Rapper Muslim Di Amerika (The Guardian)
Dream - Omar Edmond mengawali perjalanannya menuju Islam ketika berusia lima belas tahun. Edmond sangat menyukai musik rap dan bersama rapper lainnya berusaha membangkitkan kembali kebudayaan dan nilai-nilai positif masyarakat kulit hitam.
Beberapa rapper ini sering menggunakan istilah-istilah Islam seperti Allah, Quran, Muhammad, dan lain-lain. Itu tak bisa dilepaskan dari pengaruh Nation of Islam yang didirikan Elijah Muhammad.
Secara khusus, Edmond mulai tertarik dengan sebuah grup bernama X-Clan. Grup rap ini banyak mengusung dan menyebut para revolusioner kulit hitam dalam album mereka, termasuk Malcolm X.
Ini adalah pertama kalinya bagi Edmond mendengar nama Malcolm X. Dan untuk kelompok rap, X-Clan, Edmond berpikir bahwa dia adalah salah satu dari mereka. Edmond sering berpakaian seperti X-Clan dan mulai banyak membaca buku tentang pemimpin kulit hitam.
Edmond mulai sering berbicara banyak tentang para pemimpin besar kulit hitam meskipun sebenarnya memiliki pengetahuan yang terbatas tentang mereka.
Sampai suatu hari saudara dari salah satu teman dekatnya menantang Edmond untuk menjelaskan tentang Malcolm X. Namun karena tidak terlalu mengenal Malcolm X, Edmond tak bisa menjelaskannya secara detail.
Edmond pun disarankan membaca otobiografi Malcolm X. Tanpa pikir panjang, Edmond mulai membaca otobiografi Malcolm X. Edmond bahkan tidak menyelesaikan membaca seluruh isi buku itu sebelum dia tahu bahwa dirinya akhirnya menjadi muslim.
Edmond sangat mengagumi Nation of Islam di mana para anggotanya diajar untuk berkomitmen dan mandiri. Tak hanya itu, Nation of Islam membawa kembali nilai-nilai agama dalam setiap rumah muslim kulit hitam Amerika. Mereka bahkan mempunyai program rehabilitasi untuk orang-orang kulit hitam yang kecanduan narkoba.
Satu-satunya dilema yang dihadapi Edmond adalah bahwa tidak ada yang mengajarkan dia tentang Islam.
Akhirnya, Edmond bertemu dengan beberapa orang yang mengaku Islam namun tidak mempraktekkan ajaran-ajarannya dengan benar. Mengaku Islam tapi mereka mengajak Edmond narkoba dan minum minuman keras meski kadang mereka mengajak belajar bersama.
Namun ada satu anggota kelompok itu yang tidak minum atau merokok ganja. Orang ini tinggal di sekitar masjid di kota sebelah. Dia bercerita bahwa dia bertemu dengan seorang muslim yang mengenalkan Islam sejati dan akhirnya dia menjadi muslim yang baik.
Dia meminta Edmond untuk memeluk kebenaran Islam. Akhirnya Edmond menjawab permintaan temannya itu dengan mengucapkan kalimat syahadat.
(Ism, Sumber: Onislam.net)