Mengapa Para Dukun yang Ngaku Sepi Job Usai Pesulap Merah Bongkar Trik Tidak Pakai Penglaris Sendiri? Ini Jawaban Mereka

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 23 Agustus 2022 15:00
Mengapa Para Dukun yang Ngaku Sepi Job Usai Pesulap Merah Bongkar Trik Tidak Pakai Penglaris Sendiri? Ini Jawaban Mereka
Perwakilan dukun setanah air yakni Agus membenarkan bahwa akibat ulah Marcel penghasilan dukun jadi menurun.

Dream - Asosiasi Dukun Indonesia menyebut banyak anggotanya yang sepi job akibat pernyataan Pesulap Merah alias Marcel Radhival yang menyebut 'dukun kalau tidak nipu ya cabul'. Karena pernyataan itu, mereka melaporkan Marcel ke polisi.

“ Memang kami menyebutkan (dalam laporan) dengan kata-kata Pesulap Merah yang menyebut dukun cabul dan dukun itu penipu,” kata Agus, perwakilan asosiasi yang melaporkan Pesulap Merah ke Polres Metro Jakarta Selatan, dalam YouTube Denny Sumargo.

Menurut dia, setelah Marcel mengeluarkan pernyataan itu, terjadi penurunan penghasilan para dukun. “ Baik itu oknum dukun maupun asli dukun, otomatis terjadi penurunan, tapi itu sebentar, sekarang alhamdulillah normal lagi,” tambah Agus.

Salah satu praktik yang kerap dilakukan dukun adalah 'memberi' penglaris. Lantas, mengapa para dukun tidak memakai penglaris mereka bila sepi job akibat pernyataan Pesulap Merah? Soal pertanyaan itu, Agus punya jawaban.

 “ Kami dukun-dukun semua ngapain lapor ke dukun penglaris? Mereka udah pada bisa semua, udah tahu, karena istilahnya namanya usaha, ada pasang ada surut,” jawabnya.

Sementara, Irfan Suyuti yang juga hadir dalam podcast itu menambahkan penjelasan Agus. Dia menganalogikan bahwa penglaris itu sebagai doa.  “ Kalau konteksnya memakai doa-doa Islami entah judulnya penglaris atau kerejekian itu sekadar bahasa,” kata dia.

Menurut dia, doa harus seimbang dengan usaha. Usaha tanpa doa, kata dia, artinya sombong. Demikian juga, doa tanpa usaha sama dengan bohong. Karena itulah mereka selain berdoa juga berikhtiar dengan melaporkan Pesulap Merah ke polisi.

 “ Jadi ihtiar mereka ini lapor ke yang berwajib, dalam rangka ihtiar lahir karena lahir dan batin itu tidak bisa terpisah. Nabi Muhammad itu berdagang juga berdoa,” tutur Irfan Suyuti.

1 dari 10 halaman

Dalam kesempatan itu pula, Agus menyatakan bahwa kasus Pesulap Merah sebenarnya tidak akan panjang lebar jika tidak menggunakan kata 'dukun' melainkan menyebut 'oknum dukun', sehingga laporan tersebut tidak akan dilayangkan.

“ Selamat siang dukun Indonesia, kami mewakili Anda  yang kesekian kali untuk melaporkan Pesulap Merah tentang masalah dukun cabul dan dukun tipu-tipu, tapi pada waktu jika Pesulap Merah membawa atas nama 'oknum dukun', kami tidak merasa dirugikan,” ungkap Agus.

Agus menambahkan bahwa mereka sudah resmi dan mempunyai surat tugas sebagai TPHDI (Tabib Paranormal Hipnoterapi Indonesia).

“ Kami kenapa melaporkan? Kami resmi, karena kami punya surat tugas dan kami mewakili untuk Humas DKI TPHDI (Tabib Paranormal Hipnoterapi Indonesia),” pungkasnya.

 

 

 

2 dari 10 halaman

3 dari 10 halaman

MUI Buka Suara Soal Aksi Pesulap Merah Bongkar Trik Dukun: Tidak Menghibur, Disarankan Belajar ke Master Limbad

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal aksi Marcel Radhival atau Pesulap Merah yang membongkar trik sulap dalam perdukunan. Salah satu yang mencuat adalah pengobatan alternatif Gus Samsudin. 

Anggota MUI, Buya Munawwir Alqosimi, menyampaikan pandangannya bahwa kontroversi yang terlibat dalam keduanya dapat memecah belah umat. Menurut dia, masyarakat ada yang mencaci Marcel maupun Gus Samsudin.

