Ilustrasi Brasilodon Quadrangularis (CNN.com)
Dream - Mamalia tertua berhasil ditemukan tim ilmuwan asal Inggris dan Brasil. Berdasarkan pemeriksaan gigi dari fosil tersebut, para penemu meyakini hewan temuan mereka hidup sekitar 225 juta tahun lampau.
Fosil mamalia tertua itu bernama Brasilodon quadrangularis. Hewan yang mirip tikus itu memiliki panjang sekitar 20 sentimeter. Penemuan ini sekaligus menggantikan mamalia tertua sebelumnya yang diberi nama Morganucodon.
Terpaut 20 tahun, Morganucodon sebelumnya menjadi penemuan fosil hewan mamalia tertua yang berhasil diidentifikasi sebelumnya. Mamalia mirip tikus atau musang ini dipercaya hidup sekitar 205 juta tahun lalu.
Untuk memastikan hewan dari temuan fosil baru itu merupakan mamalia atau jenis yang lain, tim ilmuwan mencoba mengungkapnya dengan meneliti jaringan keras fosil seperti tulang dan gigi.
Kedua bagian ini diteliti karena kelenjar mamalia yang menghasilkan susu hingga kini belum pernah ditemukan.
Temuan baru yang dipublikasi pada Journal of Anatomy kemarin berhasil menempatkan Brasilodon quadrangularis sebagai mamalia tertua menggantikan Morganucodon.
Tim ilmuwan yang menemukannya berasal dari Museum Sejarah Alam di London, King's College London dan Universitas Federal Rio Grande do Sul Porto Alegre.
Mereka mengungkapkan Brasilodon quadrangularis hidup sekitar 225 juta tahun lalu, tepatnya 25 juta tahun setelah 90 persen hewan di laut dan 70 persen hewan di darat mati yang dikenal dengan peristiwa kepunahan massal Permian-Triassic.
“ Brasilodon quadrangularis sebelumnya diyakini sebagai 'reptil tingkat lanjut', tetapi pemeriksaan giginya menunjukkan ‘secara pasti’ bahwa itu adalah mamalia,” kata Martha Richter, rekan ilmiah museum sejarah alam dan penulis senior makalah tersebut.
" Jika kamu berpikir tentang reptil, mereka memiliki banyak, banyak gigi pengganti yang berbeda sepanjang hidup mereka, tetapi kita mamalia hanya memiliki dua. Pertama, gigi susu dan kemudian gigi kedua yang menggantikan gigi asli. Inilah yang mendefinisikan mamalia" jelas Richter .
Menurut tim ilmuwan, ddanya temuan baru tersebut akan membuka pemahaman baru akan evolusi mamalia modern.
Sumber: CNN
Advertisement