Mengenal `Pasukan Kadal` yang Ingin Lumpuhkan Internet Dunia

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 29 Januari 2015 09:20
Mengenal `Pasukan Kadal` yang Ingin Lumpuhkan Internet Dunia
Kelompok ini mengklaim telah meretas seluruh akses internet Korea Utara selama 24 jam. Situs Sony, Microsoft juga mereka klaim telah menjadi korban.

Dream - Lizard Squad. Inilah kelompok hacker yang mengaku bertanggung jawab terhadap peretasan sejumlah situs dunia. Kelompok ini seolah menjadi momok baru di dunia internet.

Pada selasa pekan ini, Facebook, Instagram, dan Tinder, tak berfungsi selama sekitar satu jam. Dan " Pasukan Kadal" inilah yang mengaku bertanggung jawab.

Meski Facebook membantah dengan menyebut kejadian itu karena kesalahan internal. [Facebook Bantah Diretas `Pasukan Kadal`]

Pada Rabu 28 Januari 2015, kelompok yang sama juga mengaku bertanggung jawab telah meretas Twitter bintang pop, Taylor Swift. Sebelumnya mereka juga mengaku telah meretas situs Microsoft dan Sony. (Ism)

1 dari 4 halaman

10 Anggota `Lizard Squad`

Dream - Dikutip Dream dari laman News.com.au, kelompok ini pada dasarnya hanya ingin menyebabkan kekacauan. Dan sejauh ini, tidak ada yang benar-benar bisa menghentikan aksi mereka.

Saat diwawancara Radio BBC di Ingris, seorang pemuda berusia 22 tahun mengaku sebagai anggota " Pasukan kadal" ini. Dia mengaku sebagai " Angota Dua" . Dalam wawancara itu, pemuda ini mengaku kelompoknya melakukan peretasan web site dengan alasan, " sebab kami bisa" .

" Saya tidak menyebut diri saya sebagai hacker kelas atas, tapi saya tahu beberapa keahlian saya, dan ini membuktikannya," kata pemuda tersebut.

Menurut pemuda itu, " Pasukan Kadal" meretas situs Microsoft dan Sony untuk menunjukkan kelemahan keamanan mereka. Namun alasan ini tak bisa dipakai jika yang diretas itu adalah akun media sosial selebriti.

" Ini hanya untuk perusahaan besar, Microsoft. Apakah Anda tidak berpikir mereka harus mampu mencegah serangan seperti itu?" tutur dia.

Aksi ini hanya untuk menunjukkan bahwa ada kelompok besar di balik serangan itu. " Anggota Dua" ini juga mengatakan bahwa ada 10 orang dalam kelompok ini. Namun, tak ada anggota yang disebut sebagai " Raja Kadal" .

" Seseorang memutuskan atau datang dengan ide, dan jika semua orang menyukainya, kita langsung saja melakukan itu," ujar dia.

Dua anggota kelompok ini diyakini diketahui, dan " Anggota Dua" merupakan salah satunya. Dia diduga menjadi seorang analis keamanan dari Inggris bernama Vinnie Omari. Dia bahkan muncul di Sky News.

Anggota lainnya adalah remaja 16 tahun, yang disebut bernama Julius Kivimaki. Dia juga muncul di Sky News pada bulan lalu. Kivimaki diduga remaja yang ditangkap Polisi Helsinki pada tahun 2013 karena dicurigai menjadi bagian dari " kelompok Hacker internasional," dan memiliki lebih dari 3.000 kartu kredit curian. (Ism)

2 dari 4 halaman

Facebook Hingga Malaysia Airlines

Para Korban

Dream - " Pasukan Kadal" mengklaim bertanggung jawab telah meretas Facebook, Taylor Swift, situs Malaysia Airlines, Sony, dan Microsoft.

Pada Agustus tahun lalu, " Pasukan Kadal" mengaku meretas Sony dan mengancam Presiden Sony Online Entertainment, John Smedley, dengan menyebut ada bom di dalam pesawatnya. Namun ancaman itu tak terbukti.

Sebulan berikutnya, September, mereka mengklaim meretas permainan online populer, seperti Call of Duty, FIFA, Madden, dan The Sims.

" Pasukan Kadal" juga mengklaim telah meretas seluruh jaringan internet Korea Utara selama 24 jam pada Desember silam. Setelah mengklaim peretasan, kelompok ini mengejek para korbannya di dunia maya. (Ism)

3 dari 4 halaman

Cara Kerja

Cara Kerja

Dream - Sebagian besar serangan dilakukan melalui DDoS (distributed denial of service). Ini dilakukan dengan cara sengaja mengirim begitu banyak lalu lintas internet ke server tertentu, hingga tak mampu menampung lagi dan menjadi crash.

Tidak jelas bagaimana " Pasukan Kadal" masuk ke akun Taylor Swift atau menurunkan seluruh akses internet Korea Utara. (Ism)

4 dari 4 halaman

Bikin Geram

Bikin Geram

Dream - Kelakuan " Pasukan Kadal" rupanya telah mengundang kegerahan hacker di seluruh dunia. Para hacker beramai-ramai melawan kelompok kadal ini.

Pertengahan Desember silam, kelompok yang dikenal sebagai " Finest Squad" merilis informasi pribadi anggota " Pasukan Kadal" . (Ism)

Beri Komentar