Manfaat Dzikir Pagi dan Petang yang Sayang Dilewatkan, Ada Surga Menantimu!

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 2 Desember 2022 09:45
Manfaat Dzikir Pagi dan Petang yang Sayang Dilewatkan, Ada Surga Menantimu!
Manfaat dzikir pagi dan petang perlu diketahui oleh umat Islam agar senantiasa dilindungi Allah SWT.

Dream - Dzikir pagi dan petang adalah sebagai amalan sunnah yang ringan dilakukan. Dzikir atau mengingat Allah SWT dianjurkan dalam setiap kesempatan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Terdapat dzikir pada waktu pagi dan petang sebagai amalan yang telah disebutkan dalam Al Quran Surat Al Ahzab ayat 41 sampai 42.

" Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

Selain itu dalam Surat Thaha ayat 130 Allah menyebutkan secara jelas waktu dzikir pagi dan petang

“ Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.”

Maka dari itu, manfaat dzikir pagi dan petang perlu diketahui oleh umat Islam agar senantiasa dilindungi Allah SWT seharian penuh. Mengenai manfaat dzikir pagi dan petang, akan dijelaskan dalam ulasan berikut ini.

1 dari 6 halaman

Manfaat Dzikir Pagi dan Petang

Mengamalkan dzikir pagi dan petang akan mendapat keutamaan yang dijanjikan Allah SWT Anjuran untuk membaca dzikir pagi dan petang juga disampaikan oleh Rasulullah SAW, " Gunakanlah waktu pagi dan waktu sore, serta sebagian waktu malam untuk beribadah." (HR. Bukhari 39).

Manfaat dzikir pagi dan petang ini juga disampaikan oleh para ulama yang berlandaskan dalil Al Quran dan Al Hadis. Berikut manfaat dzikir pagi dan petang yang perlu diketahui:

1. Dijauhkan dari Gangguan Jin

Manfaat dzikir pagi dan petang yang pertama adalah dijauhkan dari gangguan jin selama seharian. Apabila membacanya di pagi hari, maka ia akan terjaga dari gangguan jin sampai sore hari. Lalu apabila membacanya di sore hari, maka ia akan terjaga dari gangguan jin sejak petang hingga pagi hari.

Menurut Ibnu Qoyim, manfaat zikir pagi dan petang diibaratkan sebagai baju besi. Semakin banyak lapisan lempengnya, senjata tidak akan bisa menembus pemakainya. Bahkan, kekuatan baju besi bisa mencapai keadaan, dimana tombak bisa mental dan balik menyerang orang yang melemparnya.

2 dari 6 halaman

2. Dilimpahi Kasih Sayang Allah

Manfaat dzikir pagi dan petang yang kedua ialah mendapat kasih sayang dari Allah SWT. Hal ini telah jelas dikatakan dalam Surat Al Ahzab, bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertasbih kepada-Nya setiap pagi dan petang. Allah akan memberikan rahmat kepada manusia. 

Seseorang yang membaca dzikir pagi dan petang, maka Allah SWT akan memintakan ampun untuknya.

Seseorang yang berdzikir berarti selalu mengingat dan mencintai Allah SWT dalam keadaan apapun. Jika seorang hamba mencintai-Nya, maka Allah akan memberi kasih sayang-Nya melebihi apa yang dibayangkan.

3 dari 6 halaman

3. Diampuni Dosa-dosanya

Manfaat dzikir pagi dan petang yang selanjutnya adalah diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Dengan berdzikir setiap pagi dan petang, maka secara langsung akan mencegah seseorang berbuat kemaksiatan karena ia ingat bahwa Allah selalu melihat apa yang diperbuatnya.

Bacaan dzikir pagi dan petang ini sangat beragam, di antaranya kalimat thoyyibah dan kalimat istighfar. Kalimat istighfar adalah dzikir harian yang selalu dibaca Rasulullah Saw.

Dalam Surat Ghafir disebutkan barangsiapa yang bertasbih kepada Allah dan memohon ampunan-Nya, maka Dia akan mengampuni dosa-dosa.

“ Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi.” (QS. Ghafir: 55)

4 dari 6 halaman

4. Menjadi Penghuni Surga

Manfaat dzikir pagi dan petang juga menjadi jalan bagi seorang hamba untuk masuk ke surga-Nya Allah SWT. Terlebih jika bacaan dzikir pagi dan petang ini diucapkan dengan penuh penghayatan. Salah satu bacaan dzikir pagi dan petang yang populer adalah doa sayyidul istighfar.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika. Wa wa’dika maastatha’tu a’uudzubika min syarrimaa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya. Wa abuu-u bidzanbii faaghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: " Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada tuhan selain Engkau yang menciptakan aku. Dan aku adalah hamba-Mu, dan aku akan setia pada janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku. Maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau."

Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa mengucapkan dzikir ini (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari.

5 dari 6 halaman

5. Memberikan Ketenangan dan Kedamaian pada Jiwa

Manfaat dzikir pagi dan petang juga akan memberikan ketenangan serta rasa damai kepada jiwa.

Selalu mengingat Allah di setiap pagi dan petang akan menjadi obat mujarab bagi jiwa. Dengan membaca dzikir, hati akan tenang meskipun dihadang oleh cobaan hidup. Karena Allah akan selalu melimpahkan kedamaian dalam hatinya.

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

" (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d ayat 28). (mut)

6 dari 6 halaman

Waktu untuk Melakukan Dzikir Pagi dan Petang

Terkait dengan waktu yang tepat untuk membaca dzikir pagi dan petang, hal ini terdapat perbedaan di kalangan para ulama. Berikut adalah penjelasannya untuk sahabat Dream seperti dikutip dari rumaysho.com:

Waktu Dzikir Pagi

Pendapat Pertama

Waktu dzikir pagi pendapat pertama dimulai dari terbitnya fajar sampai matahari terbit. Pendapat ini berasal dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Kalimuth Thoyyib, Ibnul Qoyyim dalam Al Wabilush Shoyyib, Muhammad bin Ahmad bin Salim As Safarini Al Hambali dalam kitab beliau bernama Ghidza-ul Albaab li Syarh Manzhumatul Aadab, dan Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah.

Pendapat Kedua

Waktu dzikir pagi pada pendapat kedua dimulai dari terbitnya fajar sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat). Pendapat ini berasal dari Al Lajnah Ad Daimah dalam fatwa beliau dan kemudian menjadi pendapat Syaikh Muhammad bin Sholeh All ‘Utsaimin.

Pendapat Ketiga

Waktu dzikir pagi pada pendapat ketiga dimulai dari terbitnya fajar sampai matahari tenggelam. Pendapat ini berasal dari Ibnul Jazaari dalam kitab beliau yang bernama Mafatih Al Hishn dan pendapat dari Asy Syaukani dalam Tuhfatudz Dzaakirin.

Melalui ketiga pendapat di atas, pendapat yang dianggap kuat adalah bahwa dzikir pagi dimulai dari terbitnya fajar sampai waktu zawal.

Waktu Dzikir Petang

Pendapat Pertama

Waktu dzikir petang pada pendapat pertama dimulai dari waktu zawal (matahari tergelincir ke barat) sampai matahari tenggelam dan awal malam. Pendapat ini berasal dari Al Lajnah Ad Daimah dalam fatwa beliau dan pendapat Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz.

Pendapat Kedua

Waktu dzikir petang pada pendapat kedua dimulai dari Ashar sampai Maghrib. Pendapat ini berasal dari Imam Nawawi dalam Al Adzkar, Ibnu Taimiyah dalam Al Kalimut Thoyyib, Ibnul Wayyim dalam Al Wabilush Shoyyib, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Salim As Safarini Al Hambali dalam kitab beliau Ghidza-ul Albaab li Syarh Manzhumatul Aadab, dan Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah.

Pendapat Ketiga

Waktu dzikir petang pada pendapat ketiga dimulai dari waktu zawal sampai pertengahan malam. Pendapat ini berasal dari As Suyuthi.

Pendapat Keempat

Waktu dzikir petang pada pendapat keempat dimulai dari tenggelamnya matahari sampai terbitnya fajar (waktu Subuh). Pendapat ini berasal dari Ibnul Jazari, Asy Syaukani, Ibnu Hajar Al Haitami, dan Syaikh Abul Hasan ‘Ubaidillah Al Mubarakfuri.

Melalui keempat pendapat di atas, maka pendapat yang paling kuat tentang waktu dzikir petang adalah dimulai dari tenggelamnya matahari dan berakhir sampai batas akhir sholat Isya, yakni pada pertengahan malam.

Beri Komentar