Kasus Covid-19 DKI Meningkat, Uji Coba Sekolah tatap Muka Tetap Berjalan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 14 Juni 2021 14:00
Kasus Covid-19 DKI Meningkat, Uji Coba Sekolah tatap Muka Tetap Berjalan
Anies Baswedan tidak menunda rencana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Dream - DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tidak menunda rencana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

" Pembukaan sekolah itu jauh, sekarang yang masih ada berjalan uji coba (PTM) jalan terus," kata Anies di kawasan Jakarta Selatan, Minggu 13 Juni 2021.

Dengan peningkatan kasus signifikan, Anies memastikan, pelaksanaan PTM dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan yang sudah ada.

" Kita bertanggung jawab atas kondisi yang sekarang sedang kita hadapi. Cara bertanggung jawab adalah dengan menjalankan seluruh prokes. Jam operasi ditaati, jumlah keterisian orang ditaati, demikian penggunaan masker ditaati," ucapnya.

1 dari 4 halaman

Kenaikan Kasus Covid-19

Anies juga menyebut adanya peningkatan kasus aktif Covid-19 pada 6 Juni 2021 hingga 13 Juni 2021. Kenaikannya mencapai tujuh ribu kasus.

" Kasus aktif naik 11.500 jadi 17.400, naik 50 persen dalam 1 Minggu," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan, positivity rate naik dari 9 persen menjadi 17 persen. Anies menyebut bila kemampuan testing Covid-19 sudah dilakukan empat kali lipat.

" Pekan ini ditingkatkan 8 kali lipat tapi tetap positivity ratenya tinggi. Ini menunjukkan di luar sana ada peningkatan kasus yang amat signifikan," kata dia.

Lalu untuk ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Ibu Kota juga mengalami peningkatan. Anies menyebut kenaikan tersebut sebesar 30 persen dari sejak 5 Juni 2021.

2 dari 4 halaman

Daftar Sekolah Ikut Uji Coba PTM

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan sebanyak 226 sekolah mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada hari ini, Rabu (9/6/2021).

" 226 itu rinciannya 83 yang piloting terbatas kemarin yang telah melaksanakan, ditambah 143 sekolah yang saat ini melakukan PTM tahap satu," kata Taga saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan pada 83 sekolah sebelum yang telah mengikuti pada 7-29 April 2021, belum termasuk kategori uji coba. Taga merincikan, 143 sekolah yang ikut serta dalam PTM saat ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 300 sekolah yang mendaftar.

" Untuk 143 itu rinciannya SD 76 sekolah, MI satu sekolah, SMP 14 sekolah, MTS 3 sekolah, SMA 11 sekolah, MA 1 sekolah, SMK 33 sekolah, LKP 4 sekolah, totalnya 143," ucapnya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 4 halaman

Singgung Mal dan Sinema Dibuka, Nadiem: Sudah Saatnya Sekolah Lakukan Tatap Muka

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menyatakan sekolah akan diizinkan menyediakan pembelajaran tatap muka sebentar lagi. Hal ini diberlakukan khusus untuk sekolah di zona hijau dan kuning, tidak untuk zona merah dan oranye.

Menurut Nadiem, sekolah menjadi tempat terakhir yang dibuka. Padahal tempat lain seperti mal dan pusat perbelanjaan sudah dibuka terlebih dahulu.

" Kenyataannya adalah mal, sinema dan semua tempat kerja sudah dibuka untuk tatap muka. Jadi sudah saatnya sekolah-sekolah kita melakukan tatap muka terbatas," ujar Nadiem.

4 dari 4 halaman

Pengajuan Opsi Tatap Muka Terbatas

Nadiem juga mengatakan pada dasarnya pilihan pembelajaran tatap muka terbatas sudah dimulai sejak Januari 2021. Tetapi, orangtua murid sendiri diberikan kebebasan untuk menentukan apakah anaknya sekolah secara tatap muka atau jarak jauh.

Bahkan sebelum vaksinasi yang saat ini tengah berjalan, sekolah tatap muka sudah diperbolehkan. Tetapi pada saat sudah selesai divaksinasi itu, kewajiban sekolah untuk mengajukan opsi tatap muka terbatas.

Untuk meyakinkan masyarakat, Nadiem menjelaskan jika 28 persen tenaga pendidik di Indonesia sudah menerima vaksin Covid-19.

" Pada saat ini, ini angka yang menurut saya cukup luar biasa. Bahwa walaupun dengan situasi dunia, dengan masalah pasokan vaksin yang sering terhambat, dengan faktor-faktor di luar kontrol kita, kita masih berhasil vaksinasi 28% dari 5,6 juta pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia dalam waktu lumayan singkat dengan begitu banyaknya supply shock international dengan vaksin," katanya Nadiem.

Beberapa daerah yang tenaga pendidiknya sudah disuntik vaksin. Di antaranya DKI Jakarta yang mencapai 80 persen, Yogyakarta mencapai 75 persen, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 35 persen.

Sumber: pikiran-rakyat.com 

Beri Komentar