Kapan Lebaran Haji Tiba? Simak Metode Penentuannya Sekaligus Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 30 Juni 2022 17:02
Kapan Lebaran Haji Tiba? Simak Metode Penentuannya Sekaligus Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban
Penentuan waktu lebaran haji memiliki metodenya sendiri agar umat Islam bisa menjalankan ibadah di waktu yang tepat.

Dream – Menjelang hari raya Idul Adha atau lebaran haji tiba, umat Islam biasanya akan menunggu informasi dari pemerintah terkait kapan lebaran haji secara tepat. Hal ini sangat penting agar umat Islam bisa melaksanakan sholat ied dan juga kurban di waktu yang benar-benar sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dalam menentukan awal bulan Zulhijah ini tidaklah bisa dilakukan secara asal-asalan dan memiliki metodenya tersendiri. Setelah melalui pengamatan kapan lebaran haji akan dilaksanakan, barulah pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat.

Secara umum, sidang isbat tersebut akan ditayangkan di hadapan masyarakat sekaligus mengumumkan tanggal pasti terjadinya lebaran haji atau Idul Adha. Dengan begitu, masyarakat pun bisa bersiap-siap untuk melaksanakan sholat ied dan juga penyembelihan hewan kurban.

Nah, berikut adalah penjelasan tentang metode penentuan kapan lebaran haji tiba dan waktu penyembelihan hewan kurban sebagaimana dirangkum Dream melalui gontornews.com dan islam.nu.or.id.

1 dari 2 halaman

Metode Penentuan Idul Adha

Metode Penentuan Idul Adha© Unsplash.com

Bagi masyarakat akan sangat mudah untuk mengetahui kapan lebaran haji itu tiba. Ya, hanya dengan menyaksikan sidang isbat yang digelar pemerintah dan akan langsung diketahui tanggal tepatnya. Namun, tahukan sahabat Dream tentang metode penentuan Idul Adha?

Hal inilah yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Seperti dikutip dari gontornews.com, untuk menentukan awal bulan Zulhijah yang berhubungan dengan Idul Adha, maka yang menjadi patokan utamanya adalah rukyatul hilal, lebih tepatnya rukyatul hilal penguasa Makkah dan bukan dari negeri Islam lainnya. Namun ada pengecualian jika penguasa Makkah tidak bisa melakukan rukyat hilal, maka negeri lain boleh untuk dijadikan sebagai patokan.

Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam sebuah hadis dari Husain bin Al-Harits Al-Jadali ra, ia mengatakan:

Amir (penguasa) Mekkah berkhutbah kemudian dia berkata, ‘Rasulullah telah berpesan kepada kita agar kita menjalankan manasik haji berdasarkan rukyat. Lalu jika kita tidak melihat hilal, dan ada dua orang saksi yang adil yang menyaksikannya, maka kita akan menjalankan manasik haji berdasarkan kesaksian keduanya’.” (HR Abu Dawud, hadits no 2339.

Melalui hadis di atas menjelaskan bahwa pihak yang memiliki kuasa maupun otoritas untuk menentukan kapan hari-hari manasik haji, seperti hari Arafah, Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik adalah Amir Makkah dan bukan yang lainnya.

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya untuk menentukan kapan lebaran haji atau Idul Adha terjadi adalah dengan berdasar pada rukyatul hilal, bukan berdasarkan pada hisab. Rukyat yang diprioritaskan dalam hal ini adalah rukyat dari penguasa Makkah. Kecuali jika dari pihak penguasa Makkah tidak bisa atau tidak berhasil merukyat, maka rukyat dari negeri lainnya bisa dilakukan atau bisa dijadikan sebagai patokan.

2 dari 2 halaman

Waktu yang Baik untuk Menyembelih Hewan Kurban

Waktu yang Baik untuk Menyembelih Hewan Kurban© Shutterstock.com

Setelah mengetahui metode untuk menentukan kapan lebaran haji, sahabat Dream juga perlu untuk mengetahui waktu yang terbaik dalam melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Menurut Syeikh Wahbah Az-Zuhaily, semua ulama telah bersepakat bahwa waktu yang paling baik untuk menyembelih hewan kurban adalah di hari pertama setelah sholat ied sampai sebelum tergelincirnya matahari atau sebelum masuk waktu Dhuhur. Berikut adalah penjelasan dari Syeikh Wahbah Az-Zuhaily dalam kitab Fiqhul islami wa Adillatuhu:

Ada perbedaan pendapat ulama fikih terkait awal dan akhir waktu penyembelihan hewan kurban, serta kemakruhan menyembelih di malah hari. Tetapi, mereka seluruhnya sepakat bahwa waktu utama menyembelih kurban ialah hari pertama sebelum tergelincir matahari, karena hal itu sunah.”

Sunahnya waktu penyembelihan tersebut dengan berdasar pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah saw mengatakan:

Sungguh yang pertama kali kami lakukan pada hari ini ialah shalat, kemudian kami pulang dan setelah itu menyembelih hewan kurban. Siapa yang melakukan hal demikian (menyembelih setelah shalat), maka dia telah memperolah sunah kami. Tetapi siapa yang menyembelih sebelum itu, maka penyembelihannya itu sebatas menyembelih untuk keluarganya sendiri dan tidak dianggap ibadah kurban,” (HR Al-Bukhari).

Meski begitu, sebenarnya waktu menyembelih hewan kurban itu ada empat hari yang dimulai dari tanggal 10 hingga 13 Zulhijah. Namun akan lebih baik jika pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan pada hari pertama sebelum tergelincirnya matahari supaya bisa mendapatkan sunahnya.

Perlu diketahui juga oleh setiap umat Islam bahwa tidak diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban sebelum sholat ied dilaksanakan. Hal ini pun sudah disepakati oleh seluruh ulama. Jika ada yang sampai menyembelih hewan kurban sebelum melaksanakan sholat ied, maka pelaksanaan penyembelihan itu tidaklah bisa dianggap sebagai ibadah kurban.

Itulah penjelasan tentang metode penentuan kapan lebaran haji tiba dan waktu paling baik untuk menyembelih hewan kurban. Dengan mengetahuinya, insya Allah umat Islam bisa menjalankan ibadah tersebut sesuai dengan perintah Allah SWT.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More