Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Seorang anak memiliki keutamaan untuk berbakti kepada orangtua. Sudah banyak dipahami dan diajarkan Rasululllah jika ridho orangtua akan menjadi langkah terbaik dalam menjalani kehidupan.
Dari Abdullah bin 'Amru ra ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, " ridho Allah tergantung pada ridho orangtua dan murka Allah tergantung pada murka orangtua.”
Dalam hadist tersebut sangat jelas disebutkan tentang kewajiban seorang untuk mendapatkan ridho orangtua. Karena dalam ridho orangtua itulah ridho Allah akan menyertai.
Seorang anak sebaiknya tidak melakukan sesuatu yang dapat memancing kemarahan orangtua. Terlebih bila perbuatan tersebut dapat melukai hati mereka.
Bila nantinya antara anak dan orangtua memiliki perbedaan pendapat, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang lembut. Tidak berkata buruk atau sampai berbuat kasar pada orangtua.

Hubungan orangtua dan anak tidak selalu berjalan mulus. Terkadang ada perbedaan pendapat yang membuat kondisi rumah menjadi tidak tenang.
Meskipun begitu, sebagai anak jangan sampai tidak menghormati orangtua. Sebagai langkah pertama ada baiknya memohon kepada Allah agar diberikan jalan terbaik sehingga hati orangtua dapat menjadi luluh.
Berikut adalah doa untuk mendapatkan ridho dari orangtua.

Robbi zidnii ilmma, wawassih liifii rizqii, wabariklii fiimaa rozaqtanii, waj'al ni mahbuunnaa fii qulubi ibaadika, wa'azizzaa fii uyuu nihim, waj'alnii wajihhaa fiddunyaa wallaa hiroti minal muqorrobiin, yaakasiironnawal, yaa hasanal fi'aal, yaa qoo immaa bilaa zawaal, yaa mubdian bila misaal, falakal hamdu, walminnat, wassarofu alakulli haal.
Artinya:
" Ya Allah berilah aku tambahan ilmu. Luaskanlah rizkiku. Dan berkahilah harta yang Engkau berikukan padaku. Jadikan aku disenangi di hati hamba-hambu-Mu. Dan mulia di mata mereka. Jadikan aku di dunia dan akhirat termasuk orang-orang yang dekat (kepada Allah)"
Pada kaliamat " waj'al ni mahbuunnaa fii qulubi ibaadika" tambahkan setelah kata " ibaadika" dengan " wa qalbi ummi" menjadi " fi qulubi ibadika wa qalbi ummi" yang artinya disenangi di hati hamba-hambamu dan di hati ibuku.
(Sumber: Brilio.net)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya