Foto: Instagram.com/@gojek24jam
Dream - Metode pembayaran transportasi online saat ini makin berkembang. Tak hanya tunai, kini pengguna jasa ojek online bisa membayar memakai uang elektronik yang disediakan operator.
Pembayaran dengan uang elektronik memang semakin memundahkan apalagi di saat tak membawa uang tunai. Apalagi banyak operator menggelar promo menarik.
Namun apa jadinya jika di dompet enggak ada uang, uang elektronik saldonya kosong, padahal harus menghadiri hal yang penting seperti wawancara kerja.
Kejadian inilah yang dialami seorang anak kos asal Bandar Lampung. Lantaran bokek di akhir bulan, lebih apes lagi kartu ATM enggak sengaja ketelen.
Pria bernama Dika ini akhirnya memutuskan membayar ojek online menggunakan sekilo beras.
Seperti dikisahkan di akun instagram @gojek24jam, Dika diketahui tengah berada dalam situasi genting.
Ia harus menghadiri wawancara kerja. Tetapi di saat itu juga dia tengah mengalami kesulitan keuangan.
Apalagi kalau bukan bokek karena akhir bulan ditambah kartu ATM miliknya yang tertelan. Hal itu membuat pria ini nggak pegang uang sama sekali.
" Tetapi saya sedang butuh kerjaan. Saya cuma punya beras yg masih cukup banyak jadi saya ada ide untuk bayar gojek pake beras hahaha. Akhirnya saya putuskan memakai ide itu," ungkap Dika.
Akhirnya mau enggak mau Dika memberanikan diri untuk memesan driver ojek online.
Dika menawarkan beras 1 kilogram ke sang driver sebagai pengganti uang tarif sebesar Rp 12.000. Beruntungnya, driver yang mengambil pesanannya ini berhati baik.
Ia pun menerima tawaran tersebut dan tetap akan menjalankan orderan itu.
Sejak diunggah pada Minggu lalu 30 Juni lalu, postingan akun @gojek24jam ini pun mendapat perhatian warganet. Kebanyakan dari mereka memuji atas sikap driver ojek online tersebut.
" Terharu aku tuh, semoga kalian berdua mendapat rezeki yang melimpah yaa," tulis akun @afr_silvya.
" Gojek emang super hero bagi netizen," kata akun @kevinweps7116.
" terharu sama dua2nya.. yg satu dengan keadaan seperti itu bs bertahan, yg satu ikhlas bantuin orang lain.. semoga rejeki keduanya dilancarkan," ungkap akun @rini_abidin.
Dream - Bagi Muslim yang berpuasa selama bulan suci Ramadan, ini bisa menjadi waktu yang agak sulit -- terutama bagi mereka yang harus bekerja.
Di bulan Puasa inilah, kita bisa melihat keindahan orang-orang yang saling membantu dan memperlihatkan penghargaan atas kerja keras umat Muslim.
Seorang pengemudi GrabFood dari Malaysia, Muhamad Suhaimi Hussin, baru-baru ini mendapat pengalaman yang mengharukan terkait pekerjaannya di bulan Ramadan.
Pemuda 18 tahun ini mendapat ucapan dari pelanggan non-Muslim atas kerja kerasnya mengantarkan makanan sambil tetap berpuasa.
Dia benar-benar tersentuh setelah mendapat catatan di selembar kertas yang terlipat dari pelanggannya pada hari Senin, 20 Mei 2019.
Suhaimi mengunggah foto catatan berisi ucapan penghargaan tersebut di akun Instagram.
Begini bunyi ucapan penghargaan yang diberikan kepada Suhaimi saat mengantarkan makanan ke pelanggannya.
" Terima kasih atas pengiriman makanannya. Selamat Berpuasa. Terima kasih atas kerja kerasnya."
Foto itu kemudian diunggah kembali oleh teman Suhaimi di Twitter, dan langsung menjadi viral.
Say no to racism.
Even chinese know malays' hardships when fasting 😢 pic.twitter.com/qpjyzco6Hk— p⭕ngg (@ahaipong)May 20, 2019
Caption postingan di Twitter tersebut juga mengajak untuk mengatakan 'Tidak pada Rasisme'.
" Katakan Tidak pada Rasisme. Seorang warga Tionghoa pun tahu kerja keras Muslim Malaysia walau sedang berpuasa."
Kepada mStar, Suhaimi mengaku mengirimkan makanan ke sebuah rumah dengan beberapa siswa dan seorang guru.
Salah satu siswa laki-laki Tionghoa keluar untuk mengambil makanan yang dikirimkan.
Tidak itu saja, siswa tersebut juga menyerahkan sebuah amplop dengan catatan kepada Suhaimi.
Dalam perjalanan ke lift, Suhaimi membaca catatan itu dan tersentuh oleh kata-kata mereka.
Namun, ketika memeriksa amplop, dia terkejut setelah melihat isinya.
Suhaimi mendapati bahwa mereka telah memberinya hadiah kecil, berupa selembar uang kertas 5 ringgit atau Rp17.200.
Suhaimi mengatakan meskipun jumlahnya tidak banyak, tapi sangat menyentuh perasaannya.
Dia ingin menangis karena dia bisa melihat bahwa mereka benar-benar menghargainya.
" Ini menunjukkan bahwa orang Malaysia bisa hidup bersama dalam harmoni, terlepas dari ras dan agama.
" Semua ini karena mayoritas orang-orang di sini saling menghormati satu sama lain," katanya.
Kisah Suhaimi ini menjadi viral setelah di-retweet lebih dari 15.000 kali di Twitter.
Netizen yang melihat foto catatan dan kisah Suhaimi itu juga ikut tersentuh hatinya.
Mereka juga memiliki banyak teman non-Muslim yang penuh pengertian dengan orang-orang yang sedang berpuasa.
Sementara itu, GrabFood mengatakan sangat memahami dengan pengemudi yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Karenanya, pelanggan diminta melakukan pemesanan makanan sebelum jam 5 sore agar pengemudi GrabFood bisa buka puasa bersama keluarga mereka.
Selain itu, GrabFood juga menambah jam pengiriman makanan hingga jam 2 pagi untuk memenuhi permintaan orang-orang yang sahur.
Sumber: World of Buzz