Jejak (4): Iram, Kota Penyembah Berhala yang Dimusnahkan Tuhan

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 19 Agustus 2015 19:29
Jejak (4): Iram, Kota Penyembah Berhala yang Dimusnahkan Tuhan
Mereka menolak menyembah Tuhan. Azab pedih Tuhan pun turun. Inilah cerita jejak kota kaum penyembah berhala yang dimusnahkan Tuhan.

Dream – Langit terlihat membiru di atas Zhaafar, Oktober 1984. Awan putih berarak. Cuaca terik siang itu terasa menyengat. Udara terasa begitu panas. Diselingi hamburan debu dan  hembusan angin kering. Maklum, Zhaafar merupakan gurun pasir luas yang masuk kawasan Yaman dekat perbatasan Oman.

Di balik awan, satu benda buatan manusia tengah melayang. Benda itu adalah satelit Challenger. Satelit itu tengah menyusuri bumi, dengan mata elektronik tajam melihat ke daratan. Sesaat, mata itu berkedip, pertanda ada objek asing baru tertangkap. Objek itu berada di Zhaafar, tepatnya di titik Rub’al Khali, di jarak 150 Kilometer selatan kota Salabah.

Sebagian  peneliti memantau serius hasil tangkapan Challenger. Gambar yang baru saja tertangkap kamera satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu menarik perhatian mereka.

Di layar monitor itu, terlihat objek menyerupai kawasan pemukiman, yang oleh para peneliti itu dinamai ‘the Atlantis of The Sands’ atau ‘Atlantis dari Padang Pasir’, mengutip karangan buatan penyair TE Lawrence yang lebih dikenal dengan Lawrence of Arabia.

Sebutan itu tidaklah berlebihan, lantaran objek tersebut memang dikenal sebagai bekas kota bernama Ubar. Tetapi, penduduk lokal menyebutnya dengan nama ‘Iram’.

Citra yang tertangkap kamera tersebut merupakan pesanan khusus dari Nicholas Clapp, seorang arkeolog. Dia memang meminta NASA membuat citra udara di kawasan itu  yang tengah menjadi objek penggaliannya.

Clapp memang tengah memimpin ekspedisi pencarian posisi Ubar. Clapp memulai kegiatan penggalian di Zhaafar. Hasilnya sungguh menakjubkan. Mereka mendapati dinding setinggi 6-8 kaki, setara 1,8-2,4 meter mengelilingi situs itu, dengan tujuh menara tanah liat setinggi 30 kaki, setara 9,1 meter. Alhasil, situs itu kemudian dinamai ‘Iram, the City of Pillar’.

Sebagian besar bangunan seperti menyembul ke luar tanah. Beberapa lubang terlihat menyerupai bagian pintu. Terlihat seperti lorong, di dalam bangunan itu ternyata ada beberapa ruang berukuran besar.

Para peneliti tersebut kemudian melakukan pemeriksaan atas setiap bagian bangunan yang terungkap. Dalam pandangan mereka, bangunan tersebut dibuat sekitar 5.000 tahun lalu, atau sekitar tahun 3.000 sebelum masehi.

Saat perluasan penggalian, para peneliti menemukan sejumlah bangunan dengan fungsi tertentu. Salah satunya adalah tempat peletakan sesaji. Selain itu, ada juga bangunan khusus yang diprediksi sebagai tempat kremasi atau pembakaran jenazah.

Sejumlah spekulasi bermunculan akibat penggalian itu. Di kalangan umat beragama, Ubar merupakan kota yang namanya terabadikan dalam kitab suci dengan sebutan ‘Iram’. Situs ini dipercaya sebagai bekas kota yang musnah akibat dilaknat Tuhan…


***

Kata 'Iram' mungkin cukup... 

1 dari 2 halaman

Kisah Penghancuran Kota Terekam dalam Alquran

Kisah Penghancuran Kota Terekam dalam Alquran © Dream

Kisah Penghancuran Kota Terekam dalam Alquran

Kata ‘Iram’ mungkin cukup dikenal bagi para pemeluk agama Samawi. Kata ini tercantum di Alquran dan Injil. Ada kisah di balik tercantumnya nama ini, yang mengingatkan manusia terhadap keagungan dan keesaan Allah SWT.


