Diskusi PAI Mengenai Pembelajaran PAI Untuk Mewujudkan Islam Damai (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia seringkali dipandang memiliki persoalan yang cukup pelik. Tak hanya materi kurikulum, kemampuan guru dalam mengajarkan nilai-nilai perdamaian dalam Islam juga menjadi perhatian khusus sejumlah kalangan.
Menanggapi persoalan itu, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengakui wajah PAI memang sudah saatnya berubah. Salah satu langkah caranya adalah dengan meningkatkan kompetensi guru-guru PAI.
" Pelatihan peningkatan kompetensi dan kapasitas guru itu penting. Sebab, sebagus apapun kurikulumnya kalau guru tidak bisa mengeksekusi sama saja bohong," jelas Kamaruddin dalam diskusi 'Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai-Nilai Budaya Damai' di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu, 4 November 2015.
Untuk itu, pihaknya telah mengirim 30 guru PAI terbaik se-Indonesia untuk belajar metodologi pengajaran di Oxford University, Inggris. Para guru tersebut diminta mempelajari dan mencermati teknik mengajar agama di Negeri Ratu Victoria itu.
" Nantinya, mereka diharapkan bisa mengajarkan PAI dengan gaya yang lebih interaktif agar anak-anak tertarik," katanya.
Menurutnya, pemilihan Inggris dan Oxford University sebagai acuan studi para guru PAI karena materi pelajaran agama, meski bukan pelajaran wajib, di universitas itu disampaikan dengan unik. Hasilnya, kelas yang mengajarkan pendidikan agama selalu diminati siswa.
Kondisi seperti inilah yang ingin ditiru Kemenag. Kamaruddin berharap nantinya pelajaran agama bisa menjadi pelajaran favorit para siswa.
" Semoga nantinya pelajaran agama bukan sesuatu yang dibenci tidak disukai tetapi disenangi dan menjadi favorit," harap dia.
Advertisement
Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan


Mandela Effect: Ketika Banyak Orang Salah Mengingat Hal yang Sama

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907