Masjid Kuno Di Bukhara (Shutterstock.com)
Dream - Dalam literatur Islam, Nasruddin Hoja adalah sosok yang dikenal karena sifat kocak. Sosok ini identik dengan cerita humor.
Meski demikian, cerita humor seputar Nasruddin Hoja tidaklah melulu hanya soal hiburan. Ada makna di balik setiap kisah itu, yang bisa kita jadikan patokan dalam hidup.
Seperti kisah Nasruddin dengan seorang pemuda anak orang kaya.
Pemuda itu baru saja ketiban rezeki berupa warisan orangtuanya. Seketika, dia dikenal masyarakat sebagai orang kaya raya.
Banyak orang mendatanginya. Mereka ingin menjadi teman dari pemuda kaya raya itu.
Sayangnya, si pemuda tidak cukup cakap dalam mengelola uang. Alhasil, harta warisan yang begitu banyak habis. Pelan-pelan, teman-temannya menjauh.
Si pemuda jatuh miskin dan kesepian. Dia pun datang kepada Nasruddin Hoja untuk memohon berkah.
Pemuda itu menceritakan kisah pahitnya kepada Nasruddin. Dia berharap Nasruddin memberikan wejangan agar bisa kaya lagi.
" Uang saya sudah habis, dan kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?" tanya pemuda itu.
" Jangan khawatir. Segalanya akan kembali normal," jawab Nasruddin.
Mendapat jawaban itu, si pemuda sangat senang. Dia mengira kepahitannya segera berakhir.
" Jadi saya akan segera kembali kaya?" tanya pemuda itu.
" Bukan begitu maksudku. Kalau salah tafsir," kata Nasruddin.
" Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman," kata Nasruddin.
Kisah ini sebenarnya merupakan sindiran Nasruddin kepada orang-orang yang suka mengeluh. Ketika berada di posisi nyaman diam saja tapi rajin berkeluh kesah ketika di titik tidak menyenangkan.
Sumber: Islami.co
Advertisement