Meski Jadi Korban Kekerasan dan Dituduh Pelakor, Sikap Wanita Ini Mengejutkan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 Februari 2022 15:00
Meski Jadi Korban Kekerasan dan Dituduh Pelakor, Sikap Wanita Ini Mengejutkan
Winda lebih memilih memaafkan para pelaku meski sempat terluka akibat kekerasan.

Dream - Seorang wanita menjadi korban kekerasan lima orang wanita lain akibat dituding sebagai perebut laki orang (pelakor). Meski begitu, sikap wanita ini sungguh mengejutkan.

Bukannya menuntut proses hukum, wanita ini memilih memaafkan para pelaku. Kasus yang sudah masuk kejaksaan pun akhirnya dihentikan.

Akun Instagram resmi @kejaksaan.ri mengunggah momen saat dilakukan mediasi antara korban dan para pelaku di Kejaksaan Negeri Buton. Dalam momen itulah, wanita diketahui bernama Winda itu menyatakan telah memaafkan para pelaku.

Kasus ini bermula saat Winda didatangi lima orang wanita. Kelimanya melakukan kekerasan secara brutal terhadap Winda.

 

1 dari 4 halaman

Alami Kekerasan dan Hampir Dilecehkan, Pilih Memaafkan

Mereka menjambak, memukul, hingga mencekik leher Winda. Bahkan para pelaku sempat berusaha melakukan pelecehan fisik kepada korban.

Insiden ini dipicu emosi dari kelima pelaku. Mereka menuding Winda adalah pelakor yang suka merusak rumah tangga orang, padahal tidak punya bukti kuat.

Sikap Winda atas kasus ini sungguh di luar dugaan. Dia mengaku ikhlas menerima apa yang terjadi dan memaafkan para pelaku.

" Luka yang saya rasakan memang sakit namun lebih sakit jika saya tidak memaafkan mereka," kata Winda.

 

2 dari 4 halaman

Kasus Dihentikan

Karena sikap Winda, Kepala Kejaksaan Negeri Buton memutuskan untuk menghentikan penuntutan terhadap para pelaku. Langkah ini sebagai upaya mewujudkan keadilan restoratif (restorative justice) sehingga kasus tidak perlu berujung ke pengadilan.

Para tersangka bersyukur dan menyesali perbuatannya. Mereka pun meminta maaf kepada Winda.

Kini, mereka dapat hidup rukun kembali. Winda pun kembali akrab dengan para pelaku dan melupakan apa yang pernah terjadi.

 

3 dari 4 halaman

Membanggakan

Sikap Winda dan keputusan Kajari Buton menuai kebanggaan dari warganet. Masalah coba diselesaikan lewat jalur mediasi dan tidak perlu berujung pengadilan.

" Meminta Maaf itu Ksatria, Memaafkan itu Mulia," tulis warganet.

" MasyaAllah keren yang atas namanya Winda," tulis warganet.

" Salut sama mbak winda,,, dgn ke ikhlasan hatinya mau memaafkan dan tersenyum lebar," tulis warganet.

" MasyaAllah kalau manusia bisa ikhlas saling memaafkan mungkin damai ya dunia ini," tulis warganet.

4 dari 4 halaman

      View this post on Instagram

A post shared by Kejaksaan RI (@kejaksaan.ri)

Beri Komentar