Penelitian: AC Bisa Sebarkan Virus Corona

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 19 April 2020 11:33
Penelitian: AC Bisa Sebarkan Virus Corona
Sepuluh orang dari tiga keluarga yang makan di restoran positif Covid-19. Penyebaran virus corona melalui AC.

Dream - Sebuah penelitian di China menunjukkan bahwa air conditioner (AC) kemungkinan membantu penyebaran virus corona baru, Covid-19. Kesimpulan itu diambil setelah meneliti sepuluh kasus Covid-19 dari tiga keluarga yang bersamaan makan malam di sebuah restoran di Guangzhou pada waktu bersamaan.

Menurut The Straits Times, penelitian itu diterbitkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan telah disetujui oleh Komite Etik CDC Guangzhou. Dalam penelitian itu ditemukan bahwa droplet atau tetesan cairan orang yang terinfeksi virus corona kemungkinan telah menyebar melalui aliran udara AC ke meja tiga keluarga yang makan malam pada waktu bersamaan.

Pasien yang diteliti itu tiba dari Wuhan pada akhir Januari dan makan malam bersama tiga anggota keluarganya. Ada dua keluarga lain di restoran itu, meja mereka berdekatan, kurang dari satu meter.

Pada hari berikutnya, pasien yang diteliti itu mengalami demam dan batuk. Setelah menjalani tes di rumah sakit, ternyata dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan pada awal Februari, sembilan orang lainnya, yang berasal dari tiga keluarga --yang makan malam di restoran itu dalam waktu yang sama-- jatuh sakit karena virus corona.

Satu-satunya sumber penularan kepada sembilan orang yang diketahui adalah pasien yang merupakan salah satu anggota dari ketiga keluarga yang makan malam dalam waktu bersamaan tersebut. Sehingga penelitian itu menyimpulkan bahwa virus corona ditularkan oleh satu orang tersebut.

1 dari 7 halaman

73 Diisolasi

Restoran tempat makan malam ketiga keluarga tersebut memang tanpa jendela. Hanya ada satu AC di salah satu sisi dan sebuah ventilasi di sisi lainnya. KEtiga keluarga itu makan malam di restoran sekitar satu jam dengan jarak duduk yang berdekatan.

Sepuluh dari 83 pelanggan yang makan di restoran itu pada hari yang sama dinyatakan terinveksi Covid-19. Mereka dari tiga keluarga tersebut. Sementara, 73 lainnya dianggap sebagai orang yang melakukan kontak dekat sehingga dikarantina selama 14 hari. Namun setelah dites, orang-orang yang dikarantina itu dinyatakan negatif Covid-19.

2 dari 7 halaman

Faktor Kunci

Penelitian itu menemukan bahwa penularan virus corona tidak hanya ditularkan melalui droplet saja. " Tetesan pernapasan yang lebih besar tetap di udara hanya untuk waktu yang singkat dan menyebar dalam jarak dekat, umumnya. Jarak antara pasien indeks dan orang-orang di meja lain semuanya kurang dari satu meter," demikiat tulis penelitian itu.

Namun, tambah laporan itu, " aliran udara yang kuat dari AC bisa menyebarkan droplet dari meja ke meja."

Studi ini menyimpulkan bahwa faktor kunci infeksi pada kasus ini adalah arah aliran udara. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, restoran harus memperlebar jarak antarmeja dan meningkatkan ventilasi.

3 dari 7 halaman

Penelitian Wuhan: Golongan Darah A Kemungkinan Lebih Rentan Virus Corona

Dream - Sebuah penelitian awal di China menunjukkan orang dengan golongan darah A kemungkinan lebih rentan terhadap virus corona baru. Sementara, orang dengan golongan darah O mungkin lebih tahan terhadap virus dengan nama resmi Covid-19 tersebut.

Penelitian itu dilakukan oleh tim medis di China terhadap 2.000 pasien positif terinfeksi virus corona baru di Wuhan, yang menjadi awal pusat pandemi, dan Shenzhen. Penelitian itu mendapat temuan bahwa pasien golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan cenderung mengalami gejala lebih parah.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa riset ini masih awal dan perlu dilakukan studi lebih lanjut. Mereka mendesak pemerintah Negeri Tirai Bambu dan fasilitas medis mempertimbangkan perbedaan golongan darah ketika merencanakan langkah-langkah mitigasi atau merawat pasien yang terinfeksi Covid-19.

" Orang-orang bergolongan darah A mungkin perlu secara khusus memperkuat imunitas untuk mengurangi kemungkinan infeksi," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan, dikutip dari South China Morning Post, Rabu 18 Maret 2020.

4 dari 7 halaman

" Pasien yang terinfeksi Sars-CoV-2 (virus penyebab Covid-19) dengan golongan darah A mungkin perlu menerima pengawasan yang lebih waspada dan perawatan yang agresif," tulis Wang.

Sebaliknya, menurut makalah yang mereka terbitkan di Medrxiv.org pada 11 Maret itu, " golongan darah O memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah terhadap penyakit menular dibandingkan dengan golongan darah non-O."

Dari 206 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Wuhan, 85 bergolongan darah A. Angka itu 63 persen lebih banyak daripada pasien bergolongan darah O, yang jumlahnya 52. Pola ini terjadi pada kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda.

" Ini mungkin bermanfaat untuk memperkenalkan golongan darah ABO pada pasien dan tenaga medis sebagai bagian rutin dari manajemen Sars-CoV-2 dan infeksi coronavirus lainnya, untuk membantu menentukan opsi manajemen dan menilai tingkat paparan risiko orang," tulis Wang.

5 dari 7 halaman

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dan dokter dari kota-kota di seluruh China, termasuk Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzhen. Meski demikian, studi ini belum ditinjau oleh kelompok peneliti lain. Para peneliti tersebut juga mengingatkan kemungkinan adanya risiko untuk menggunakan hasil studi sementara itu sebagai panduan praktik klinis saat ini.

Gao Yingdai, seorang peneliti dari State Key Laboratory of Experimental Haematology di Tianjin, yang tidak terlibat dalam penelitian itu mengatakan bahwa temuan ini bisa ditingkatkan dengan menambah jumlah sampel yang lebih besar.

Meskipun jumlah 2.000 pasien yang terlibat menjadi sampel bisa dibilang tidak kecil, angka tersebut masih terbilang kecil bila dibandingkan dengan total pasien yang terinfeksi oleh virus corona baru, yang jumlahnya di seluruh dunia kini lebih dari 180.000.

Menurut Gao, keterbatasan lain dari penelitian ini adalah tidak memberikan penjelasan yang gamblang tentang fenomena tersebut, seperti interaksi molekuler antara virus dan berbagai jenis sel darah merah.

6 dari 7 halaman

Golongan darah ditentukan oleh antigen, suatu bahan pada permukaan sel darah merah yang dapat memicu respons imun. Ahli biologi Austria, Karl Landsteiner, menemukan golongan darah utama pada tahun 1901, menamakannya tipe A, B, AB dan O. Penemuan ini memungkinkan transfusi darah yang aman dengan mencocokkan golongan darah pasien.

Golongan darah bervariasi dalam suatu populasi. Di Amerika Serikat, sekitar 44 persen populasi adalah tipe O, sementara sekitar 41 persen bergolongan A.

Di Wuhan, yang berpopulasi sekitar 11 juta, orang bergolongan darah O sebesar 32 persen, sedangkan A sebanyak 34 persen di antara orang sehat. Sementara di antara pasien yang terinfeksi Covid-19, sekitar 38 dan 25 persen.

Menurut penelitian sebelumnya, perbedaan golongan darah telah diamati pada penyakit menular lainnya, termasuk virus Norwalk, hepatitis B, dan sindrom pernapasan akut (Sars).

7 dari 7 halaman

Gao mengatakan, studi baru tersebut, " mungkin membantu para profesional medis, tetapi warga negara biasa tidak harus menganggap statistik terlalu serius."

" Jika Anda bergolongan darah A, tidak perlu panik. Itu tidak berarti Anda akan terinfeksi 100 persen," kata dia.

" Jika Ada tipe O, itu tidak berarti Anda juga benar-benar aman. Anda masih perlu mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh pihak berwenang," tambah Gao.

Beri Komentar