Ramai-ramai Galang Dana untuk Membangun Masjid di Lombok

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 16 Agustus 2018 06:01
Ramai-ramai Galang Dana untuk Membangun Masjid di Lombok
Sedikitnya 50 mushola dan 15 masjid hancur akibat gempa.

Dream - Gempa dahsyat yang beberapa kali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, menimbulkan kerusakan parah. Tidak hanya rumah dan sekolah, sejumlah masjid dan mushola turut roboh akibat gempa tersebut.

Lembaga filantropi Johari Zein Foundation (JZF) mencatat ada 50 mushola dan 15 masjid hancur. Beberapa di antaranya seperti Masjid Jamiul Jamaah di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang dan Masjid Jabal Nur di Dusun Lading-Laading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

JZF mengajak masyarakat menyalurkan donasi untuk meringankan kesengsaraan masyarakat Lombok. Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk membangun kembali masjid-masjid yang hancur.

" Fokus kegiatan dari Johari Zein Foundation adalah menjaga kenyaman beribadah umat Islam dengan melakukan pembangunan masjid dan pondok pesantren di Indonesia," ujar founder JZF, Johari Zein, di Jakarta, Rabu 15 Agustus 2018.

Pendiri Group Global Basket Mulia Investama (GBMI) ini menjalin kerja sama dengan Alien Design Consultan (Alien DC) terkait rancangan masjid yang akan dibangun ulang. Tentunya, masjid baru akan menggunakan desain konstruksi tahan gempa.

Untuk penggalangan dana, JZF mendapat dukungan dari para seniman musik melalui perusahaan Kolase.com. Apabila ada yang ingin menyumbang, bisa melalui Bank BNI Syariah Nomer 0828 20 5000/IDR An. Yayasan Johari Zein.

Rencananya, penggalangan dana dijalankan dilakukan selama tiga bulan. Sedangkan proses pembangunan masjid diprediksi berjalan selama 1,5 tahun.

1 dari 3 halaman

Kerugian Gempa Lombok Tembus Rp7,45 Triliun

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan kerugian akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat mencapai Rp7,45 triliun. Hal ini didasarkan pada data terkini per 13 Agustus 2018.

" Kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai Rp7,45 triliun," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 Agustus 2018.

Sutopo menjelaskan, kerusakan itu meliputi sektor permukiman Rp6,02 triliun, infrastruktur Rp9,1 miliar, ekonomi produktif Rp570,55 miliar, sosial Rp779,82 miliar dan lintas sektor Rp72,7 miliar.

BNPB Catat Kerugian Akibat Gempa Lombok Capai Rp7,45 Triliun

" Sektor permukiman adalah penyumbang terbesar dari kerusakan dan kerugian akibat bencana, mencapai 81 persen," ucap dia.

Menurut Sutopo, jumlah tersebut masih bisa bertambah. Sebab, kata dia, data tentang dampak gempa terus masuk ke posko laporan yang nantinya dihitung BNPB.

" Pembangunan kembali akan dilakukan di 5 sektor yaitu sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor. Tentu memerlukan triliunan rupiah," kata dia. (ism)

 

2 dari 3 halaman

Biaya Rehabilitasi

Selanjutnya, Sutopo mengatakan biaya rehabilitasi tentu seluruhnya dilimpahkan ke pemerintah daerah. Pemerintah pusat tetap akan memberikan dana bantuan. Tidak menutup kemungkinan adanya donasi dari dunia usaha maupun masyarakat.

" Proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan selama dua tahun," ujar dia.

Tiga Shaf Jemaah Sholat Isya Terjebak Dalam Masjid di Lombok Utara

Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan, hingga 15 Agustus 2018 BNPB mencatat 460 orang meninggal dunia. Rinciannya, di Kabupaten Lombok Utara ada 396 korban, Kabupaten Lombok Barat 39 orang, Kabupaten Lombok Timur 12 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Denpasar 2 orang.

Untuk korban luka-luka, tercatat ada 7.773 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 959 orang luka berat sedangkan 6.774 orang luka ringan. Kemudian ada 417.529 orang mengungsi.

3 dari 3 halaman

Salut! Siswa Madrasah Kumpul Receh Sumbang Korban Gempa Lombok

Dream - Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kedatangan tamu sekelompok siswa madrasah pada Rabu kemarin, 8 Agustus 2018. Kedatangan mereka bukan untuk studi banding, melainkan menyerahkan dana bantuan untuk para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Anggota Baznas, Emmy Hamidiyah, memberikan apresiasi pada semangat para siswa madrasah membantu sesama. Meski jumlahnya tidak besar, kepedulian mereka terhadap sesama sudah terasah dengan baik.

" Dari anak-anak madrasah mengumpulkan uang receh, tingkat kepedulian meski dananya tidak besar," ujar Emmy, Kamis 9 Agustus 2018.

Emmy Baznas

Emmy menjelaskan para siswa itu datang sendiri untuk menyerahkan bantuan. Dia mengaku tidak mengetahui dari madrasah mana para siswa itu.

Lebih lanjut, Emmy menaruh harapan masyarakat terus berkenan memberikan bantuan baik uang maupun pakaian. Saat ini, para korban gempa benar-benar sangat membutuhkan pertolongan.

Sebelumnya, Baznas juga telah menyalurkan bantuan awal Rp1,5 miliar untuk korban gempa Lombok. Bantuan dapat ditambah tergantung hasil assessment tim Baznas di lapangan.

Beri Komentar