Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang wanita asal Indonesia menjadi korban penyerangan dan pemerkosaan di Rotterdam, Belanda. Insiden ini dilaporkan terjadi pada Sabtu pekan lalu.
Laman media setempat, NOS, melaporkan wanita yang merupakan mahasiswi itu sedang bersepeda dari Stasiun Pusat Rotterdam menuju tempat tinggalnya di Herman Bavinckstraat. Dia sampai di kediamannya sekitar pukul 5.30 pagi waktu setempat.
" Tidak lama setelah mengunci sepedanya, dia diserang hingga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit," demikian laporan NOS, dikutip dari merdeka.com, Senin 23 Juli 2018.
Kepolisian segera membentuk tim penyidikan usai mendapat laporan terkait insiden tersebut. Mereka mencari saksi di sekitar lokasi, memeriksa rekaman CCTV, dan melacak rute yang dilalui korban.
" Pelaku diyakini berumur sekitar 20 tahun dan menggunakan mantel gelap. Dia terlihat mengendarai sepeda berwarna gelap," ujar salah satu polisi.
© Dream
Stasiun televisi lokal, RTV Rijnmond, melaporkan korban adalah seorang mahasiswi Indonesia yang mengikuti program pertukaran di Universitas Erasmus. Warga sekitar menemukan mahasiswi itu usai mengalami pemerkosaan.
Diduga, mahasiswi tersebut sudah dikuntit sejak dari Avenue Concordia hingga ke tempat tinggalnya. Korban juga sempat dicekik dengan rantai sepeda.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, membenarkan terjadinya insiden ini. Saat ini, korban mengalami trauma.
" Sejak tadi malam, tim perlindungan WNI KBRI Den Haag sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan. Selain itu, tim juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memburu pelaku," kata Iqbal.
Kemlu tidak bersedia mengungkap identitas korban. Ini sesuai permintaan keluarga korban sekaligus prosedur yang telah ditetapkan.
" Atas permintaan keluarga korban, kami berusaha menjaga privasi dari kasus ini. Sesuai SOP Kemlu, kami harus menjaga identitas korban," terang Iqbal.
Sumber: merdeka.com