Perjuangan Anak SD di Pelosok Bone: Rela Jalan Kaki 5 Jam, Berangkat Pukul 3 Subuh Tiba di Sekolah Pukul 8 Pagi

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 24 Juni 2022 10:00
Perjuangan Anak SD di Pelosok Bone: Rela Jalan Kaki 5 Jam, Berangkat Pukul 3 Subuh Tiba di Sekolah Pukul 8 Pagi
Mereka harus menyusuri hutan dan menyeberangi enam sungai.

Dream - Inilah sebuah realita yang dirasakan dua anak SD di daerah pelosok Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Musuhnya bukan hanya sekadar malas berangkat sekolah, tapi jarak yang harus ditempuh selama lima jam dengan berjalan kaki.

Namun jarak dari rumah ke sekolah yang jauh itu tak meluluhkan semangat mereka untuk memperjuangkan ilmu. Walaupun setiap harinya yang harus dilewati adalah sawah, sungai, hingga hutan belantara.

Di saat anak-anak pada umumnya masih terlelap, demi sekolah, mereka berangkat disaat fajar belum menyingsing yakni sebelum subuh.

1 dari 4 halaman

Berangkat Jam 3 Subuh Sampai Jam 8 Pagi

Mengutip unggahan akun TikTok @Pramonoagung23, terdapat video perjalanan kedua bocah ini ke sekolah yang membuat miris sekaligus bangga. Dan menampar para kaum rebahan. 

Bagaimana tidak, bocah laki-laki dan perempuan itu berangkat dari rumah pukul tiga subuh. Diketahui mereka berasal dari Desa Tapang, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone.

dua bocah sd© (Foto: TikTok/Pramonoagung23)

Kendati sudah beranjak dari sebelum matahari terbit, mereka tetap tidak  bisa sampai dengan tepat waktu, karena tiba di sekolah pukul delapan pagi.

“ Perjuangan anak SD di Pelosok Bone berangkat jam 3 subuh sampai di sekolah jam 8 pagi,” demikian keterangan video.

2 dari 4 halaman

Melewati Hutan Belantara

Keduanya mengenakan seragam merah putih ciri khas anak SD, melewati semak-semak rumput dan siap menerjang arus sungai yang dikatakan melewati enam sungai.

 “ Melewati hutan belantara 6 sungai dan persawahan,” lanjut keterangan video.

Bahaya dapat saja mengintai ketika melewati hutan belantara, terutama ular piton yang bisa kapan saja muncul. Untuk menghindari itu, mereka pun selalu membawa senjata tajam.

dua bocah sd© (Foto: TikTok/Pramonoagung23)

“ Mereka selalu bawa parang ke sekolah. Biasa di perjalanan mendapat ular piton,” katanya.

Perjuangan itu bukan tanpa makna, keduanya mempunyai cita-cita untuk mengabdi pada negeri yakni menjadi polisi dan guru.

“ Mereka bercita-cita ingin jadi polisi dan guru,” tulis video.

3 dari 4 halaman

Kedua bocah tangguh itu mendapat banyak dukungan dan doa dari warganet. Hingga curhatan bagi mereka yang disadarkan akan rasa syukur. 

dua bocah sd© (Foto: TikTok/Pramonoagung23)

“ jujur pas liat Vidio ini air mataq keluar semoga kelak adek2 ini berhasil meraih cita2" nya,” tulis warganet.

“ Semoga 10 Tahun ke depan kamu viral kembali udah jadi polisi dan guru yah dek🥰,” tulis warganet.

“ 5 jam berjalan kaki, sungguh sebuah perjuangan, semoga kalian kelak jadi orang yang sukses,” tulis warganet.

“ kbetulan sy sekmpung sm anak ini cmn beda dusun, ini membktikn bhwa jarak tdk jdi pnghalng u/ org yg ingin mnuntut ilmu😇 sukseski ndi'🙏😇,” tulis warganet.

“ ternyata gw kurang bersyukur, padahal udh naik angkot msih aja ngeluh gw,” tulis warganet.

Beri Komentar