(metro.co.uk)
Dream - Numan Kurtulmus, Wakil Perdana Menteri Turki, pernah mengatakan tindakan Amerika Serikat dan Rusia di Suriah bisa memicu perang nuklir.
" Dunia saat ini tengah berada di ujung tanduk akan timbulnya perang global," kata Numan Oktober 2016 lalu.
Tidak itu saja, seorang pemilik perusahaan investasi mengatakan kepada New Yorker, dia memiliki sebuah bunker perlindungan. Bunker yang dilengkapi dengan penyulih udara otomatis untuk bertahan hidup dari bencana ledakan bom nuklir.
Jika perang nuklir benar-benar terjadi, orang-orang superkaya seperti pemilik perusahaan investasi itu bisa membeli atau membangun bunker perlindungan.
Lantas bagaimana dengan kita yang notabene adalah orang-orang biasa, yang tak mampu mengusahakan sebuah bunker perlindungan yang nyaman dan aman?
Mengutip petunjuk dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, situs Metro.co.uk membagikan tips bagaimana bertahan jika perang nuklir benar-benar terjadi.
1. Segera Mencari Perlindungan

Berlindung secepat yang kita bisa. Di bawah tanah jika memungkinkan, dan tinggal di sana sampai ada instruksi untuk keluar.
Atau cari gedung berdinding bata atau beton terdekat dan masuk ke dalamnya. Tapi lebih baik berlindung di bawah tanah dan masuk sedalam mungkin.
Halangi bahan radioaktif sebisa mungkin agar tidak mendekat dengan berbagai cara. Tetap berlindung paling lama 24 jam.
Tingkat radiasi di luar sangat tinggi begitu terjadi ledakan nuklir. Tapi radiasi itu juga turun dengan cepat (biasanya turun hingga 80 persen dalam satu hari).
2. Waspada Ledakan

Jangan melihat langsung pada cahaya atau bola api ledakan nuklir karena dapat membutakan mata. Berlindung di balik apa pun yang bisa memberikan perlindungan, seperti dinding.
Berbaring di tanah dan tutupi kepala. Jika ledakan jaraknya agak jauh, butuh waktu 30 detik atau lebih bagi gelombang ledakan mencapai kita.
Berlindung secepat yang kita bisa, meski jika jauhnya bermil-mil dari pusat ledakan. Angin dapat membawa dampak radioaktif hingga ratusan mil.
3. Bersihkan Tubuh dan Singkirkan Pakaian

Jika berada di luar selama atau setelah ledakan, lepas pakaian luar. Hal ini dapat menghilangkan bahan radioaktif hingga 90%.
Masukkan pakaian ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Letakkan sejauh mungkin plastik itu dari jangkauan manusia dan hewan agar radiasinya tidak memengaruhi yang lain.
Kalau perlu mandi dengan sampo dan sabun yang banyak untuk menghilangkan kontaminasi bahan radiaktif. Tapi jangan gosok atau sikat kulit.
Cuci rambut dengan sampo atau sabun dan air. Jangan gunakan kondisioner karena justru akan mengikat erat bahan radioaktif pada rambut.
Buang ingus dan seka kelopak mata, bulu mata dan telinga dengan kain basah yang bersih.
Jika tidak ada air, gunakan lap kain atau tissue basah untuk menyeka kulit yang tidak tertutup oleh pakaian.
4. Pantau Berita dan Waspada

Jika punya waktu untuk mengungsi sebelum ledakan, pantau siaran televisi dan radio tentang apa yang harus dilakukan. Ke mana harus pergi dan tempat-tempat mana untuk berlindung.
Jauhi area yang dipasangi tanda bahaya radiasi atau HAZMAT. Ingat bahwa radiasi tidak dapat dilihat, dicium atau dideteksi oleh indera manusia.
Jika sudah berlindung, tunggu sampai ada kabar dari pihak berwenang bahwa keadaan telah aman untuk keluar.
5. Persiapan Sebelum Serangan

Sebagai persiapan, kita bisa memenuhi kebutuhan darurat termasuk bahan makanan yang tahan lama dan air, radio komunkasi bertenaga baterai atau yang dinyalakan dengan engkol tangan, obor dan baterai.
Kita juga bisa menyimpan perlengkapan itu di mobil jika satu saat disuruh mengungsi.
Kita bisa membuat rencana darurat untuk keluarga untuk mengetahui bagaimana kita akan menghubungi satu sama lain, dan bagaimana kita akan berkumpul bersama-sama dalam keadaan darurat.
(Ism, metro.co.uk)