Keren! Aksi Cepat Taiwan Tangkal Wabah Corona yang Buat Dunia Kagum

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 15 April 2020 08:01
Keren! Aksi Cepat Taiwan Tangkal Wabah Corona yang Buat Dunia Kagum
Tidak seperti di Taiwan, bahkan disaat wabah belum sampai di Taiwan, pemerintah Taiwan sudah bersiap-siap.

Dream – Setiap negara memang memiliki penanganan dan pencegahan dengan cara masing-masing. Namun sedikit dari negara-negara di dunia menerapkan falsafah sedia payung sebelum hujan. Inilah yang ditunjukan negeri kecil, Taiwan, yang sudah bersiap sebelum virus Corona menghampiri wilayah negara mereka.

Langkah Taiwan ini berbeda dengan negara maju seperti Jerman yang melakukan penanganan wabah Covid-19 dengan melakukan tes massal dan perlengkapan medis yang mumpuni. Negara Taiwan ternyata menempuh jalan tersendiri bahkan di saat virus corona masih bersemayam pertama kali di Wuhan.

Dilansir dari Disway, Taiwan telah merancang pencegahan ampuh untuk mengurangi tingkat kematian yang tinggi akibat Covid-19. Berikut Dream berhasil merangkum tentang cara-cara Taiwan menyediakan payung pawang untuk menangkal virus corona.

1 dari 6 halaman

Gunakan Data Lacak Orang Paling Rentan

Taiwan mencoba memaksimalkan data-data di rumah sakit untuk melacak warganya yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan penduduk yang memiliki tingkat keparahan paling berat. Nah, data-data itu digunakan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat Taiwan, agar lebih waspada.

Padahal disaat itu Covid-19 masih belum sampai ke Taiwan. Namun pemerintah sadar bahwa jarak Taiwan dengan daratan Tiongkok tidaklah jauh. Artinya negara Taiwan tidak pernah menyepelekkan informasi itu. Dan dengan cepat para warganya yang memiliki jenis penyakit tersebut disiapkan untuk segera ditangani.

Ketika Covid-19 akhirnya masuk ke Taiwan, golongan warga yang paling rentan pun sudah ditangani. Hebat kan, gercep banget!

2 dari 6 halaman

Penanganan Terhadap Kapal Pesiar Diamond Princess

Kemudian, terdengar kabar bahwa kapal pesiar Diamond Princess yang kabarnya membawa virus Covid-19 itu berlabuh di Taiwan. Tentu saja hal ini membuat penduduk Taiwan panik setengah mati.

Tapi pemerintah setemmpat segera menemukan solusi untuk mengecek 50 lokasi yang kemungkinan besar sedang disinggahi penumpang Diamond Princess. Lokasi itu pun dibuka dengan sangat detail loh.

Lantas pemerintah menghimbau kepada masyarakat yang berada di lokasi merah tersebut diharap untuk melapor ke posko. Dan ternyata, pemerintah Taiwan mengumumkan 15 hari kemudian bahwa ternyata tidak ditemukan satu pun dari 50 lokasi itu yang memiliki pasien penderita Covid-19.

3 dari 6 halaman

Memiliki Lembaga Penanganan Khusus Wabah dan Hoaks

Ilustrasi© unsplash.com

Dalam hal penanganan wabah, Taiwan memang layak ditiru. Mereka ternyata memiliki Lembaga khusus untuk menanggulangi bencana wabah. Lembaga itu telah terbentuk sejak merebahnya wabah SARS pada tahun 2003 silam.

Lembaga ini sangat canggih, karena juga menangani berita-berita hoax yang bertebaran di media sosial. Mereka memonitor pergerakan medsos. Misalkan ada informasi yang tidak valid, maka Lembaga ini dalam 24 jam akan segera memberikan klarifikasi resmi. Canggih!

Selain itu, dalam penyampaiannya mereka tidak monoton dan selalu formal. Namun terkadang menggunakan meme dan disebar ke media massa. Bahkan juga dikirim ke seluruh nomor ponsel penduduk Taiwan.

4 dari 6 halaman

Cara Taiwan Jadi Model Semua Negara

Taiwan telah menjadi sebuah model bersejarah dalam hal menghadapi wabah. Yaitu model sedia paying sebelum hujan. Sementara di Wuhan, mereka menggunakan model yang lain, yaitu lockdown, karena memang wabah sudah masuk disana. Ibaratnya karena sedang hujan, maka seseorang perlu masuk rumah untuk berteduh.

Dan kamu tahu nggak model sedia payung sebelum hujan ini sukses. Terbukti hanya 380 kasus Covid-19 dengan kasus kematian hanya 6 orang saja. Padahal posisi Taiwan dan China sangat berdekatan

Sementara itu, model lockdown di Wuhan juga sukses besar. Karena selama dua pekan terakhir tidak ada penderita baru lagi yang dikonfirmasi Covid-19.

Namun negara adidaya seperti Amerika Serikat justru malah kewalahan menangani penyebaran Covid-19. Padahal negara AS memiliki teknologi yang canggih dan kekuatan pemerintah yang tak diragukan lagi. Namun terbukti kewalahan menangani penyebaran virus dengan jumlah kasus semakin tinggi.

5 dari 6 halaman

Sediakan Puluhan Jutaan Masker Per Hari

Disaat di Indonesia dan negara-negara lain warganya rebutan masker, bahkan banyak yang menimbun, justru di Taiwan hal ini tidak pernah terjadi. Karena pemerintah Taiwan sudah memberikan rilis seminggu sebelum Imlek, supaya masyarakat jangan rebutan masker. Pasalnya pemerintah sudah memproduksi lebih banyak masker.

Pada tanggal 20 Januari 2020, pemerintah sudah menyiapkan 44 juta masker operasi dan 1,9 juta masker N95. Selain itu sudah disiapkan sebanyak 1.100 ruang isolasi di seluruh rumah sakit Taiwan.

Dan pada awal Februari, pemerintah Taiwan memproduksi masker 4 juta per hari. Dan pada Bulan Maret bertambah menjadi 16 juta per hari.

6 dari 6 halaman

Patok Harga Masker dan Atur Kuota Pembelian

Ilustrasi© unsplash.com

Harga masker dipatok Rp 23.500 per 9 masker. Distribusinya pun diurusi oleh pemerintah. Selain itu pemerintah juga menetapkan kuota pembelian, alias tidak boleh membeli masker teralalu banyak. Hanya diperbolehkan membeli untuk keperluan 14 hari saja.

Kemudian si pembeli masker juga harus menunjukkan kartu asuransi kesehatan. Kalau di Indonesia mungkin mirip BPJS kali ya. Pesan masker juga bisa lewat website resmi pemerintah dengan harga yang sama.

Penanganan wabah model Taiwan ni memang perlu ditiru oleh negara lain, termasuk Indonesia. Sikap pemerintah dan masyarakat yang solid juga perlu didukung supaya penanganan wabah lebih maksimal. Saling mendukung dan saling menguatkan, hingga kasus kematian COVDI-19 bisa ditekan dengan sangat hebat.

Beri Komentar