Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Menghafal Alquran memberikan keutamaan bagi orang yang mau menjalankannya. Bisa hafal setiap ayat Alquran juga menjadi kebanggaan tersendiri pada diri seorang Muslim.
Memang, sekilas aktivitas menghafal terlihat sederhana. Namun sebenarnya aktivitas ini tidaklah mudah dijalankan.
Butuh jiwa yang tenang dan pikiran jernih dalam menghafal Alquran. Dengan begitu, setiap ayat akan mudah masuk dalam ingatan.
Meski begitu, merawat hafalan jauh lebih berat. Kesibukan sehari-hari bisa menjadi penyebab hilangnya hafalan.
Belum lagi setiap perbuatan mengandung maksiat dan dosa. Perbuatan itu bisa membuat semua hafalan lenyap dari pikiran.
Salah satu cara merawat dan menguatkan hafalan adalah dengan berdoa. Doa ini bisa dibaca agar hafalan tidak mudah lepas dari ingatan.

Allahummaj'al nafsi muthmainnatan tu'minu biliqoika wa taqna'u bi'athoika wa tardla biqodhoika
Artinya,
" Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan ridha dengan ketentuan-Mu."
Dream - Dalam Islam terdapat lima dasar hukum untuk setiap amalan. Kelimanya yaitu fardlu atau wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram.
Berkaitan dengan pahala dan dosa, setiap hukum memiliki dampaknya masing-masing. Misalnya fardlu, mendapat pahala jika dikerjakan dan dosa apabila ditinggalkan.
Kebalikannya adalah haram. Jika ditinggalkan berpahala dan justru berdosa apabila dijalankan.
Demikian halnya dengan sunah. Amalan mendapatkan pahala jika dikerjakan namun tidak berdosa apabila ditinggalkan. Hukum kebalikannya adalah makruh.
Sedangkan mubah, para ulama sepakat memandang amalan ini sebatas boleh. Artinya, dikerjakan atau tidak, tidak berdampak para diperolehnya pahala atau dosa.
Namun demikian, perbuatan mubah pada dasarnya termasuk kebaikan. Sehingga, perbuatan ini tidak akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain jika dikerjakan ataupun ditinggalkan.
Karena termasuk dalam kebaikan, kita boleh berharap mendapatkan pahala atas amalan mubah. Caranya dengan memohon kepada Allah dengan doa yang tertulis pada kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Syeikh Wahbah Al Zuhaili.

Allahumma ma a'maluhu fi hadzan nahar, au fi hadzihil lailah min khair fa huwa imtitsal li amrik, wa ma atrokuhu min ma'shiyah fa huwa imtitsal li nahyik.
Artinya,
" Ya Allah, perbuatan baik yang saya kerjakan siang hari atau malam hari ini karena mengikuti perintah-Mu. Perbuatan maksiat yang aku tinggalkan itu semata-mata karena menjauhi larangan-Mu."
Dream - Orang beriman meyakini rezeki semata datang dari Allah SWT. Tanpa kehendak-Nya, setiap makhluk tak akan menerima rezekinya.
Pun demikian dengan cara rezeki diterima. Terkadang lancar, tetapi sering juga tersendat.
Allah SWT memang telah menjamin rezeki bagi setiap hamba-Nya. Namun demikian, seorang hamba tetap diharuskan mengupayakan rezeki tersebut datang.
Tidak hanya melalui berbagai usaha yang dijalankan. Melainkan juga zikir dan doa ditujukan kepada Allah, Rabb Pemilik Rezeki.
Terdapat satu zikir yang bisa diamalkan terkait rezeki. Zikir tersebut untuk memohon kepada Allah agar kita dimudahkan dan dilancarkan mendapatkan rezeki.
Doa tersebut tertuang dalam hadis riwayat Imam Malik dan Imam Ad Dailami.

Subhanallah wabihamdihi subhanallahil adzim astahgfirullah li wa liwalidayya wa lilmuslimin ila yaumiddin fi kulli lahdzahtin abadan adada khalqihi wa ridha’a nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.
Artinya,
“ Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allah yang agung. Aku memohon ampunan kepada Allah untuk diriku dan kedua orangtuaku, dan orang-orang muslim hingga hari pembalasan di setiap waktu selamanya, sebanyak makhluk-Nya, sebanyak ridha-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya, dan semahal kalimat-kalimat-Nya”