Terus Merugi, Hotel di Depok Kini Siap Tampung Pasien Isolasi Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 23 September 2020 17:01
Terus Merugi, Hotel di Depok Kini Siap Tampung Pasien Isolasi Covid-19
Saat ini hotel tersebut menunggu keputusan dari pemerintah.

Dream - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempersiapkan sejumlah fasilitas untuk menampung pasien Covid-19.

Salah satunya hotel yang akan dimanfaatkan untuk tempat isolasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

Hal itu disambut baik oleh sejumlah pengelola hotel. Salah satu alasannya, rendahnya okupansi hotel.

Hal itu dibenarkan oleh Manajemen Hotel Sifaana Depok, April. Dia mengatakan hotelnya telah mengajukan kesediaan untuk dijadikan fasilitas isolasi pasien OTG.

" Ya, betul. Yang mengajukan dari perusahaan sekitar 3-4 hari lalu. Dari PHRI Jawa Barat mengajukan ke kita, kita isi data-datanya bersedia, gitu," ujar April, dikutip dari Merdeka.com.

 

1 dari 2 halaman

Okupansi Rendah

April menjelaskan saat ini okupansi pada hotelnya hanya sekitar 15 persen dari total kamar. Penampungan pasien OTG maupun bergejala ringan Covid-19 diharapkan dapat menutup biaya operasional hotel.

" Ini dari manajemen, kita enggak bisa jawab. Mungkin juga kondisi sekarang ini kan sepi juga, mungkin kalau dipakai itu ada pendapatan lah karyawan kita. Enggak semua (kamar) dipakai," kata April.

Menurut April, sejak pandemi Covid-19, hotel tempatnya bekerja mengalami kerugian. Manajemen hotel tetap harus membayar karyawan sementara tidak ada pemasukan dari tamu.

" Sekarang ini kan kita rugi untuk operasional, bayar karyawan. Sudah turun jauh, hancur, okupansinya cuma 15 persen sekarang," kata April.

 

2 dari 2 halaman

Tunggu Izin dari Pemerintah

Hotel Sifaana memiliki 50 kamar dengan tarif rata-rata Rp300 ribu per malam. Saat ini, kata April, pihaknya menunggu keputusan pemerintah terkait izin pemanfaatan hotel untuk penampungan pasien Covid-19.

" Sampai saat ini belum (ada keputusan). Kayak OTG itu, kita masih berani, mau. Cuma APD-nya yang sulit," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah

Beri Komentar