Kemenkes: Pengidap Gangguan Mental Meroket Akibat Pandemi Covid-19

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 12 Oktober 2022 17:36
Kemenkes: Pengidap Gangguan Mental Meroket Akibat Pandemi Covid-19
Menurut Endang, peningkatan presentase masalah kesehatan jiwa disebabkan oleh berbagai faktor.

Dream - Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan situasi pandemi Covid-19 telah menyebabkan peningkatan jumlah masyarakat yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.

Tak hanya dialami warga yang terpapar penyakit Covid-19, gangguan mental juga dialami mereka yang terdampak masalah sosial ekonomi akibat pandemi tersebut.

“ Saat pandemi, masalah gangguan kesehatan jiwa dilaporkan meningkat sebesar 64,3%,” kata Endang dalam keterangannya, Rabu 12 Oktober 2022.

Menurut Endang, peningkatan presentase masalah kesehatan jiwa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga psikolog yang masih kurang.

1 dari 5 halaman

“ Kita juga melihat dari data-data pelayanan yang ada, saat ini baru sekitar 50% dari 10.321 unit Puskesmas kita yang mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa,” ujarnya.

Sementara sisanya belum memiliki layanan kesehatan jiwa. Sama halnya dengan layanan kesehatan jiwa di rumah sakit, jumlahnya belum merata.

Endang menyebut masih ada empat provinsi yang belum memiliki Rumah Sakit Jiwa dan baru 40% RS Umum yang ada fasilitas pelayanan jiwa.

Berbanding lurus dengan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa di fasyankes dan Puskesmas, jumlah psikiater yang ada saat ini belum mencukupi.

Tak hanya dari sisi jumlah, sebaran psikiater juga belum merata. Masih terkonsentrasi di kota-kota besar saja.

2 dari 5 halaman

AS Nyatakan Pandemi Covid-19 Berakhir, Jokowi: `Tidak Usah Tergesa-gesa`

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah takkan tergesa-gesa menetapkan pandemi Covid-19 di Indonesia telah berakhir. Keputusan terkait akhir dari wabah yang melumpuhkan ekonomi dunia ini hanya bisa dinilai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penegasan Jokowi tersebut menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Bidden yang menyatakan pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.

" Ya pandemi ini kan terjadi di seluruh negara di dunia yang bisa memberikan statement menyatakan pandemi itu selesai adalah WHO," kata Jokowi usai meresmikan tol Cibitung-Cilincing di Bekasi, Selasa, 20 September 2022, dikutip dari Merdeka.com.

Walaupun jumlah masyarakat yang terserang Covid-19 di tanah air sudah melandai, kepala negara mengatakan Indonesia masih tetap harus waspada. Dia tak mau terburu-buru mengumumkan pandemi sudah berakhir.

" Kalau untuk Indonesia saya kira harus hati-hati, tetap harus waspada, tidak usah harus tergesa-gesa, tidak harus segera menyatakan bahwa pandemi sudah selesai, saya kira hati-hati," ucapnya.

3 dari 5 halaman

Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Berakhir

Sikap kehati-hatian tersebut dipelrukan karena masih ada beberapa negara yang justru mencatat kenaikan kasus Covid-19. Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah akan menanggapi kondisi ini dengan hati-hati.

" Ada di satu, dua negara yang sekarang ini sudah Covid-nya mulai bangkit naik, hati hati, kehati hatian itu yang sangat kita perlukan," imbuhnya.

joe biden© Shutterstock/Crush Rush

Berbeda dengan Jokowi, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 sudah berakhir.

Meskipun, dia mengakui bahwa negeri Paman Sam yang dipimpinnya itu masih memiliki 'masalah' dengan virus yang telah menewaskan lebih dari 1 juta orang di negara tersebut.

" Pandemi sudah berakhir. Kami masih memiliki masalah dengan Covid. Kami masih melakukan banyak pekerjaan untuk itu. Tetapi pandemi sudah berakhir," kata Biden dalam program '60 Minutes'.

4 dari 5 halaman

Kabar Gembira! WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut akhir dari pandemi Covid-19 kini sudah di depan mata. Namun, negara-negara diminta untuk melanjutkan upaya mereka melawan virus yang telah menewaskan lebih dari enam juta orang itu.

" Kita belum sampai di sana (akhir pandemi Covid-19. Tetapi sudah di depan mata," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari Fox News, Jumat 16 September 2022.

Komentar tersebut menjadi pernyataan WHO paling optimistis sejak menyatakan Covid-19 sebagai darurat internasional pada Maret 2020. Pandemi Covid-19 juga secara luar biasa berimbas pada ekonomi global dan sistem perawatan kesehatan.

5 dari 5 halaman

Peluncuran vaksin dan terapi telah membantu membendung keparahan penyakit. Berdasarkan data WHO, kematian akibat Covid-19 pekan lalu adalah yang terendah sejak Maret 2020.

Namun, negara-negara didesak untuk kembali mencermati kebijakan terkait penanganan Covid-19 sebagai antisipasi menghadapi berkembangnya virus Corona di masa depan.

WHO memperingatkan kemungkinan gelombang virus di masa depan dan meminta negara-negara untuk menjaga pasokan peralatan medis dan petugas kesehatan yang memadai.

" Kami memperkirakan akan ada gelombang infeksi di masa depan, berpotensi pada titik waktu yang berbeda di seluruh dunia yang disebabkan oleh subvarian Omicron yang berbeda atau bahkan varian yang berbeda," kata Ahli Epidemiologi Senior WHO, Maria Van Kerkhove.

 

Beri Komentar