Kisah Pilu Gadis 19 Tahun Berjiwa Bayi 10 Bulan

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 3 September 2020 16:30
Kisah Pilu Gadis 19 Tahun Berjiwa Bayi 10 Bulan
Hingga kini, kondisinya belum dapat didiagnosis oleh dokter.

Dream – Kondisi misterius dialami oleh seorang gadis bernama Daisy Rainey. Gadis berusia 19 tahun itu harus menjalani hidup layaknya bayi berusia 10 bulan.

Daisy memang sudah bisa berjalan, namun dalam aspek lain, seperti tindakan dan pemahamannya, masih seperti bayi.

Daisy yang tinggal di Cardiff, Inggris, itu masih mengisap dot, memakai popok, dan harus disuapi saat makan.

Ia sangat bergantung pada ibu, ayah, dan saudara laki-lakinya. Tak hanya itu, Daisy juga berisiko mengalami serangan epilepsi yang parah.

1 dari 5 halaman

Telah mencoba mencari penyebabnya

Daisy© Foto: Matthew Horwood/ Magnus News

Selama beberapa tahun, keluarga Rainey mencoba mencari jawaban atas apa yang dialami puteri mereka. Namun, hingga kini para dokter spesialis pun belum mengetahui penyakit apa yang menyerang Daisy.

Saat ini Annie, ibu Daisy adalah pengasuh utamanya. Ia juga menuliskan kisah haru ini sembari membesarkan Daisy. Dia ingin agar kisah Daisy selama hampir 20 tahun ini, dapat diketahui oleh orang lain.

Dalam tulisan Annie, ia juga pernah menemukan peristiwa menyeramkan yang terjadi pada Daisy. Saat itu, ia melihat Daisy yang begitu ceria tiba-tiba memakan pisau cukur. Dan itu membuatnya harus lebih berhati-hati dalam menjaga Daisy.

2 dari 5 halaman

Belum dapat didiagnosis

Daisy© Foto: Matthew Horwood/ Magnus News

Suaminya, Nick, bekerja sebagai seorang insinyur sipil. Ia mengatakan bahwa Annie selalu ingin mengetahui bagaimana perkembangan puteri mereka.

Mereka juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengetahui kondisi Daisy. Tetapi tak ada satu pun yang benar-benar menunjukkan penyakit yang dideritanya.

“ Ketika Daisy berusia 3 tahun, saya yakin dia mengalami autis. Tetapi seiring berjalan waktu, itu bukanlah autis,” ungkap Nick.

Meskipun begitu, ada seorang ahli saraf yang selama menangani Daisy. Dan menurut Annie, ia telah menemani mereka selama bertahun-tahun.

3 dari 5 halaman

Kondisinya membingungkan para dokter

Daisy© Foto: Matthew Horwood/ Magnus News

Salah satu sosok yang telah ada untuk Daisy adalah ahli sarafnya yang menurut Annie telah menjadi segalanya dan lebih banyak lagi, dari dokter anak hingga konselor selama bertahun-tahun.

“ Apa yang saya alami ketika bertemu dengan profesional lain adalah mereka hampir menolak kami. Mereka justru ingin mengalihkan kami pada orang lain,” ungkap Annie.

Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Daisy adalah sebuah tebakan. Tak ada yang benar-benar paham apa yang ingin dilakukan oleh Daisy.

“ Daisy bisa berjalan. Dan saya pikir inilah yang membingungkan para dokter. Karena seharusnya dalam kondisi yang seperti itu, Daisy seharusnya tidak bisa berjalan,” jelas Annie.

4 dari 5 halaman

Merasa bersalah

Daisy© Foto: Magnus News

Ditengah segala kebingungan Annie, ia juga merasa bersalah pada suami dan puteranya.

“ Saya merasa sangat bersalah untuk Harvey. Tidak ada yang normal baginya saat tumbuh dewasa, karena Daisy datang lebih dulu. Dan aku juga merasa bersalah pada Nick, karena ia tidak bisa merasakan memiliki anak perempuan yang seharusnya ia miliki,” lanjut Annie.

Annie mengatakan satu hal tentang memiliki anak seperti Daisy adalah bagaimana reaksi orang lain atas kekurangan puterinya.

“ Saya muak meminta maaf setiap hari. Saya berpikir mengapa saya harus meminta maaf.”

5 dari 5 halaman

Mengirim Daisy ke perguruan tinggi

Daisy© Foto: Matthew Horwood/ Magnus News

Hingga suatu momen besar dialami keluarga Rainey. Dimana mereka menempatkan Daisy di sebuah perguruan tinggi.

“ Ini adalah keputusan yang monumental sekaligus menyakitkan. Daisy akan berada di asrama kampus. Saya khawatir mereka tidak dapat menanganinya. Saya merasa sangat bersalah. Tetapi disatu sisi saya tahu perguruan tinggi adalah tempat paling menakjubkan untuk Daisy,” ungkap Annie.

Seorang ahli saraf yang telah menangani Daisy sejak berusia empat tahun mengatakan kondisinya mungkin tidak akan pernah bisa dijelaskan sepenuhnya. Namun hingga kini mereka masih terus berupaya untuk membuat kondisi Daisy semakin membaik.

(Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar