(Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Dream - Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri merilis hasil rekonsiliasi organ tubuh yang terdapat di 56 kantong jenazah.
Pada rekonsiliasi ketiga ini, Tim DVI belum dapat mengidentifikasi identitas korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610.
" Hasil sidang rekonsiliasi pukul 16.00 WIB, hari ini Kamis, November 2018, dinyatakan belum ada jenazah yang teridentifikasi lagi," kata Kabid Operasi Tim DVI RS Polri, Kombes Pol Lisda Cancer di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Linda mengatakan, belum adanya hasil identifikasi karena minimnya data sampel post mortem yang ditemukan dari organ tubuh korban. Dia menyanggah proses identifikasi organ tubuh korban mengalami kesulitan.
" Sebetulnya tidak ada kesulitan, hanya metode yang dipakai," ujar dia.
Selain menggunakan identifikasi sidik jari, Linda masih mengharapkan hasil kecocokan DNA yang diambil dari bagian tubuh korban dan milik keluarga.
" Hasil DNA ini perlu waktu," ucap dia.
Linda mengatakan, hasil profiling DNA membutuhkan waktu setidaknya empat hingga delapan hari.
Sementara itu Ketua Tim ante mortem DVI Kombes Pol Saljiana mengatakan, akan terus mendalami data ante mortem yang diberikan pihak keluarga.
" Kami bekerja keras mendalami data keluarga yang kita dapatkan seluruhnya," ujar Saljiana.
Dream - Tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL) menemukan badan pesawat Lion Air JT 610 dalam bentuk serpihan-serpihan kecil. Selain itu, mereka juga banyak menemukan bagian tubuh korban di dalam air.
Penemuan puing dan bagian tubuh itu berada di kedalaman 25 hingga 35 meter di bawah laut.
" Karena posisinya puing itu memang setelah diselami ternyata pecah tidak ada yang utuh. Tapi itu berserakan. Di dalam air masih bekerja, masih di dalam air dan masih bekerja dan moga-moga bagian yang masih besar. Tapi untuk diidentifikasi itu benar adalah pesawat Lion," kata Komandan Satuan Tugas SAR Kolonel Isswarto dikutip Dream dari Merdeka.com, Kamis 1 November 2018.
Hingga saat ini tim penyelam masih terus bekerja di dalam air. " Terdiri dari Kopaska masih bekerja terus. Kita bekerja bersama agar kita bisa mengerjakan misi ini," ujarnya.
Diketahui, badan pesawat Lion Air JT610 sudah ditemukan secara tersebar. Jaraknya 100-200 m dari ditemukannya black box dengan koordinat 05 48' 46.42" S,107 07'36.88" E.
(Sumber: Merdeka.com)
Dream - Proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang hingga kini masih terus berlanjut.
Tragedi kecelakaan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu tentu menorehkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga tapi juga kepada kerabat korban.
Belum lama ini seorang kerabat salah satu penumpang Lion Air JT 610 bernama Hizkia Jorry Saroinsong atau yang kerap disapa Jorry, membagikan sebuah foto yang menunjukkan suasana sesaat sebelum pesawat tersebut lepas landas Senin (28/10/2018) pagi.
“ Jorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610 pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat,” tulis akun @Cittairlanie., seperti dilansir Liputan6.com.
Cania Lolipop@CittairlanieJorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat...
Nyatanya Jorry sempat mengabadikan momen tersebut melalui akun Instagram-nya dengan nama @ezjosa. Pada foto itu terlihat suasana ketika para penumpang sedang mengantre untuk masuk ke dalam kabin pesawat.

Dalam keterangan foto tertulis “ telat bangun mba?” hal ini nampaknya merujuk kepada dua pramugari yang turut serta dalam antrean tersebut. (ism, sumber: Liputan6.com)
Dream - Black Box Lion Air JT610 berhasil ditemukan dan diangkat ke Kapal Baruna Jaya I, Kamis 1 November 2018.
Dikutip dari tayangan Breaking News TVone, black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 di kedalaman 30 meter.
Black box Lion Air JT 610 itu temukan oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra dan dibawa ke KM Baruna Jaya 01 pada pukul 10.00 WIB.
Saat ini, back box sudah berada di KM Baruna Jaya 01. Black box itu berwarna orange dan dalam kondisi baik.
Sebelumnya, Rabu kemarin, koordinator sinyal black box tertangkap transponder USBL berada pada koordinat S 05 48 48.051 - E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 - E 107 07 38.393.
Pencarian black box dilakukan dengan menurunkan ROV dari Kapal Riset ROV pada pagi tadi sudah menangkap gambar serpihan pesawat dan kain syal milik penumpang di dasar laut.
Pencarian black box ini sempat terkendala dengan arus kencang di bawah laut. (ism)