Iram merupakan nama sebuah kota yang terletak di kawasan padang pasir Zhaafar, Yaman, dekat perbatasan dengan Oman. Padang pasir Zhaafar memiliki nama kuno yaitu ‘Haqf’, berarti ‘pasir yang miring’. Kota ini tersembunyi di balik pasir selama ribuan tahun.

Kisah tersembunyinya kota ini terekam dalam kisah yang disebutkan dalam Alquran pada beberapa surat yaitu Al A’raf, Hud, dan Al Haqqah. Tiga surat tersebut memuat secara jelas kisah kaum ‘Aad.

Kaum ini disebutkan sebagai kaum yang melampaui batas. Moral mereka begitu rendah. Tidak hanya itu, mereka juga menyembah berhala dan mengabaikan keesaan Allah SWT.

Saking buruknya sikap mereka, Allah SWT kemudian mengutus Nabi Hud untuk memperbaiki moral mereka. Nabi Hud adalah salah satu di antara 25 utusan Allah yang diutus untuk memperbaiki moral manusia. Nabi Hud Alaihi Salam (AS) kemudian mengemban amanah tersebut.

Susah payah Nabi Hud menjalankan tugas dakwah yang diberikan Allah SWT. Dia hanya mendapat sedikit pengikut, lantaran sebagian besar kaum ‘Aad menolak menyembah Allah SWT. Mereka bahkan menantang Nabi Hud AS agar meminta Allah SWT segera memberikan azab kepada mereka. 

Nabi Hud pun kemudian memohon ke Allah SWT agar menurunkan azab ke kaum penyembah berhala itu. Allah SWT kemudian mengirimkan angin kencang yang berhembus secara memutar. Angin itu memutar kepala kaum ‘Aad hingga terputus dari tubuhnya. Alhasil, banyak kaum ‘Aad mati dengan tubuh tergeletak tanpa kepala.

Sebagian dari mereka sempat lolos dari kematian. Mereka berlari menjauh dan berlindung di balik bangunan-bangunan yang telah mereka bangun. Kejadian yang membuat sebagian orang mati itu ternyata tidak membuat mereka jera dan mereka tetap tak mau menyembah Allah SWT.

Alhasil, Allah SWT kembali mengirimkan angin kencang yang panas. Panas angin itu melebihi api, hingga para penduduk Kota Iram terbakar. Tidak ada satupun tersisa dari azab tersebut.

Sejumlah ulama menyebut kaum ‘Aad merupakan nenek moyang bangsa Arab. Mereka tinggal di Haqf, dataran subur di bagian selatan jazirah Arab. 

***

Situs Kota Pilar Iram kini... 

2 dari 2 halaman

Terawat Sebagai Bahan Pelajaran Kehidupan

Terawat Sebagai Bahan Pelajaran Kehidupan © Dream

Terawat Sebagai Bahan Pelajaran Kehidupan

Situs Kota Pilar Iram kini menjadi salah satu situs yang dilindungi. Situs ini dijaga oleh pemerintah Yaman. Mereka memberikan simbol khusus, sebagai penanda terdapat situs kuno di kawasan itu. 

Situs ini juga diyakini sebagai cikal bakal terbentuknya bangsa Arab yang mendiami kawasan jazirah bagian tengah Asia. Penemuan situs ini menjadi patokan bagi berkembangnya pengetahuan sejarah terkait beberapa agama Samawi. 

Setiap tahun, banyak pengunjung berziarah ke Iram. Mereka ingin melihat jejak peninggalan masa lalu dari Jazirah Arab. Selain itu, sejumlah ilmuwan kerap mendatangi situs ini untuk melakukan penelitian. Ini lantaran masih banyak hal yang belum terungkap dari Ubar atau Iram.

Dari sekian jejak Alquran di muka bumi, kota Iram terbukti bukan sebuah mitos. Jejaknya ternyata ada di muka bumi. Sebagai sebuah kota penyembah berhala yang dilaknat dan dimusnahkan Tuhan…  (eh)

Beri Komentar