Jokowi Tinjau Stadion Kanjuruhan Usai Tragedi Tewasnya 131 Orang, Temukan Fakta Mengejutkan Ini

Reporter : Okti Nur Alifia
Rabu, 5 Oktober 2022 18:20
Jokowi Tinjau Stadion Kanjuruhan Usai Tragedi Tewasnya 131 Orang, Temukan Fakta Mengejutkan Ini
Jokowi mengungkapkan tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor.

Dream - Jokowi meninjau Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai buntut tragedi kerusuhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya, yang menewaskan 131 orang.

Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu, tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor, seperti pintu yang terkunci, tangga yang curam, hingga kepanikan.

" Sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada, tapi itu saya hanya melihat lapangannya," kata Jokowi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Jokowi menegaskan, tata kelola persepakbolaan Indonesia perlu diperbaiki secara keseluruhan, mulai dari pertandingan, stadion, penonton, hingga pengamanan.

1 dari 3 halaman

Mantan Gubernu DKI Jakarta ini mengatakan, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan kesiapannya untuk membantu memperbaiki tata kelola tersebut.

" Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya, baik manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, manajemen pengamanan. Semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini tidak terjadi lagi, jelas semuanya," tegasnya.

Selain itu, Jokowi menambahkan, pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Tim tersebut dibentuk untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

" Kita tahu telah dibentuk tim gabungan independen pencari fakta yang diketuai oleh Pak Menko Polhukam. Kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang," tutupnya.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Telepon Presiden FIFA, Jokowi Pasrah Nasib Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Pasca Tragedi Kanjuruhan

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) teleh menjelaskan tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kepada Presiden FIFA Gianni Infantino melalui sambungan telepon. 

" Hari Senin malam, saya telah bergabung langsung berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Presiden Gianni Infantino. Berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang,” kata Jokowi kepada wartawan di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2022.

Presiden juga membahas soal Piala Dunia U-20 di mana Indonesia menjadi tuan rumah pada 20 Mei-11 Juni 2023 mendatang.

“ Juga berbicara mengenai Fifa under twenty berbicara banyak," lanjutnya.

Jokowi menyerahkan keputusan terkait nasib penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan Piala Dunia U-20 di tangan FIFA. Presiden juga akan mengikuti keputusan organisasi sepakbola dunia itu terkait sanksi yang akan dijatuhkan FIFA usai tragedi Kanjuruhan.

" Tetapi keputusan apapun adalah kewenangan di FIFA," ujar Jokowi.

3 dari 3 halaman

Pemerintah diketahui telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap kasus atau peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Tim dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md.

" Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan indendepen pencari fakta atau TGIPF yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam," kata Mahfud dalam konferensi pers, Senin 3 Oktober 2022.

Mahfud Md menargetkan pengusutan tragedi yang menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia itu selesai 2 sampai 3 minggu. Tim ini terdiri dari, pejabat kementerian terkait, kemudian organisasi profesi olahraga sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar