(Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap manusia tercipta di dunia dilengkapi dua kecenderungan yaitu baik dan buruk. Kecenderungan ini akan berpengaruh terhadap kedirian seseorang.
Kita memahami tidak ada manusia yang selalu lurus maupun terus menyimpang. Karena manusia diberikan hawa nafsu di dalam dirinya yang bisa mempengaruhi banyak hal.
Setiap manusia membutuhkan emampuan untuk melakukan kontrol diri sendiri. Sebisa mungkin kita jangan sampai terpengaruh faktor yang mengarahkan pada keburukan.
Tetapi terkadang muncul dorongan pada keburukan dalam hati. Misalnya, tidak suka melihat sesama yang mendapatkan rezeki.
Sebagai Muslim, kita sangat ditekankan untuk menghilangkan dorongan tersebut. Tentu dengan berbagai cara agar dorongan itu tidak berpengaruh pada kita.
Agar bisa hilang, dianjurkan untuk mengamalkan doa ini.
سُبْحَانَ اْلمَلِكِ اْلخَلاَّقِ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍ وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللهِ بِعَزِيْز
Subhanal malikil khollaq iyyasya' yudzhibkum wa ya'ti bi kholqin jadid wa ma dzalika 'alallahi bi 'aziz.
Artinya,
" Maha Suci Dzat Yang Merajai dan Yang Menciptakan. Jika Dia berkehendak, niscaya Dia binasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Lidah tidak bertulang namun bisa menjadi penentu masa depan. Karena pada lidah dapat terucap segala macam perkataan.
Pun demikian, lidah juga menjadi cerminan seseorang di mata yang lain. Perkataan yang terucap akan menentukan bagaimana dia dinilai orang.
Seseorang akan disukai bila dia kerap mengucap kata-kata baik. Sebaliknya, dia dibenci jika sampai terucap kata-kata buruk.
Meski begitu, kecenderungan orang untuk berkata apapun bisa dipengaruhi kondisi kejiwaannya. Yang perlu diwaspai yaitu ketika marah karena dapat mengeluarkan kata-kata buruk
Agar lisan dan perkataan kita terjaga dari hal-hal buruk, amalkan doa ini.
اللهم اسألك كلمة الحق في الغضب والرضىا
Allahumma as'aluka kalimatal haq fi ghadab wa ridla.
Artinya,
" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar pada saat marah dan ridha."
Sumber: Bincang Syariah