Koma 42 Tahun, Perawat Korban Perkosaan itu Akhirnya Meninggal

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 20 Mei 2015 08:02
Koma 42 Tahun, Perawat Korban Perkosaan itu Akhirnya Meninggal
Ia menderita kerusakan otak dan berada dalam keadaan koma sejak dicekik dengan rantai anjing, lalu diserang secara seksual oleh seorang pekerja rumah sakit pada tahun 1973.

Dream - Seorang perawat di India yang menjadi korban perkosaan dan kemudian koma selama 42 tahun, akhirnya meninggal dunia.

Perawat tersebut meninggal pada Senin kemarin di RS King Edward, Mumbai.

AS menderita kerusakan otak dan berada dalam keadaan koma sejak dicekik dengan rantai anjing dan diserang secara seksual oleh seorang pekerja rumah sakit pada tahun 1973.

AS mengalami pneumonia dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya meninggal pada usia 66 tahun pada Senin kemarin, seorang pejabat RS King Edward mengatakan kepada kantor berita India Press Trust.

AS diserang pekerja di bangsal ruang bawah tanah rumah sakit tempat ia ditemukan 11 jam kemudian. Dia mengalami kebutaan dan menderita cedera batang otak yang parah.

Sejak itu dia menghabiskan lebih dari empat dekade di bawah perawatan tim dokter dan perawat rumah sakit.

Sementara penyerangnya dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun.

" Kematian AS yang sebenarnya terjadi pada tahun 1973. Sekarang ini hanyalah kematiannya secara hukum," kata Pinki Virani, teman AS sekaligus seorang jurnalis kepada saluran berita Zee News TV.

" Aruna kami telah memberikan negara kita sebuah hadiah besar dalam bentuk undang-undang euthanasia pasif," kata Virani.

Nasib AS ini menjadi titik tolak dari perdebatan tentang euthanasia atau hak untuk mati di India. Sejak awal kasus Shanbaug, Virani telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung India pada tahun 1999 untuk memungkinkan sahabatnya itu meninggal dengan bermartabat.

Sebelumnya, hukum India tidak mengizinkan euthanasia atau mengakhiri hidup untuk mencegah rasa sakit dalam penderitaan yang berkepanjangan yang dirasakan pasien.

Namun pada 2011, MA India memutuskan euthanasia pasif yang mengizinkan keluarga atau rumah sakit mencabut penunjang kehidupan pasien yang mengalami sakit sangat parah.

Beri Komentar