Anggota TNI Duel dengan Perampok Pegadaian Sampai...

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 11 Agustus 2017 11:35
Anggota TNI Duel dengan Perampok Pegadaian Sampai...
Ketika para pelaku hendak keluar situasi semakin memanas. Warga mulai ramai berteriak dan ada perlawanan dari anggota TNI.

Dream - Aksi perampokan dengan senjata api terjadi di Kantor Pegadaian Waena Distrik Heram, Jayapura, Papua, Kamis 10 Agustus siang sekitar pukul 10.30 WIT. Tiga dari empat pelaku memiliki pistol buatan Jerman, Walther 9mm, yang mereka gunakan untuk mengancam pegawai dan pengunjung kantor pegadaian.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebut, setelah menebar ancaman, ketiganya hendak membawa kabur hasil jarahan. Namun saat para perampok masih menebar ancaman itu, salah satu petugas sekuriti berhasil keluar dan melaporkan perampokan itu kepada salah satu anggota TNI yang kebetulan berada di toko bangunan, sebelah kantor pegadaian.

Situasi dalam kantor pegadaian juga terdengar gaduh karena nasabah dan pegawai sudah mulai panik. Bahkan salah satu nasabah perempuan, Sance Pui, menjadi korban kekerasan karena keningnya robek akibat hantaman gagang pistol.

Ketika para perampok hendak keluar, situasi semakin memanas. Warga mulai ramai berteriak dan ada perlawanan dari anggota TNI. Ketiga perampok akhirnya terhenti setelah tujuh anggota TNI, yaitu Serda Yusni Kahar, Serda Seger, Serda Saleh, Serda Arif, Serda Laode, Serda Suparlan, dan Serda Andik, menutup jalan keluar dan membuat para perampok tak berkutik.

1 dari 2 halaman

Warga Berdatangan

Warga Berdatangan © Dream

Warga pun mulai berdatangan dan menghakimi ketiganya. Hanya salah satu perampok, berinisial Wi, yang saat itu berada di atas motor, berhasil kabur meninggalkan tiga temannya yang babak belur. Di sini juga senjata salah satu perampok berhasil direbut oleh Serda Suparlan.

Danrem 172/PWY, Kol Inf Christian Boni Pardede, menjelaskan bahwa empat perampok menggunakan dua unit motor dan masing-masing berboncengan. Setelah mengeksekusi korbannya, para perampok hendak kabur namun dihentikan anggotanya.

" Serda Suparlan ini ke toko bangunan untuk membeli cat dan pulsa di samping pegadaian, lalu ada security keluar meminta tolong. Serda Suparlan sempat berpapasan dengan empat pelaku sambil menodongkan pistol," kata Danrem.

Meski sempat diminta menyerah, para pelaku malah menolak dan terjadilah perkelahian, kemudian pistol para perampok terjatuh. " Pistolnya aktif, namun bukan buatan Indonesia," kata Boni.

2 dari 2 halaman

Pelaku Babak Belur

Pelaku Babak Belur © Dream

Ketiga perampok dengan kondisi babak belur langsung dilarikan ke Polsubsektor Heram. " Baru kami interogasi awal dan sepertinya pelaku ini adalah kelompok perampok lintas provinsi, sebab pengakuannya mereka baru sepuluh hari di Jayapura," kata Kapolsubsektor Heram, Iptu Nadek.

Dari tangan para perampok itu, polisi menemukan identitas salah satu dari mereka bernama Dayat. Para perampok kemudian dibawa ke Polres Jayapura Kota untuk penyidikan. " Ngakunya mereka mau bekerja tapi malah merampok sehingga kami pikir mereka ini pelaku kejahatan profesional," imbuh Nadek.

Sementara itu Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Marison Tober Sirait mengatakan, DH, Ma, Ha, dan Wi alias Boy, merupakan komplotan perampok dari luar Papua.

" Untuk Boy saat ini sedang dalam pengejaran, karena saat diamankan pelaku kabur meninggalkan teman-temannya. Keempat pelaku belum genap sebulan berada di Papua. Polres Jayapura Kota sedang mendalami kasus ini," terangnya.

Sejumlah barang barang bukti yang diamankan adalah satu unit sepeda motor Honda CB 150 R PA 5209 RN, dua jaket biru dan cokelat krem, dua buah tas ransel hitam berisi obeng, tang dan platban hitam.

(Sumber: cenderawasihpos.com)

Beri Komentar