Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengaku yakin pengetatan akibat Covid-19 di Inggris akan bisa dicabut pada 19 Juli 2021. Saatnya nanti, memakai masker tidak lagi menjadi perintah namun pilihan pribadi.
" Masyarakat Inggris harus belajar hidup dengan Covid dan melakukan penilaian," ujar Johnson.
Aturan jaga jarak 1 meter-plus akan dihapus. Demikian juga, ketentuan penggunaan kode QR untuk masuk ke restoran.
Infeksi diperkirakan meningkat ketika sejumlah aturan dihapus. Namun, para menteri yakin kematian dapat dibatasi dengan vaksinasi.
Sebanyak 27.334 kasus baru Covid-19 dilaporkan muncul di seluruh Inggris pada Senin kemarin. Sedangkan kematian tercatat sebanyak sembilan kasus yang muncul dalam kurun waktu 28 hari terakhir.
Inggris sempat menunda tahap keempat pemulihan sebelum memasuki era new normal bulan lalu. Kondisi ini disebabkan terjadinya lonjakan Covid-19 yang memaksa Inggris kembali menerapkan lockdown atau penguncian.
Usai ditunda, kebijakan memasuki era new normal diputuskan akan berjalan mulai 19 Juli. Nantinya, Inggris akan memberlakukan salah satu aturan yaitu 'rule of six'
Rule of six (aturan enam) merupakan aturan pembatasan baru yang bakal diterapkan untuk pertemuan, layanan meja di pub dan restoran, pembatasan kapasitas di bioskop dan teater, penutupan klub malam, serta panduan bekerja dari rumah. Aturan ini mewajibkan satu meja maksimal diisi enam orang.
Sementara aturan lain yang berlaku selama pandemi akan dihapuskan. Johnson tidak membahas soal isolasi mandiri, pengetatan perjalanan, atau aturan-aturan di sekolah.
Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara bertanggung jawab atas aturan virus corona mereka sendiri. Pemerintah Skotlandia telah menyarankan untuk mempertahankan beberapa tindakan dasar, termasuk mengenakan masker, pada tinjauan berikutnya pada bulan Agustus, dikutip dari BBC.
Dream - Pemerintah Australia tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk bergerak maju dengan mengganggap Covid-19 laiknya flu biasa. Masyarakat Negeri Kanguru akan didorong hidup berdampingan dengan penyakit menular tersebut
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan langkah baru ini akan berlaku suatu saat ketika angka populasi untuk vaksinasi telah tercukupi. Namun demikian, dalam waktu dekat akan diberlakukan pengurangan jumlah penumpang pesawat dari berbagai negara hingga 50 persen.
" Kabar baik yang saya miliki untuk warga Australia yang saat ini terkena pembatasan adalah kami telah menyepakati langkah bagi warga Australia untuk bisa keluar dari Covid-19," ujar Morrison, dikutip dari Sidney Morning Herald.
Morrison mengatakan pemotongan jumlah penumpang pesawat dimaksudkan untuk mengurangi tekanan pada sistem karantina hotel. Sementara, pihaknya berencana mengadakan uji coba karantina rumah untuk pelancong yang divaksinasi.
Batas penumpang baru mulai berlaku pada 14 Juli. Tetapi beberapa negara bagian mungkin menerapkannya lebih cepat.
Morrison juga mengumumkan jalur empat fase untuk mentransisikan Australia dari fase pertama penekanan virus ke fase keempat kehidupan seperti sebelum pandemi. Setiap fase baru diberlakukan ketika Australia mencapai ambang batas orang yang divaksinasi.
Fase saat ini yaitu fase satu, adalah tentang vaksinasi, persiapan dan perencanaan. Jalur tersebut akan mentransisikan Australia dari pengaturan pra-vaksinasi saat ini, dengan fokus pada penekanan penularan masyarakat ke pengaturan pasca-vaksinasi
" Berfokus pada pencegahan penyakit serius, rawat inap dan kematian dan manajemen kesehatan masyarakat dari penyakit menular lainnya," kata Morrison.
Selain itu, pengurangan batas penumpang untuk mengurangi beban sistem karantina hotel karena diuji oleh jenis virus Delta yang lebih menular. Namun, Persemakmuran akan memfasilitasi peningkatan penerbangan repatriasi ke Darwin untuk karantina di Howard Springs sementara pengurangan dilakukan.
Ini juga akan memperpanjang subsidi pengiriman untuk memastikan bahwa pasokan, seperti obat-obatan dan vaksin, terus masuk ke Australia melalui udara.
Morrison uga mengatakan Australia akan menguji coba dan menguji coba skema karantina rumah dengan waktu yang akan lebih pendek dari aturan saat ini yaitu 14 hari.
" Pekerjaan yang telah kami lakukan menunjukkan orang yang divaksinasi melakukan karantina selama tujuh hari lebih kuat daripada orang yang tidak divaksinasi yang melakukan karantina selama 14 hari," katanya.
Australia Selatan kemungkinan akan menjadi negara bagian pertama yang menguji coba program tersebut. Uji coba akan dijalankan dalam skala kecil dan negara bagian dan teritori lain mungkin mengikuti.
Batas wisatawan akan kembali ke level saat ini di fase dua, dengan batas yang lebih besar untuk pelancong yang divaksinasi.
Fase kedua dari peta jalan keluar dari virus coron akan dimulai ketika telah tercapai target vaksinasi tertentu. Tetapi, Morrison belum menetapkan berapa target tersebut dan masih meninjau kajian ilmiah.
Pada fase itu, lockdown hanya diberlakukan dalam keadaan ekstrem dan orang yang divaksinasi akan mendapat kelonggaran ketika penguncian atau penutupan perbatasan terjadi. Lebih banyak siswa dan pengunjung pusat ekonomi akan diizinkan masuk.
Fase ketiga akan menjadi fase konsolidasi. Di fase ini, Covid-19 akan dikelola seperti penyakit menular lainnya.
" Itu pada dasarnya berarti bahwa tingkat rawat inap dan kematian yang akan Anda lihat dari Covid-19 akan seperti flu,” kata Morrison.
Orang yang divaksinasi akan dapat bepergian ke luar negeri sesuka hati pada saat itu. Morrison juga menyatakan kecepatan program vaksin dalam menguraikan jalur berdasarkan nomor vaksinasi.
" Saya pikir kinerja di bulan Juni terakhir menunjukkan seberapa banyak kami dapat meningkatkan, 1 juta dosis dalam delapan hari. Tiga setengah juta dosis dalam satu bulan. Kami menjaga kecepatan dan kami akan menyelesaikan ini," kata dia.