Jokowi Perintahkan Polri Ungkap Kasus Brigadir J Diungkap Apa Adanya: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 9 Agustus 2022 13:29
Jokowi Perintahkan Polri Ungkap Kasus Brigadir J Diungkap Apa Adanya: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi
Jokowi mengimbau kebenaran dari kasus ini perlu diberitahukan secara apa adanya.

Dream - Jokowi kembali angkat bicara terkait kasus tewasnya Brigadir J. Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu meminta Polri mengungkap kebenaran kasus ini sampai tuntas.

" Sejak awal kan saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan. Usut tuntas, jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 9 Agustus 2022.

Menurut Jokowi, kebenaran kasus ini perlu diberitahukan secara apa adanya agar tidak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

" Ungkap kebenaran apa adanya, ungkap kebenaran apa adanya. Sehingga jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," ucap mantan DKI Jakarta ini.

Menjaga citra Polri, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itui, adalah sesuatu yang penting dan harus tetap dijaga. " Citra Polri apapun yang tetap harus kita jaga," tutur Jokowi.

 

1 dari 4 halaman

'Bharada E Diperintah Atasan: Tembak, Tembak, Tembak!'

Dream - Misteri kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat sedikit demi sedikit terungkap. Terbaru, Bharada E atau Richard Eliezer yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku diperintah atasannya untuk menembak Brigadir J.

Kabar ini diungkap oleh Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, yang juga dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik tim khusus (timsus). Bharada E sempat menirukan perintah atasannya dengan kata, ‘tembak tembak tembak’.

" Iya dia disuruh nembak perintah atasannya di bawah tekanan juga, 'tembak tembak tembak," kata Muhammad Boerhanuddin, Senin, 8 Agustus 2022.

2 dari 4 halaman

Atasan Bharada E Ada di Lokasi Kejadian

Boerhanuddin belum mengungkap siapa sosok di balik atasan yang memberi perintah Bharada E. Termasuk apa yang diungkap.

" Saya enggak bisa sebut nama. Sementara petunjuknya sih dari atasan dia di tempat dia bertugas itu," ujar dia.

Boerhanuddin hanya menyebut, figur atasan yang dimaksud Bharad E ada di lokasi kejadian saat insiden tewasnya Brigadir J.

" Ada di lokasi memang (atasannya)," ujar dia.

3 dari 4 halaman

Tidak Ada Baku Tembak

Selain itu narasi baku tembak polisi yang selama ini diinformasikan, Boerhanuddin mengatakan berdasarkan pengakuan Bharada E, tidak terjadi baku tembak saat di lokasi.

" Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," ujar dia.

Adanya proyektil peluru dari senjata Brigadir J yang ditemukan dilokasi kejadian, dikatakan Boerhanuddin hanyalah sebagai alibi yang memberikan kesan seperti saling baku tembak.

" Senjata almarhum yang tewas dipakai untuk tembak kiri-kanan jari kanan itu. Jadi kesannya saling baku tembak," ujar dia

" Menembak itu dinding arah-arah itunya," sambung dia.

4 dari 4 halaman

Meskipun kliennya telah menembak Brigadir J, Boerhanuddin memastikan, Bharada E tidak melakukan penganiayaan terhadap korban.

" Bharada E sudah nembak, keluar tidak tahu lagi proses terhadap almarhum itu gak tau lagi. Bharada E tidak menganiaya, tidak ada. Dia tidak tahu lagi proses apa-apa gimana," terang dia.

Sebagai informasi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dam mulai ditahan pada Rabu, 3 Agustus 2022.

Dengan yang menjeratnya yakni Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. 

Sumber: Merdeka.com

 

Beri Komentar