Pebasket Muslim NBA, Kyrie Irving Cetak 39 Poin Saat Perut Kosong karena Puasa

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 25 April 2022 21:10
Pebasket Muslim NBA, Kyrie Irving Cetak 39 Poin Saat Perut Kosong karena Puasa
Ia tidak makan dan minum sepanjang pertandingan.

Dream – Pemain Broklyn Nets berambut keriting, berkumis dan berjanggut  bernomor punggung 11 itu, terlihat tengah mempermainkan bola basket di antara kedua kakinya. Ia berada di luar garis kotak pertahanan Boston Celtics saat laga pertama playoff digelar antara Broklyn Nets melawan Boston Celtics di Stadion TD Garden, Boston, Minggu sore, 16 April 2022.

Saat mendribling bola di antara kedua kakinya, dia berhadapan satu lawan satu dengan pemain bertahan Celtics bertubuh tinggi. Pertandingan itu digelar pada pukul 15.30 waktu setempat, bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Setelah memainkan bola basket itu di antara kakinya, mendadak point guard Nets bernomer punggung 11 itu terlihat mencoba bergerak masuk ke dalam, dan pemain bertahan Celtics segera bergerak untuk menutup geraknya. Tapi ternyata itu cuma gerakan tipuan.

Alih-alih menerobos masuk, pemain Nets  itu justru mundur sedikit sebelum melompat dan melakukan jump shoot atau tembakan melompat jarak jauh. Bola basket itu pun dengan mulus bergulir masuk ke ring Celtics tanpa bisa dicegah. Nets pun menambah tiga angka dari tembakan jarak jauh pemain bernomer punggung 11 itu!

Pemain bernomer punggung 11 itu adalah Kyrie Irving, 30 tahun.  Ia adalah seorang mualaf. Ia memeluk agama Islam setahun lalu, pada April 2021. Saat pertandingan antara Nets dan Celtics itu digelar, sebagai seorang muslim yang taat, dia tetap berpuasa.

Ia tidak makan dan minum sepanjang pertandingan itu. Karena pertandingan digelar pada sore hari. Masih jauh dari waktu berbuka saat matahari tenggelam. Sehingga praktis dia berpuasa penuh selama pertandingan.

Tapi, itu tidak membuat penampilannya menurun. Malah, sore itu dia berhasil mencetak 39 poin, 6 assist, 5 rebound. Sayangnya aksi gemilang dia tak bisa membantu Nets dari kekalahan dari tuan rumah Celtics dengan skor tipis 114-115.

Kyrie Irving, penduduk asli West Orange dan mantan bintang basket St. Bintang Patrick High School, telah mengumpulkan 73 poin dalam dua pertandingan terakhirnya. Yakni kemenangan play-in atas Cleveland dan kekalahan playoff game 1 dari Boston saat berpuasa Ramadhan.

Bulan Ramadhan di Amerika Serikat tempat pertandingan NBA digelar, berlangsung sejak dari 1 April hingga 1 Mei. Saat itu umat Islam negara itu berpuasa dan tidak makan atau minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Saat membungkam Cleveland pada hari Selasa lalu, Irving berhasil mencetak 34 poin, 12 assist dan 3 rebound dalam kemenangan 115-108 bagi Nets. Total dalam dua pertandingan terakhir saat berpuasa dia berhasil mencetak 73 poin.

Dalam dua pertandingan terakhir, Irving bermain dengan perut kosong karena saat ini sedang berpuasa Ramadhan.

Ketika ditanya oleh reporter NBA di TNT Jared Greenberg bagaimana dia bisa mecetak banyak poin saat tengah berpuasa, Irving mengatakan penampilannya karena dia merangkul " perjalanannya bersama Tuhan."

“ Saya tidak sendirian dalam hal ini,” kata Irving. “ Saya memiliki saudara dan saudari di seluruh dunia yang berpuasa bersama saya.”

“ Kami menganggap ibadah kami sangat sakral. Dan ketika menjalaninya, Tuhan di dalam saya, Tuhan di dalam Anda, Tuhan di dalam diri kita semua. Jadi, saya menjalani iman dan itu yang terpenting,” tegasnya tentang mengapa dia tetap berpuasa justru ketika berkompetisi di tingkat tertinggi.

***

Kyrie Andrew Irving lahir di Melbourne, Australia, pada 23 Maret 1992.  Ia merupakan putra Drederick Irving dan Elizabeth Irving, ekspatriat Amerika. Dia memiliki seorang kakak perempuan, Asia, dan seorang adik perempuan, London.

Kyrie Irving

Ayahnya, Drederick, bermain basket perguruan tinggi di Universitas Boston. Setelah menyelesaikan karir basket di bangku kuliahnya, ayah Irving pindah ke Australia untuk bermain basket secara profesional untuk Bulleen Boomers di liga basket Australia SEABL.

