Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)
Dream - Salah satu keinginan pada diri setiap manusia adalah jadi kaya. Punya harta banyak dianggap bisa membuat bahagia.
Tentu sangat beruntung mereka yang lahir dari keluarga kaya. Meski begitu, harta keluarganya juga didapat dari usaha yang keras.
Setiap orang punya hak untuk kaya. Tidak ada yang bisa menghalangi hak itu.
Tetapi, semua bergantung pada usaha kita masing-masing. Juga, sejauh mana kita meminta kepada Sang Maha Kaya, Allah SWT.
Agar bisa jadi kaya, amalkan doa ini setiap sebelum sholat Subuh.
سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ مَنْ يَمُنُّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ سُبْحَانَ مَنْ يُجِيْرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ سُبْحَانَ مَنْ يُبْرَأُ مِنَ الْحَوْلِ وَالْقُوَّةِ إِلَيْهِ سُبْحَانَ مَنِ التَّسْبِيْحُ مِنْهُ مِنَّةٌ عَلٰى مَنْ اِعْتَمَدَ عَلَيْهِ سُبْحَانَ مَنْ كُلُّ شَئٍ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ لَا اِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ يَا مَنْ يُسَبِحُ لَهُ الْجَمِيْعُ تَدَاَرَكْنِيْ فَإِنِّيْ جَزُوْعٌ
Subhanallahil adhim wa bihamdih, subhana man yamunnu wa la yumannu 'alaihi, subhana man yujiru wala yujaru 'alaihi, subhana man yubrau minal hauli wal quwwati ilaihi, subhana man at-tasbihu minnatun minhu 'ala man i'tamada 'alaih, subhana man yusabbihu kullu syaiin bihamdihi, subhanaka la ilaha illa anta, ya man yusabbihu lahul jami'u, tadarakni bi 'afwika fa inni jazu'un.
Artinya,
" Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan bagi-Nya segla puji, Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Memberi dan tidak diberi, Maha Suci Allah Dzat Yang menolong dan tidak ditolong, Maha Suci Allah Dzat Yang tidak daya upaya dan kekuatan hanya dari-Nya, Maha Suci Allah Dzat Yang mana tasbih merupakan pemberian dari-Nya kepada orang yang selalu berpegang kepada-Nya, Maha Suci Allah Dzat Yang mana segala sesuatu bertasbih dengan memuji-Nya, Maha Suci Engkau yang mana tiada Tuhan selain Engkau, wahai Dzat Yang mana segala sesuatu bertasbih kepada-Nya, selamatkanah aku dengan maaf-Mu, sebab aku adalah makhluk yang sering berkeluh-kesah."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Rezeki merupakan hal yang melekat pada diri seseorang. Allah memberikan rezeki agar masing-masing orang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Rezeki dapat bersifat ukhrawi maupun bendawi. Tetapi, rezeki di sini lebih diarahkan pada yang bersifat bendawi seperti uang, makanan, barang, dan lain sebagainya.
Rezeki umumnya didapat dengan upaya tertentu. Misalnya, mendapatkan uang dari bekerja atau berdagang.
Contoh lain mendapatkan makanan dari membeli atau dari pengusahaan sendiri seperti kebun dan ternak. Dengan semua itu, kita memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Tetapi, ada pula rezeki yang didapat tanpa pernah diduga. Allah selalu punya cara untuk memberikan rezeki kepada hamba-Nya.
Ketika kita mendapatkan rezeki yang tak pernah disangka, segera ucapkan doa ini.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Alhamdulillahil ladzi razaqani hadza min ghoiri khawlim minni wa la quwwatin. Allahumma barik fihi.
Artinya,
" Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki ini kepadaku tanpa daya dan upayaku. Ya Allah, berilah keberkahan di dalamnya."
Sumber: Bincang Syariah.
Dream - Salah satu waktu mustajab berdoa adalah usai sholat fardlu. Karena itulah, kita dianjurkan untuk memanjatkan doa.
Di waktu tersebut, umat Islam Indonesia kerap memanfaatkan untuk berzikir. Kemudian dilanjutkan doa, memohon segala hajat terpenuhi.
Ada yang mendoakan orangtuanya, minta dilancarkan persoalan. Ada juga yang minta dilapangkan jalan hidup.
Satu hal yang juga sering dimintakan kepada Allah adalah kecukupan rezeki. Karena rezeki bersentuhan langsung dengan kebutuhan hidup.
Oleh karena ini dianjurkan membaca doa ini usai sholat fardlu agar kita selaku kecukupan rezeki.

Ya ghaniyyu ya hamidu ya mubdiu ya mu'idu yaa rakhimu ya wadudu, aghnini bi halalika 'an haramika wakfini bifadllika 'amman siwaka.
Artinya,
" Wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang Menciptakan makhluk dari permulaan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Kasih, kayakanlah diriku dengan yang halal dari yang haram, dan cukupilah diriku dengan anugerah-Mu dari pemberian selain dari diri-Mu."