Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam menjalani hidup, kita tentu sangat membutuhkan kebaikan. Hampir setiap hari kita akan selalu menghindari segala bentuk keburukan.
Dengan kebaikan, hidup terasa nyaman. Segala urusan bisa dihadapi dengan tenang dan menentramkan.
Segala bentuk kebaikan akan menghadirkan kebahagiaan. Segala sesuatu jadi terasa mudah.
Patutlah kita pahami, kebaikan semata datang dari Allah. Sehingga perlu kiranya kita memohonkannya kepada Sang Pemilik Kebaikan.

Ya man lahul khoiru kulluhu as alukal khoira kullahu wa a'udzu bika minasy syarri kullihi fa innaka antal lahul ghaniyyul ghafurur rahim. As aluka bilhaddi muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama ila shirathim mustaqim, shirathillahil ladzi lahu ma fis samawati wama fil ardli ala ilallaahi tashirul umur. Allahumma inni as aluka maghfiratan tasyrahu biha shodri wa tadla'u biha wizri wa tarfa'u biha dzikri wa tuyassiru biha amri wa tunazzihu biha fikri wa tuqaddisu biha sirri wa taksyifu biha dlurri wa tarfa'u biha qadri innaka 'ala kulli syaiin qadir.
Artinya,
" Wahai Dzat Yang Memiliki semua kebaikan, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan dan aku berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, sesungguhnya Engkau Allah Yang Maha Kaya, Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan orang yang memberi petunjuk, Nabi Muhammad SAW, kepada jalan yang lurus, jalan Allah Pemilik semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Ingatlah, hanya kepada Allah semua urusan kembali. Aku memohon kepada-Mu ampunan yang dengannya Engkau melapangkan dadaku, dengannya Engkau mengampuni dosaku, dengannya Engkau mengangkat namaku, dengannya Engkau mudahkan urusanku, dengannya Engkau bersihkan pikiranku, dengannya Engkau menyucikan hatiku, dengannya Engkau menghilangkan kesusahanku, dengannya Engkau mengangkat derajatku, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Setiap hari kita tidak bisa lepas dari kesalahan dan dosa. Karena manusia letaknya salah dan lupa. Untuk itulah, anjuran untuk memohon ampunan kepada Allah sering sekali disampaikan baik dari saudara maupun ustaz di sekitar kita.
Saat meminta ampun kita biasanya menyisipkan harapan agar bisa selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Banyak cara untuk mendekatkan diri pada Sang Kuasa salah satunya memperbanyak istighfar setiap saat. Dengan istighfar, kita bisa memohon ampunan kepada Allah. Sekaligus bisa lebih dekat dengan Allah.
Rasulullah Muhammad SAW sendiri sangat rajin beristighfar. Padahal sudah dijamin bersih dari dosa.
Berikut lafal istighfar yang dibaca Rasulullah SAW.

Allahumma anta rabbi, laa ilaha illa anta kholaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzubika min syarri ma shana'tu, abu u laka bini'matika 'alayya wa abu u bidzambi faghfir li fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Artinya,
" Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang patut disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu dan di atas ikatan janji-Mu yang aku jalankan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan buruk yang telah kuperbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Pandemi Covid-19 menunjukkan betapa tingginya semangat sosial masyarakat Indonesia maupun dunia. Tidak sedikit dari mereka memilih menjadi relawan menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan.
Tidak melulu soal harta, tidak sedikit masyarakat di perkampungan maupun di kota yang ternyata peduli dengan sesama. Mereka membagikan apa yang mereka punya untuk membantu saudaranya yang kesusahan.
Pandemi Covid-19 saat ini bisa kita maknai sebagai ladang amal. Kita bisa menyebarkan berbagai bentuk kebaikan kepada sesama.
Menyalurkan makanan dan bahan pokok kepada mereka yang membutuhkan. Memberikan donasi untuk modal usaha agar bangkit di tengah pandemi.
Namun demikian, kita patut waspada ketika memberikan bantuan kepada orang. Sebisa mungkin, niat kita dalam membantu tidak menyimpang dari tujuan awal.
Agar niat kita tetap lurus, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma inna nas'aluka shalahan niyyah, wa ikhlashal qoshd fi jami' ma natawajjahu ilaihi wa shafa'as sarirati ma'a tafrighal qolbi min ghoyri wajhikaal karim.
Artinya,
" Ya Allah, kami memohon kepadamu kelurusan niat, ketulusan motivasi di setiap aktivitas yang kami tuju. Kami memohon kebersihan hati dan kekosongan hati dari selain Dzat-Mu yang Maha Mulia."
Sumber: Bincang Syariah