Keluarga Irving tinggal di pinggiran Melbourne di Kew sebelum pindah ke Amerika Serikat ketika Kyrie berusia dua tahun. Jadi, Kyrie Irving memegang kewarganegaraan ganda, yakni Amerika dan Australia.

Ibunya, yang keturunan Afrika-Amerika, meninggal karena penyakit ketika Kyrie Irving berusia empat tahun, dan Drederick membesarkannya bersama dengan bantuan bibi Irving. Pada tahun 2004, ayah Irving menikah lagi, dengan Shetellia Riley, yang pada Maret 2022, menjadi  agen Kyrie Irving.

Irving dibesarkan di West Orange, New Jersey. Di sana ia sering menghadiri pertandingan liga basket ayahnya.

Inspirasinya untuk bermain di NBA datang setelah bermain di Continental Airlines Arena saat duduk di bangku sekolah kelas empat, ketika dia menyatakan, " Saya akan bermain di NBA, saya berjanji."

Pada saat SMA, Irving bermain untuk Montclair Kimberley Academy (MKA) di tahun pertama dan kedua di sekolah menengah. Dia rata-rata mencetak 26,5 poin, 10,3 assist, 4,8 rebound, dan 3,6 steal dan menjadi pencetak 1.000 poin poin kedua dalam sejarah sekolah.

Pada tahun keduanya, ia memimpin MKA meraih gelar negara bagian New Jersey yang pertama. Setelah tahun itu, dia pindah ke St. Patrick High School karena dia merasa membutuhkan tantangan yang lebih besar.

Di musim pertamanya bersama St. Patrick High School, Irving rata-rata mencetak 17,0 poin, 5,0 rebound, 6,0 assist, dan 2,0 steal per game, dan memimpin tim tersebut meraih gelar juara New Jersey Tournament of Champions ketiganya dalam empat tahun terakhir.

Pada Agustus 2009, ia memimpin USA East meraih gelar turnamen di Nike Global Challenge. Dia adalah MVP dengan 21,3 poin dan 4,3 assist per game. St Patrick punya skor 24 kali menang dan 3 kali kalah dan memenangkan kejuaraan Union County Tournament saat Irving menyelesaikan tahun seniornya dengan 24,0 poin, 5,0 rebound dan 7,0 assist per game.

Pada 19 Januari 2010, Irving terpilih ke Tim Nasional Junior Select 2010. Timnya bermain di Nike Hoop Summit 2010 di Rose Garden di Portland, Oregon, pada 10 April. Dia juga terpilih untuk bermain di McDonald's All-American Game 2010 dan Jordan Brand Classic 2010, di mana dia dinobatkan sebagai co-MVP bersama Harrison Barnes. Pada bulan Juni 2010, Irving adalah bagian dari tim pemenang medali emas Amerika Serikat di FIBA Americas Under-18 Championship.

Setelah lulus SMA, Irving bermain basket perguruan tinggi untuk Duke Blue Devils di Universitas Duke.

Namun baru setahun di kampus, Irving mengumumkan bahwa dia meninggalkan kampusnya dan masuk ke draft NBA 2011, ketika ia direkrut oleh Cleveland Cavaliers.

Ia mengisi posisi sebagai point guard Cleavaland Cavaliers pada tahun 2011. Irving langsung mencetak 34 poin dalam permainan perdananya, dan mendapatkan penghargaan Most Valuable Player atau MVP.

Dia juga memenangkan Penghargaan Rookie of the Year NBA di tahun  2012 dengan 117 suara dari kemungkinan 120 suara. Dia adalah satu-satunya pilihan bulat untuk NBA All-Rookie First Team. Untuk musim itu, Irving rata-rata mencetak 18,5 poin, 5,4 assist dan menembak 46,9% dari lapangan, termasuk 39,9% pada lemparan tiga angka.

Fans memilih Irving menjadi point guard awal untuk Wilayah Timur pada pertandingan NBA All-Star tahun 2014. Dia adalah MVP permainan All-Star, dengan mencatat 31 poin dan 14 assist saat Timur mengalahkan Barat 163–155.

Pada tahun 2016, dia berhasil membawa Cavaliers ke Final NBA 2016. Irving membuat tembakan penentuan bernilai tiga poin yang menjadi poin kemenangan kejuaraan untuk menyelesaikan comeback bersejarah Cavaliers atas Golden State Warriors. Ia mengantar Cavaliers menjadi juara di final liga NBA tahun 2016.

Setelah penampilan final lainnya pada tahun 2017, Irving meminta dirinya ditukar. Dan dia pun kemudian ditukar ke Boston Celtics.

Dia bermain sebagai point guard Boston Celtic selama dua musim, 2017-2019. Setelah itu dia menandatangani kontrak dengan Brooklyn Nets sebagai agen bebas pada tahun tahun 2019.

