John Kei Keluarga (ANTV - Merdeka.com)
Dream - Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan kembali dengan aksi John Kei dan kelompoknya yang menimbulkan korban jiwa. Polda Metro Jaya pun sempat menggelar reka adegan di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan Jalan Kresek Raya, Cengkareng pada Minggu 21 Juni 2020.
Tertutup dari publik, pria yang memiliki nama lengkap John Refra Kei merupakan figur ayah yang penyayang dimata keluarganya.
Berikut potretnya seperti yang dirangkum dari merdeka.com pada Senin, 29 Juni 2020.
Usai divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama lebih dari 7 tahun, John Kei dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Nusakambangan. Selama waktu tersebut, masakan istri merupakan hal yang paling ia rindukan.
“ Masakan istri. Saya mesti selalu makan dulu, pulang kerja makan dulu, berangkat makan dulu. Itu yang saya kangenin di penjara,” ucapnya.
Menjalani hukuman penjara selama lebih dari 7 tahun membuat waktu kebersamaannya dengan keluarga menjadi berkurang. Usai bebas, dirinya mengaku ingin menghabiskan waktu dengan istri dan ketiga anaknya.
“ 7 tahun lebih nggak ketemu. Sekarang waktu saya untuk keluarga aja,” jelasnya.
Membina rumah tangga bersama istri membuat John Kei dianugerahi tiga anak. Anak-anaknya yakni bernama Maria Erviliana Refra, Isser Harrel Refra, dan yang terakhir yaitu Theresia Ferensy Refra.

Melihat sang ayah yang pada waktu itu dapat menghirup udara bebas kembali, anak-anak John mengharapkan bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengannya.
“ Lebih ke waktu aja sih. Pengennya selalu bersama keluarga,” ungkap anak ketiga John Kei.

Meski dikenal sebagai sosok preman paling ditakuti, John Kei di mata anak dan istrinya adalah figur ayah yang penyayang. Hal itu diungkapkan oleh sang istri.
“ Dia itu kalau bangun tidur yang pertama dicari itu anak-anak,” jelasnya.

Memiliki istri yang selalu mendampingi dan tetap kuat merupakan salah satu motivasi John untuk bangkit kembali. Bahkan, Jhon merasa bersyukur memiliki seorang istri yang selalu ada di setiap jatuh bangunnya.
“ Saya punya istri yang begitu kuat, menghadapi cobaan hidup selama saya hidup di dunia keras maupun saya dipenjara,” tuturnya.
Sebelumnya, John Kei pernah mengaku tengah bertobat. Dirinya memutuskan untuk bertobat pada saat ditempatkan di Lapas High Risk Nusakambangan selama lebih dari satu bulan. Salah satu ayat yang terdapat dalam kitab Injil rupanya membuatnya sadar.
“ Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditempatkan kepadamu. Dengan ayat yang ini saya renungkan, berarti saya harus melayani Tuhan, saya harus mendekatkan diri kepada Tuhan,” terangnya.

John Kei harus rela menghadapi proses hukum di depan mata lantaran penganiayaan yang terduga dilakukan oleh kelompoknya pada tanggal 20 Juni silam. Namun, hal ini dibantah oleh kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto yang menegaskan semua pihak harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“ Tidak boleh kita langsung menyalahkan seseorang sebelum ada kekuatan hukum yang tetap itu satu. Yang kedua bang John Kei sudah diperiksa semalam sampai tadi tentang UUD darurat saja,” jelasnya.

Di lain pihak, Nus Kei mengungkapkan bahwa kesalahpahaman merupakan salah satu penyebab dari aksi penyerangan tersebut.
“ Jadi saya enggak punya masalah sama beliau, mungkin saja beliau yang punya masalah dengan saya. Cuma memang komunikasi kami agak mandeg. Perjalanan waktu saya enggak tahu akan terjadi kejadian sampai kemarin,” terangnya.
Kasus John Kei berawal dari Minggu 21 Juni 2020 pada pukul 11.30 WIB. Kelompok John kei diduga melakukan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei di daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Akibatnya, 30 orang termasuk John telah diamankan polisi.
“ 1 meninggal yaitu EN meninggal karena luka bacok di beberapa tempat. Dan 1 lagi putus jari tangan 4 jari berinisial AR,” kata Irjen Nana Sudjana selaku Kapolda Metro Jaya.
(Sumber: Merdeka.com)