Nekat Makan Tokek Beracun, Vlogger Tewas Saat Live Streaming

Reporter : Idho Rahaldi
Jumat, 26 Juli 2019 10:24
Nekat Makan Tokek Beracun, Vlogger Tewas Saat Live Streaming
Kematiannya disaksikan banyak orang.

Dream - Melakukan tantangan ekstrem demi konten media sosial bukan lagi hal aneh. Banyak yang nekat melakukan hal gila hanya agar terlihat eksis di dunia maya.

Seperti halnya pergi ke tempat berbahaya hingga makan-makanan tak lazim. Semua dilakukan demi mendapat pundi-pundi uang dan eksistensi.

Sayangnya, saat melakukan hal ekstrem itu para pembuat konten hanya bermodal kenekatan. Mereka tidak mempersiapkan diri lebih dulu dengan latihan. Apalagi dalam pengawasan ahli.

Alhasil, dampak mengerikan tidak bisa dihindari. Bahkan ada yang sampai kehilangan kehilangan nyawa. Seperti yang terjadi pada vlogger asal China ini.

1 dari 5 halaman

Banyak Pilihan Makanan Ekstream

Melansir dari extra.ie, pria itu meregang nyawa saat sedang siaran langsung. Penyebabnya, dia nekat makan kelabang dan tokek beracun hidup-hidup.

Pria 35 tahun bermarga Sun itu ditemukan tewas di apartemennya di Hefei, provinsi Aunhui pada hari Sabtu, 20 Juli 2019 oleh sang kekasih. Awalnya, wanita itu berniat memeriksa keadaan Sun.

Sun berprofesi sebagai pembawa acara di DouYu, salah satu platform live-streaming terbesar di China.

Platform itu merekam momen menegangkan ketika Sun minum alkohol dalam jumlah besar dan makan kelabang, tokek, serta cacing beberapa waktu lalu

Akun Sun diikuti oleh 15.000 orang di DouYu. Lelaki itu kerap mengadakan sesi siaran langsung setiap malam, menurut Xinan Evening News.

2 dari 5 halaman

Memutar Roda Kematian

Setiap memulai siaran, Sun terlebih dulu memutar 'roda kematian' yang berisikan gambar hewan beracun atau minuman keras. 

Dia akan minum atau memakan benda yang terpilih di depan kamera. Sesi live stream terakhir Sun adalah Kamis lalu pukul 19:53 waktu setempat.

Mendapat laporan dari kekasih Sun, polisi menemukan pria itu tergeletak tak sadarkan diri di kamarnya. Setelah diperiksa, tubuh Sun tidak menunjukkan tanda-tanda vital, sementara komputernya berada dalam mode live stream.

Mereka juga menemukan bahan makanan dikonsumsi dalam sesi live stream-nya.

Pihak berwenang mengesampingkan permainan itu dalam olah tempat kejadian kematiannya. Polisi kini sedang menyelidiki penyebab kematian.

Video yang merekam momen mengerikan Sun sempat tersiar beberapa saat setelah kematian pria itu. Pihak DouYu akhirnya menghapus video itu. 

3 dari 5 halaman

Bocah 5 Tahun Doyan Live Streaming, Alasannya Bikin Hati Menangis

Dream - Seorang bocah lima tahun yang dijuluki Batu Kecil, Xiaoshi, sedang berjuang melalui live streaming di media sosial. Xiaoshi mencari biaya untuk perawatan sindrom nefrotik yang dialaminya.

Bocah asal Changchun, Jilin, China itu mengalami sindrom itu sejak berusia 14 bulan. Sindrom itu menyebabkan terjadinya gejala pembekuan darahinfeksi, dan tekanandarah tinggi karena kerusakan ginjal.

Dikutip dari Shanghaiist, orang tua Xiaoshi telah menghabiskan lebih dari 300 ribu yuan, setara Rp616 juta, untuk pengobatan sang anak. Bahkan rumah yang mereka diami juga telah dijual untuk menambal pengobatan itu, kata media setempat NetEase.

4 dari 5 halaman

Membuka Siaran Streaming

Usai menjalani perawatan, Xiaoshi masih membutuhkan obat. Harga obat ini sebesar 7.000 yuan, setara Rp14 juta.

Harga obat-obatan ini membuat sang orang tua terdesak. Upah rendah dari pekerjaannya menjadi alasan mereka.

Tetapi, baru-baru ini, aliran rezeki terbuka untuk keluarga ini. Orang tua Xiaoshi membuat akun siaran langsung yang dibintangi putra mereka.

5 dari 5 halaman

Ini yang Bikin Daya Tarik Xiaoshi

Tampilan Xiaoshi yang gendut, karena efek obat yang dikonsumsi, membuatnya tampak seperti sosok patung Buddha. Inilah yang menjadi daya tarik penonton dari seluruh penjuru Negeri Tirai Bambu.

Arus penonton Xiaoshi rata-rata perhari mencapai 1 juta orang.

Xiaoshi dibanjiri penggemar

Meski sang orang tua khawatir terhadap dampak internet bagi tumbuh kembangnya, Xiaoshi tampak bahagia menjalani `pekerjaannya`.

Xiaoshi, yang tak dapat pergi bersekolah, dapat menemukan teman-teman baru. Dan tentu saja uang yang lumayan.

" Ada banyak paman, bibi, saudara laki-laki, dan saudara perempuan yang peduli dengan saya. Saya bisa mendapatkan uang untuk membayar biaya pengobatansaya. Saya ingin menghasilkan uang sendiri untuk mengurangi beban orang tua," kata Xiaoshi.

Beri Komentar