Kyrie Irving

Pada 7 Juli 2019, Irving menandatangani kontrak dengan Brooklyn Nets saat menjadi agen bebas. Pada 23 Oktober 2019, Irving memulai debutnya untuk Nets dengan mencetak 50 poin, 8 rebound, dan 7 assist.

Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang mencetak 50 poin atau lebih dalam debut timnya. Irving menjadi pemain ketujuh dalam sejarah klub yang mencetak 50 poin atau lebih dalam satu pertandingan, dan bergabung dengan Stephon Marbury (2001) sebagai satu-satunya yang juga mencatat 15 rebound dan assist gabungan.

Dia juga bermain untuk tim nasional Amerika Serikat, di mana dia memenangkan emas di Piala Dunia Bola Basket FIBA 2014 dan medali emas basket Olimpiade Musim Panas pada tahun 2016.

Berkat bakat basketnya, kekayaan Irving menurut majalah Forbes pada akhir tahun 2021 mencapai U$ 44 juta atau Rp 631 miliar.  Ia berada di peringkat ke-22 sebagai atlet berpendapatan tertinggi di dunia.

***

Pada April 2021, Irving mengumumkan bahwa dia menjadi mualaf dan memeluk Islam.

Saat menyatakan memeluk Islam dia mengatakan, " Bagi saya, berdasarkan keimanan yang saya yakini adalah menjadi bagian dari komunitas Muslim. Berkomitmen untuk Islam, dan juga berkomitmen untuk menghormati semua ras, budaya dan agama. "

Dia juga mulai berpuasa di bulan Ramadhan sejak tahun 2021, dan melakukannya lagi pada musim 2022.

Sementara, pada game kedua melawan Celtics di Stadion TD Garden, Kamis 21 April 2022, Kyrie Irving menurut CBS Sports sempat membuat para penggemar Nets ketakutan di awal game kedua.

Sebab setelah timeout menjelang akhir kuarter pertama pertandingan playoff NBA putaran kedua Brooklyn Nets melawan Boston Celtics, Irving tiba-tiba meninggalkan bangku cadangan dan menuju ke ruang ganti.

Namun Irving tidak cedera. Dia kembali ke lapangan beberapa menit kemudian dengan membawa makanan dan air di tangannya. Penjelasan yang mungkin: Irving sedang berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Kyrie Irving saat berbuka puasa

Pertandingan game ke-2 di Stadion TD Garden itu berlangsung pukul 19:10. Sementara  matahari terbenam di Boston pukul 19:30, sekitar waktu Irving pergi ke ruang ganti untuk mengambil makanannya, seperti yang dijelaskan Stephanie Ready dari Bleacher Report di siaran TNT.

Irving buka puasa pada babak pertama saat kedudukan untuk Nets 25 dan Celtics 15. Ia buka puasa dengan makan pisang, sandwich, dan minum air mineral.

Tapi belum selesai berbuka, dia kembali dipanggil ke lapangan. Sayangnya Brooklyn Nets kalah 114-107 dari tuan rumah Celtic sehingga membuat skor 0-2 buat Celtics. Namun pertandingan belum usai. Masih ada lima pertandingan dari sistem best of seven dan dua pertandingan berikutnya bakal digelar di kandang Nets, yakni di Broklyn.

Setahun silam, ketika Kyrie Irving mengumumkan dirinya memeluk Islam pada bulan April 2021, dia sempat membahas puasanya selama Ramadhan.

Saat tanya jawab pasca-pertandingan, dia sempat ditanya apakah dia menjalankan bulan suci Ramadhan yang mengharuskan puasa dari matahari terbit hingga terbenam.

“ Segala puji bagi Allah, Allah, untuk ini.” ujarnya.

“ Saya mengambil bagian dalam Ramadhan dengan banyak saudara dan saudari Muslim saya. Dan itu sudah menjadi penyesuaian. … Itu hanya bentuk komitmen untuk ibadah saya kepada Tuhan, Allah, dan kemudian melanjutkan dengan apa pun yang membimbing saya. Saya hanya senang menjadi bagian dari komunitas saya dan melakukan hal yang benar. Jadi puasa jelas merupakan bagian darinya. Saya benar-benar diberkati dan bersyukur bisa ambil bagian dalam hal ini,” tegasnya.

Beberapa pihak yang ragu menyatakan bahwa puasa pertamanya itu dapat mempengaruhi permainan Irving. Namun yang terjadi sebaliknya. Tahun lalu, saat menjalani puasa pertamanya, sejak awal Ramadhan, Irving rata-rata mencetak 25 poin, 9 assist, dan 6 rebound!

Irving telah mematahkan mitos berpuasa bisa berpengaruh kepada kinerja atlet basket di kasta tertinggi. Apalagi kompetisi tersengit dunia macam NBA. Irving sudah membuktikan dengan perut kosong karena berpuasa  dia masih bisa mencetak 39 poin. Sungguh niat yang dilandasi ketekadan yang menggetarkan! (eha)


Beri Komentar