Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Utang memang dibolehkan dalam Islam namun menuntut dikembalikan atau dilunasi. Kalau bisa, jangan sampai menunda pelunasan.
Sebab, menunda bayar utang bisa mendatangkan masalah. Kecuali dengan alasan tertentu.
Sayangnya, kondisi sulit tidak bisa ditolak. Alhasil, pembayaran utang jadi tertunda.
Situasi sulit ini pernah terjadi pada sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Muadz bin Jabal RA. Sampai-sampai, Muadz tak bisa Sholat Jumat karena takut ditagih utang.
Dalam sebuah riwayat, Muadz meminjam emas satu uqiyah (setara 201 gram) kepada wanita Yahudi, Yohana bin Maria. Namanya utang, Muadz wajib mengembalikannya.
Suatu pagi di hari Jumat, Yohana datang ke rumah Muadz untuk menagih utang. Tetapi, Muadz takut keluar rumah.
Sialnya, Yohana malah menunggu di depan rumah Muadz. Hingga tiba waktu Sholat Jumat, Yohana tak juga pergi.
Alhasil, Muadz tak bisa pergi ke masjid untuk Sholat Jumat. Dia takut dihadang Yohana dan ditagih.
Ketika Sholat Jumat, Rasulullah mencari Muadz. Tidak biasanya Muadz tidak Sholat Jumat.
Keesokan harinya, Rasulullah menegur Muadz. Bertanya kepada sahabatnya mengapa tidak Sholat Jumat.
" Apa yang mencegahmu dari berangkat Jumatan, Muadz," tanya Rasulullah.
" Karena Yohana, Nabi," jawab Muadz.
Muadz kemudian bercerita mengenai masalahnya kepada Rasulullah. Itulah yang jadi sebab dia tidak bisa Sholat Jumat.
" Karenanya aku enggan keluar rumah, khawatir Yohana menagihku. Sementara aku belum punya harta untuk melunasinya," kata Muadz.
Rasulullah kemudian memberikan solusi kepada Muadz berupa sebuah doa. Doa itu tercantum dalam Alquran.
" Tidakkah engkau mau aku ajari beberapa kalimat yang bila kamu berdoa dengannya, andaikan kamu punya utang emas sepenuh bumi, niscaya Allah akan melunasinya darimua?" tanya Rasulullah.
" Iya, Nabi," kata Muadz dengan wajah bersemangat.
Rasulullah kemudian mengajarkan kepada Muadz dua ayat Alquran, tepatnya Surat Ali Imran ayat 26-27. Selain itu, sebaris doa agar diamalkan Muadz.
Kisah ini tercantum dalam Kitab Fadha'ilul Qur'an karya Ja'far bin Muhammad Al Mustaghfiri, sebagaimana dikutipkan dari NU Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam