Kisah Pilu Suartini, Hidupi 9 Anak & Berbagi Ranjang dengan Istri ke-2 Suaminya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 2 November 2020 08:45
Kisah Pilu Suartini, Hidupi 9 Anak & Berbagi Ranjang dengan Istri ke-2 Suaminya
Sudah begitu, diam-diam sang suami punya istri ke tiga dan ke empat.

Dream - Ini kisah Suartini, wanita dengan suami poligami. Selain mengurus anak sendiri, Suartini juga harus merawat anak tirinya, anak istri ke dua suaminya.

Suarti harus tinggal di rumah kontrakan yang kecil bersama empat anak kandungnya dan lima anak istri ke dua sang suami. Dia harus tidur seranjang dengan wanita yang telah 'merebut' suaminya tersebut.

Suartini mengungkapkan getirnya perjalanan biduk rumah tangganya bersama Sarlan. Bersama istri ke dua.

1 dari 7 halaman

Harus Rela Dimadu

Kisah Suartini© Merdeka.com/YouTube Trans TV

Kabar sang suami berpoligami diterima Suartini dengan tiba-tiba. Sang suami mendadak membawa istri ke dua ke rumah kontrakan mereka. Suartini yang tak sanggup membayangkan pertikaian di depan anak-anak, rela dimadu saat itu juga.

Namun mereka harus mencari rumah kontrakan baru. Sebab sang pemilik sebelumnya, tidak mau ada dua istri dalam satu keluarga yang tinggal di rumah kontrakannya.

" Ih mendadak itu ada. Bilangnya, 'Bu, ayah terpaksa menikah. Kalau enggak ya, gimana pasti ada ribut'. Ya sudahlah daripada berantakan ya, ya sudahlah nikahlah," kata Suartini seperti dikutip dari channel YouTube TRANS TV Official.

2 dari 7 halaman

Terpaksa Seranjang dengan Istri Kedua

Ternyata selama ini, Sarlan telah menjalin kasih tanpa seizin Suartini. Mengetahui cinta terlarang tersebut, istri ke dua diusir dari rumah oleh keluarganya.

Hingga keluarga istri ke dua, pernah mendatangi Suartini untuk meminta maaf. Begitu lapang dan rendah hati, mereka mengikhlaskan takdir tersebut.

" Sudah dibuang sama orangtuanya, kan malu sama keluarga saya. Kira-kira dapat setengah bulan, orang tuanya datang, nyerahin. Bilang minta maaf, bilang ke ibu saya kan. Sudah enggak apa-apa, sudah terima," ujar Suartini.

Rasa kalut yang sampai saat ini tak sanggup Suartini ungkap dengan kata-kata lagi. Sejak kedatangan istri ke dua, mereka harus tidur bersama satu ranjang.

" Waktu itu ya kamarnya belum ada, terpaksa. Perasaan ya gimana ya. Ya enggak bisa dibilang dengan kata-kata apa lagi, pokoknya saya pasrahlah," papar Suartini mengenang sedihnya.

3 dari 7 halaman

Berusaha Ikhlas

Kisah Suartini© Merdeka.com/YouTube Trans TV

Demi mencegah keributan di rumah, Suartini selalu mengalah. Apalagi perangai Sarlan yang keras.

" Saya selalu ngalah. Saya selalu ngalah dalam bidang apa pun. Saya selalu ngalah karena dia kan orangnya keras. Kalau keras sama keras kan akhirnya berantem," tukas Suartini.

" Tapi pengorbanan di sini, enggak bisa saya inian, enggak bisa bilang," ucap Suartini terbata bingung menggambarkan kenangan kelamnya.

4 dari 7 halaman

Rawat 9 Anak

Kisah Suartini© Merdeka.com/YouTube Trans TV

Sekitar empat tahun, Suartini menahan beban hidup merawat sembilan anak, empat anak kandungnya, serta kelima anak dari istri ke dua. Saat anak-anaknya cukup dewasa, Suartini memilih hengkang dari rumah tersebut.

Sekian tahun menahan getirnya biduk rumah tangga, terkadang Suartini mengaku refleks memarahi dan memukul anaknya. Saat usianya mulai menua, rasa sesal dan sedih seraya menyelimuti. Ia kerap minta maaf pada anaknya setiap selesai sholat.

" Akhirnya saya ini. Aduh anak saya kok disiksa terus, bilangin ke anak-anak saya. Saya reflek mukul. Sekarang saya waktu sholat, saya minta maaf ya nak ya, ibu minta maaf suka mukulin," cerita Suartini.

5 dari 7 halaman

Suami Punya Simpanan Lain

Hubungan Suartini dengan Sarlan masih saja dipertahankan. Hingga suatu ketika, ia merasa curiga dengan gelagat suaminya yang kian berubah.

Ternyata ia telah memiliki wanita simpanan lain. Sejak adanya istri ke dua saja, rasa sayang Sarlan sudah berkurang, apalagi sekarang.

" Sudah ada tiga, tapi belum nikah itu. Tidak tahu disimpan di mana," ungkap Suartini.

Kisah Suartini© Merdeka.com/YouTube Trans TV

Kabar bahagia tengah menghampiri Suartini saat mengetahui putri sulungnya hendak menikah. Hari istimewa tersebut digelar di Palembang.

Namun bayangan bahagianya musnah seketika. Lantaran sang suami membawa istri ke tiga dari Semarang. Ia meminta sosok baru inilah, yang duduk di samping kursi pelaminan anaknya.

" Langsung bles, ke dalam kepala. Kaya nyut-nyut ini kepala. Aduh ya Allah, bilang. 'Kok anak dia, kan anak ibu, anak Tini yang melahirkan kan? Masa dia?'. Jauh-jauh dari Semarang datang," Suartini mengungkapkan kesedihan mendalamnya.

6 dari 7 halaman

Miliki Simpanan Keempat

Meski sudah menerima perlakuan tidak adil dari sang suami, Suartini tak pernah menyimpan dendam. Ia lebih mementingkan kondisi anak-anaknya.

" Dendam sih enggak, dendam kan enggak boleh. Daripada nambah dosa. Biarinlah. Saya kan ngelarang enggak, nyuruh juga enggak. Kalau dilarang, nanti berbuat berzina. Kasihan anak-anak juga. Asal jangan ditelantarin anak orang,"

Ternyata Sarlan diam-diam telah menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia memiliki istri ke empat. Apalagi kini Sarlan makin suka berjudi dan bermain perempuan. Mengetahui hal itu, Suartini akhirnya memutuskan untuk menghindar. Ia mulai bekerja sebagai perawat bayi di rumah orang lain untuk mencukupi kebutuhan.

" Lepas kaya burung dari sangkar. Bebas, sebebas bebasnya. Mau apa kek nggak ada pikiran lagi. Ya sudahlah. Pokoknya sekarang saya mau nyenengin hati, supaya saya sehat, jangan sakit, mau ngurus badan," ungkap Suartini.

7 dari 7 halaman

Sempat Dendam

Suartini mengakui sebagai manusia biasa, sempat tersirat untuk melakukan hal yang sama. Ia hendak berpacaran dengan pria lain. Tapi ternyata tetap saja tidak sanggup.

" Tadinya ada pengen balas dendam. Ah mau pacaran saja. Kaya udah mau cari yang ke dua, eh enggak bisa. Mungkin enggak boleh ya, mungkin mending hidup cukup satu. Laki-laki cukup satu, benar-benar enggak saya," ungkapnya.

Kisah Suartini© Merdeka.com/YouTube Trans TV

Sebuah pelajaran baru yang menginspirasi. Meski sudah ditempa dengan terjalnya kehidupan yang cukup tragis, Suartini tak mau mengeluh. Dia memilih untuk mendoakan suaminya tersebut. Jalan bahagianya bersama anak-anak dan hidup sehat.

" Enggak, saya enggak pernah ngeluh. Saya enggak pernah yang 'Aduh, kenapa ya Allah hidup saya'. Enggak. Malah saya berdoa, ya Tuhan ampunilah dosa-dosa suamiku, saya sudah maafkan. Tapi kadang-kadang ya namanya juga manusia, ada sedikit panas, langsung saya usir," papar Suartini.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar