Niat Puasa Arafah Sebelum Idul Adha dan Alasan Puasa Arafah Sangat Dianjurkan dalam Islam

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 9 Juni 2022 06:01
Niat Puasa Arafah Sebelum Idul Adha dan Alasan Puasa Arafah Sangat Dianjurkan dalam Islam
Niat puasa Arafah yang lupa atau tidak sempat dilafalkan pada malam hari, bisa dibaca pada siang harinya.

Dream – Puasa Arafah adalah salah satu puasa sunah yang dianjurkan dalam agama Islam. Puasa ini dilaksanakan sebelum hari raya Idul Adha dan menjadi bagian dari ibadah sunah sebelum menyambut hari raya kurban tersebut. Biasanya umat Islam sudah mulai diingatkan untuk mengerjakan puasa sunah ini satu bulan sebelum Idul Adha atau jauh-jauh hari sebelumnya.

Karena bisa saja ada beberapa orang yang lupa tanggal pelaksanaan puasa Arafah. Dengan saling mengingatkan, diharapkan nantinya semakin banyak umat Islam yang menjalankan puasa ini dan tentu saja memiliki keutamaan tersendiri dari Allah SWT.

Selain itu, sahabat Dream juga penting untuk mengetahui niat puasa Arafah sebelum Idul Adha. Hal ini sangatlah penting karena akan menentukan sah atau tidaknya puasa kamu.

Nah, berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang puasa Arafah dan niat puasa Arafah sebelum Idul Adha yang dirangkum Dream melalui jatim.nu.or.id.

1 dari 2 halaman

Niat Puasa Arafah sebelum Idul Adha

Niat Puasa Arafah sebelum Idul Adha© Shutterstock.com

Bagi sahabat Dream yang hendak menjalankan puasa sunah Arafah, maka jangan sampai lupa untuk membaca niat puasa Arafah sebelum Idul Adha. Karena puasa ini hanya dilaksanakan setiap satu tahun sekali saja, maka berikut ini adalah bacaan niatnya untuk mengingatkan sahabat Dream kembali:

   نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Islam itu selalu memberikan kemudahan pada setiap umatnya, terutama dalam hal beribadah. Nah, jika sahabat Dream lupa membaca niat puasa Arafah sebelum Idul Adha pada malam harinya, maka bisa langsung membaca niat puasa Arafah saat itu juga. Niat puasa sunah ini diperbolehkan untuk dibaca pada siang hari selama sahabat Dream belum makan, minum, atau hal lainnya yang membatalkan puasa.

Berikut adalah bacaan niat puasa Arafah sebelum Idul Adha jika lupa membacanya pada malam hari:

   نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya: “ Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

2 dari 2 halaman

Kenapa Puasa Arafah Sangat Dianjurkan?

Alasan puasa Arafah sangat dianjurkan© Shutterstock.com

Setelah mengetahui bacaan niat puasa Arafah sebelum Idul Adha, sahabat Dream juga perlu untuk mengetahui alasan kenapa puasa ini sangat dianjurkan dalam Islam. Salah satunya karena puasa sunah ini mampu menghapuskan dosa-dosa umat Islam selama setahun. Mengingat bahwa tidak ada satu pun manusia yang luput dari dosa dalam hidupnya. Hal ini pun dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 27 sebagai berikut:

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

Artinya: “ Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27).

Saat Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim as agar menyerukan kepada umat manusia untuk melaksanakan haji, maka ia langsung bergegas untuk menyerukan:

Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka’bah) maha berhajilah ke sana.”

Melalui seruan tersebut, maka semua manusia pun menjawab seruan itu sejak embrio mash dalam sperma laki-laki dan sel telur perempuan. Pada saat itu, yakni di permulaan bulan Zulhijah, jamaah haji pun bertemu di Ka’bah dan melafalkan talbiyah untuk menjalankan seruan dari Nabi Ibrahim as dan berharap mendapat ridho serta rahmat dari Allah SWT pada hari Arafah.

Di hari Arafah ini menjadi hari pembebasan dari neraka untuk mereka yang telah menjaga dengan baik pendengarannya dari hal buruk dan berpuasa. Ampunan dosa bagi umat Islam yang menjalankan puasa Arafah pun sudah dijanjikan oleh Allah SWT melalui hadis berikut:

             من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه، ومن صام عاشوراء غفر له سنة. رواه الطبراني في الأوسط 

Artinya: Barangsiapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (sedangkan) barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka ia diampuni (dari dosa) setahun.” (HR Thabrani dalam Al-Ausath).

Di saat hari Arafah itu jugalah umat Islam melaksanakan ibadah haji dan menjadi puncak harapan para jamaah. Karena di hari itulah para jamaah bisa mendapatkan dari harapan yang diinginkan. Seperti dijelaskan dalam hadis berikut ini:

  إِنَّ اللَّهَ - تعالى - تطوَّل – أي تفضل - عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ . رواه أبو يعلى 

Artinya: Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berfirman: Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan doa mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka. Dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka.” (HR Abu Ya'la).

Beri Komentar