Dream - Publik tanah air tengah dihebohkan oleh kasus pembunuhan PNS, pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) cantik, bernama Indria Kameswari. Diduga, Indria tewas dibunuh oleh sang suami, Abdul Malik pada hari raya Idul Adha, Jumat 1 September 2017 lalu.
Setelah sempat menghilang, Abdul Malik Aziz, terduga pembunuh Indria, akhirnya berhasil diciduk polisi di Kepulauan Riau (Kepri), Minggu malam, 3 September 2017.
Abdul Malik lantas dibawa ke Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan. Mengetahui Abdul Malik ditangkap, keluarganya pun langsung mendatangi Polres Bogor, Senin 4 September.

Keluarga Abdul Malik Aziz mendatangi Polres Bogor (Foto: pojoksatu.id)
Keluarga Abdul Malik meminta hukum ditegakkan, termasuk jika Abdul Malik tak bersalah dalam kejadian ini. Pihak keluarga yang diwakili tiga anggota keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada Korps BNN jika Abdul Malik benar-benar merupakan pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri.
© Dream
Meski begitu, keluarga juga membeberkan fakta mengejutkan soal Indria. PNS BNN Lido Bogor itu dituding seringkali melakukan penganiayaan terhadap Abdul Malik.
Siti Nuraeni, kakak Abdul Malik mengatakan, adiknya sering dianiaya Indria saat bertengkar. Bahkan, korban sering melontarkan kata-kata tak pantas.
Menurut Siti, adiknya kerap dipukuli di bagian kepala maupun anggota tubuh lainnya. Indria juga selalu mengancam akan menembak Abdul Malik karena dirinya pegawai BNN dan memiliki senjata.
" Kami mohon maaf kepada BNN jika adik kami pelakunya, tetapi adik kami selalu dianiaya oleh korban," ungkap Siti Nuraeni.
Pihak keluarga pun membawa berbagai barang bukti, yang menunjukkan jika korban sering melakukan penganiayaan kepada pelaku.
Sementara itu mengutip laman Merdeka.com, Kepala Polsek Cijeruk Komisaris Polisi Safiudin mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar dalam posisi terlentang dengan luka di bagian punggung. Safiudin menyebut, kejadian itu terjadi pada Jumat (1.9/2017), saat warga usai melaksanakan Salat Id.
" Diduga korban dibunuh. Kami masih melakukan penyelidikan. Jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi," ucap Safiudin saat dikonfirmasi.
Safiudin menuturkan, sebelum kejadian, sempat terdengar suara pertengkaran di dalam rumah tersebut. Kata dia, anak korban kemudian keluar rumah dan mendatangi salah satu rumah tetangga.
" Tetangga baru tahu setelah didatangi anak korban. Pertengkaran kedua orang tuanya itu sudah terjadi sejak dini hari," ujarnya.
(Sumber: pojoksatu.id)
© Dream
Dream - Berjilbab kuning dan memasang cubitan imut ke pipi. Itulah foto unggahan terakhir Indria Kameswari.
Foto itu diunggah sehari sebelum Indria ditemukan tewas di rumahnya Perumahan River Valley, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat, 1 September 2017.
Dalam foto itu, Indria sempat menjawab pertanyaan dari pengguna Facebook bernama Leo.
" Cewek mana sih??? Koq cakep banget," tulis Leo.
Indria menjawab sembari memberi emoticon tertawa, " Dari nuuun jauuuhhh diujunggg."
Selain unggahan saat berjilbab kuning, Indria juga sempat mengunggah swafotonya di akun Instagram pribadinya @indriakameswari50.
Dalam foto terakhirnya di Instagram, tampak foto Indria yang berhijab putih bergaris hitam. Indria mengenakan kacamata hitam sembari menempelkan jari tangan di pipi.
Dia menulis, " Perjalanan yg penuh dgn suka duka #BMKulonprogo."
Perjalanan yg penuh dgn suka duka #BMKulonprogo
A post shared by Indie (@indriakameswari50) on
Hingga hari ini, media sosial Indria masih terus dibanjiri komentar bela sungkawa. Bebeberapa pengguna bahkan turut mengunggah foto ketika pertemuan terakhir beberapa bulan yang lampau.
© Dream
Korban tewas mengenaskan setelah ditembak oleh suaminya sendiri di bagian punggung sebelah kanan hingga bolong di perumahan River Valley Blok B2 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku diketahui berinisal MA.
" Korbannya ini PNS di BNN pusat," kata Kepala bagian Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko saat dikonfirmasi, Senin 4 September 2017.
Sulis menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 1 September 2017 sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah membunuh istrinya, pelaku kemudian melarikan diri ke Batam, Kepulauan Riau.
Meski begitu, aparat gabungan dari Polres Bogor, BNN Pusat dan Polda Kepulauan Riau menagkap pelaku di Batam pada Minggu, 3 September 2017.
Hingga kini, motif pelaku tega membunuh istrinya sendiri masih belum diketahui. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau selama 20 tahun.
© Dream
Dream - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan PNS cantik, Indria Kameswari (38), pegawai Balai Diklat BNN, Lido, Bogor. Pelaku adalah AM yang tak lain adalah suami korban.
Penangkapan pelaku dilakukan kemarin malam, Minggu 3 Agustus 2017. sekitar pukul 23.00 di wilayah hukum Polda Kepri.
Indria ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat kemarin.
Korban tak bernyawa di kasur yang berada di ruangan tengah usai sholat Idul Adha sekitar pukul 07.30 WIB. Korban tinggal di perumahan River Valley Blok B2 Nomor 31, RT 01/08 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk. Korban memiliki KTP dengan alamat Jalan Waraka I gg A no 11, Jakarta Utara.
Kapolsek Cijeruk, Komisaris Polisi Safiudin menjelaskan, korban ditemukan saat warga hendak bersilahturahmi usai melaksanakan shalat Idul Adha.
Saat ditemukan, suami korban tidak ada di rumah. Korban dan suaminya diketahui bertengkar hebat sebelum korban ditemukan meninggal.
Tewasnya Indria mengundang sejumlah simpati. Ucapan duka bermunculan di akun Instagram Indria, indriakameswari50.
Sejumlah warganet mendoakan agar Indria khusnul khatimah dan amal perbuatan diterima disisi-Nya.