Haedar Nashir (depan, Empat Dari Kiri) Bersama 12 Pimpinan Baru Muhammadiyah (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Dream - Haedar Nashir terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2020. Haidar terpilih dalam rapat dewan formatur yang terdiri dari 13 pimpinan baru menggantikan Din Syamsuddin.
Rapat diselenggarakan setelah 13 pimpinan disahkan dalam sidang pleno pengesahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terpilih. 13 pimpinan tersebut kemudian menjadi dewan formatur yang menentukan posisi ketua umum.
Dalam memimpin Muhammadiyah ke depan, Haedar akan fokus mengedepankan visi persyarikatan itu untuk mencerahkan bangsa.
" Mari bersama-sama berkiprah mencerahkan bangsa dengan visi Muhammadiyah," ujar Haedar, dikutip Dream dari muhammadiyah.or.id, Jumat, 7 Juli 2015.
Haedar mengatakan ke depan Muhammadiyah akan semakin maju dan modern. Selain itu, dia juga akan membuat kontribusi ormas Islam terbesar kedua itu semakin besar bagi umat, bangsa, negara, dan dunia.
Terkait isu pembentukan partai politik, Haedar menyatakan tidak akan membawa Muhammadiyah untuk masuk ke dunia politik. Dia beralasan, sejalan dengan semangat Muktamar Makassar, Muhammadiyah tetap akan menjadi ormas.
" Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan parpol manapun," ungkap dia.
Haedar Nashir memiliki latar belakang sebagai pengajar pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sebagai pengajar, dia dikenal juga sebagai sosok penulis yang cukup produktif.
Selain menetapkan Ketua Umum, rapat dewan formatur juga menetapkan posisi Sekretaris Umum Muhammadiyah. Untuk jabatan ini, Abdul Mu'ti terpilih sebagai sosok yang dianggap tepat mendampingi sang nahkoda, Haedar Nashir.