Kasus Covid-19 DKI Jakarta Membludak, Ruang Isolasi Tersisa 21 Persen

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 2 Desember 2020 14:00
Kasus Covid-19 DKI Jakarta Membludak, Ruang Isolasi Tersisa 21 Persen
Keterpakaian tempat tidur isolasi mencapai 79 persen dengan total pasien isolasi sebanyak 4.851 orang.

Dream - Tingkat keterisian tempat tidur isolasi di 98 rumah sakit rujukan Covid-19 DKI Jakarta mencapai 79 persen. Ada 4.851 pasien isolasi yang sedang dirawat.

Dengan demikian, berdasarkan data yang dirilis akun Instagram @dkijakarta pada 29 November 2020, jumlah tempat tidur isolasi yang tersedia di rumah sakit rujukan Covid-19 DKI Jakarta tinggal 21 persen dari total 6.129 tempat tidur.

Sementara, tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU mencapai 74 persen. Ada 630 pasien yang sedang dirawat. Dengan demikian, tempat tidur di ICU yang tersedia tingga 26 persen dari total 849.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (@dkijakarta)

Untuk menambah tempat tidur isolasi pemerintah pusat telah berkolaborasi dengan dua hotel di Jakarta yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan sejumlah lokasi untuk tempat isolasi mandiri.

1 dari 3 halaman

Anies dan Wagub Positif Covid-19

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap atau PCR pada Selasa, 1 Desember 2020. Dia mengatakan, dirinya telah melakukan tes usap pada Senin, 30 November 2020 di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan saat ini kondisi tanpa gejala dan tengah melakukan isolasi mandiri yang terpisah dengan keluarganya.

" Isolasi mandiri yang akan saya lakukan di rumah dinas di mana saya akan tinggal sendiri sedangkan keluarga akan tinggal di rumah pribadi yang selama ini kita tempati," kata Anies dalam video instagram @aniesbaswedan, Selasa 1 Desember 2020.

      View this post on Instagram      

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (@dkijakarta)

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria, terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Jumat 27 November 2020. Riza mengaku saat ini pihaknya tengah menjalankan isolasi mandiri.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Anies dan Wagub DKI Positif, Satgas: Semoga Masyarakat Sadar

Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, terkonfirmasi positif Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 nasional menegaskan, penanganan kasus Corona di DKI akan tetap berjalan.

" Satgas turut prihatin dengan terkonfirmasi positif Covid-19 yang dialami Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Meski demikian, kebijakan pencegahan Covid-19 di Ibu Kota akan tetap berjalan dan fokus kepada implementasi strategi 3M dan 3T," ujar juru bicara satgas Covid-19 nasional, Prof Wiku Adisasmita dalam konferensi pers, Selasa 1 Desember 2020.

3M yang dimaksud Wiku yakni Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker. Sementara 3T itu yakni testing, tracing, dan treatment.

Dengan berita terkonfirmasi Anies dan Ahmad Riza, Wiku berharap masyarakat semakin sadar tentang bahaya Covid-19. Wiku pun menegaskan Corona bisa menular siapa saja tanpa pandang bulu.

" Satgas berharap diagnosa positif Covid-19 pada pimpinan daerah dapat menyadarkan masyarakat, Covid-19 berpotensi menular kepada siapapun, siapa saja tanpa memandang status maupun latar belakang bahkan apapun pekerjaannya," ucap Wiku.

" Maka dari itu, satgas mengingatkan agar masyarakat betul-betul tertib protokol kesehatan dan jangan pergi ke lokasi di mana ada kerumunan," tegas Wiku.

 

 

3 dari 3 halaman

Wiku juga menjelaskan, saat ini satgas tengah menggalakan upaya testing dan tracing di wilayah DKI Jakarta.

Hal ini mengingat angka kasus positif di DKI Jakarta terus naik dalam waktu seminggu terakhir, sehingga testing dan tracing sangat dibutuhkan untuk memutus rantai penularan Corona.

" Lebih daripada itu paling penting adalah masyarakat sendiri harus mampu menghindari terjadinya kontak dan penularan di antara keluarga atau tempat pekerja atau di manapun kita berada," ucap Wiku.

Wiku meminta masyarakat waspada. Dia tak ingin kasus Corona menjadi tak terkontrol.

" Tidak boleh terulang kembali peningkatan kasus yang tidak terkendali," jelas Wiku.

Beri Komentar