perbolehkan Pelajar yang Sudah Lengkap Vaksin Covid-19 Belajar Tatap Muka

Dream – Presiden Joko Widodo kembali terjun ke lapangan untuk memantau pelaksanaan program vaksinasi nasional. Jokowi hari ini Kamis (19 Agustus 2021) mendatangi lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur 

Usai berkeliling mengecek pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para pelajar tersebut, Jokowi dalam agenda pertamanya di Madiun itu sempat menggelar konferensi video dengan peserta vaksinasi untuk pelajar yang juga diselenggarakan di provinsi lain.  

Beberapa peserta vaksinasi yang mengikuti konferensi video adalah SMA 1 Medan di Sumatera Utara, Ponpes Madrasah Arafah di Gowa, SUlawesi Selatan, SMA 1 Batanganai Sumatera Barat. Di SMPN 11 Depok, Jawa Barat, Ponpes Pandanarang Sleman Yogyakarta, dan Ponpes Al Mubarok di Serang, Banten.

5 dari 5 halaman

Perbolehkan Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan para pelajar yang sudah divaksinasi secara keseluruhan diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka. Izin itu diberikan karena presiden mengetahui para pelajar sudah merindukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sekolah tatap muka juga diizinkan digelar merujuk pada surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), atau yang disebut dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

" Jadi kalau semuanya, untuk semuanya, untuk semua pelajar di seluruh Tanah Air kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka, karena SKB-nya 3 menteri sudah ada," kata Jokowi.

Beri Komentar