Hidangan Nasi Lemak Terakhir Sang Ibu Sebelum Berpulang

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 16 Januari 2019 10:00
Hidangan Nasi Lemak Terakhir Sang Ibu Sebelum Berpulang
Pulang dari memakamkan sang ibu, putranya melihat nasi lemak di atas meja makan. Itulah masakan terakhir sebelum ibunda berpulang.

Dream - Kesedihan tentu tak bisa dihindarkan ketika ada salah satu anggota keluarga meninggal. Apalagi, yang meninggal adalah ibu atau ayah yang sangat disayangi.

Segala peristiwa yang terjadi selama mereka masih di dunia menjadi kenangan yang takkan pernah terlupakan. Tak pelak, kenangan itu menghadirkan kerinduan teramat sangat.

Seperti dikisahkan oleh Abdul Rahman ketika sang ibu tercinta meninggal. Dia bersama saudara kandungnya merasakan pedih berlapis lewat nasi lemak yang dimasak sang ibu sebelum meninggal.

Dikutip dari Siakap Keli, Rahman mengisahkan detik-detik sebelum ibunda, Sariah binti Fatah, meninggal dunia. Dia mengawalinya dengan cerita sang ibu memasak di pagi hari.

" Ibu sudah masak nasi lemak dengan sambal telur. Saat pukul 11.00 dapat telepon ibu sudah tidak ada," tulis Rahman.

 

1 dari 2 halaman

Pulang ke Kampung Halaman

Saat itu, Rahman sedang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah mendapat kabar ibunya meninggal, dia langsung pulang ke rumah orangtuanya di Batu Pahat.

" Sampai Batu Pahat sekitar pukul 13.00 lebih lah. Waktu itu jenazah ada di rumah sakit Bukit Pahang untuk dimandikan dan dikafani," tulis dia.

Jenazah sang ibu kemudian disholatkan di mushola kampung, lalu dimakamkan. Prosesi pemakaman selesai sekitar sebelum Maghrib waktu setempat.

Rahman bersama keluarga lalu pulang ke rumah. Sesampai di rumah, dia merasa lapar. Dia lalu membuka tudung nasi yang ada di atas meja.

 

2 dari 2 halaman

Saat Membuka Tudung Nasi

Kesedihan yang makin menjadi dirasakan Rahman. Sebab, di atas meja terlihat nasi lemak lengkap dengan lauk ikan dan sambal telur, masakan sang ibu sebelum meninggal.

Dia ambil makanan itu. Ditempatkannya di atas empat piring. Lalu, Rahman membagikannya kepada saudara-saudaranya.

" Suapan pertama, ya Allah, makanan itu terasa berbeda. Saya makan sambil menangis," tulis Rahman.

Meski dalam kesedihan yang sangat, Rahman memutuskan untuk menghabiskan nasi lemak tersebut. Sebab, makanan itu adalah masakan terakhir sang ibunda.

" Sebab itu masakan terakhir itu, dan saya tidak akan dapat menikmatinya lagi," tulis Rahman.

Ibunda Rahman telah setahun dimakamkan. Dia pun mengaku rindu akan kehadiran sang ibu.

" Ibu, jujur saya rindu, ibu halalkan makan dan minum saya, ibu maafkan dosa saya kepadamu, terima kasih sudah membesarkan saya, terima kasih sudah melahirkan saya," tulis dia.(Sah)

Beri Komentar