" Secara pribadi kalau menurut saya memang enggak menghibur. Kita lihat ada dari realita kenyataan bahwa umat terbelah. Ada yang mencaci Marcel ada yang mencaci Gus Udin," ucapnya dikutip dari YouTube Cumicumi

Munawwir menyarankan agar Marcel yang berprofesi sebagai pesulap bertindak sebagaimana mestinya sebagai pesulap dengan mengibur saja.

“ Jadi Marcel kalau memang menghibur, menghiburlah sebagai pesulap dengan memakai yang memang menghibur,” katanya.

4 dari 10 halaman

Disarankan Belajar dari Master Limbad

Kemudian, menurut Munawwir Marcel seharusnya mencontoh pesulap lain, seperti Limbad yang tidak banyak berkomentar.

" Lihat para pesulap yang lain, tidak akan membuat kegaduhan sebagaimana Limbad, maka dia tidak bicara," tutur Buya Munawwir.

Bicara sejarah, Munawwir mengatakan sulap sudah hadir bahkan di zaman Nabi Musa. Kala itu tukang sihir menggunakan ilmu sulap bukan memakai jin.  

" Tukang sihirnya (zaman) Nabi Musa itu menggunakan ilmu sulap, bukan mamakai setan, jin. Karena itu ulama tidak memperbolehkan sulap. Sulap itu memang menggunakan alat-alat rekayasa, itu pun enggak diperbolehkan," katanya.

Munawwir menambahkan bahwa sulap boleh digunakan hanya untuk sekadar hiburan. Seperti halnya fatwa yang sudah dikeluarkan negara Yordania.

“ Ada yang sudah mengeluarkan fatwa yaitu Yordania. Bahwa sulap itu boleh digunakan hanya untuk permainan. Hanya untuk hiburan, bukan sebagai pelisir,” lanjutnya.

5 dari 10 halaman

Tantang Pesulap Merah Adu Tembak Pistol, kok Habib Jindan Malah Takut Saat Diminta Tes Kekebalan Pakai Jarum Suntik? Gagal Dapat iPhone deh!

Dream - Sosok habib Jindan ramai diperbincangkan setelah menantang adu tembak Pesulap Merah alias Marcel Radhival, dengan pistol gotri jarak 2 meter atau senjata api asli dengan jarak 5 meter.

Dia mengaku kebal tembakan pistol berpeluru gotri. Pria yang mengaku sebagai cicit Mbah Priok itu kembali mengaku kebal tembak dalam podcast YouTube dr. Richard Lee.

“ Ketika ditembak itu InsyaAllah nggak tembus,” kata Jindan.

“ Jarak 1 meter sampai 2 meter,” tambah Firdaus Oiwobo, yang merupakan Kuasa Hukum LSM Persatuan Hipnoterapi Tabib Paranormal dan Dukun Indonesia, yang saat itu juga datang ke podcast dr. Richard Lee.

Richard pun penasaran akan kesaktian Jindan, hingga menantangnya dengan pembuktian kekebalan jarum infus, tetapi Jindan justru menolaknya.

6 dari 10 halaman

Pembuktian Kebal Jarum Pentul

Awalnya Jindan menunjukkan kekebalannya dengan menusukkan jarum pentul ke wajahnya dan tidak terluka sama sekali. Kemudian Richard ingin menguji Jindan dengan jarum infus abocath.

“ Kalau saya yang nusuk boleh enggak?” tanya Richard.

habib jindan© YouTube dr. Richard Lee, MARS

Pria di hadapannya itu lantas bertanya balik, imbalan apa jika dia kebal akan jarum infus abocath.

“ Jikalau dokter Richard Lee nusuk saya, saya ngga masuk, apa yang pengin dikasih kasih sama saya?” tanya Jindan.

Richard pun menawarkan akan memberikan iPhone tipe apapun ke Jindan. “ Tapi fair ya, jangan ada dendam dan sakit hati, kita kan ngobrol, pembuktian dong,” lanjut Richard.

7 dari 10 halaman

Ditantang Tusuk Pakai Jarum Infus

Kemudian Jindan berpikir dan mengatakan bahwa dia hanya anti tembak dan anti tusuk jarum pentul. Sebab menurutnya setiap pakar supranatural memiliki keahlian atau spesialisasinya masing-masing. 

“ Saya pribadi, masalah cutter masalah apa, profesi saya anti tembak, beda lagi. Ada lagi pelajarannya, dokter aja mau belajar spesialisnya beda lagi kan,” ucap Jindan.

habib jindan© YouTube dr. Richard Lee, MARS

Namun Richard kembali menantang Jindan, hingga dia diberikan beberapa pertanyaan terkait jarum.

“ Ujung tajam ini? Ah sama aja bohong, sama batang-batangnya dong, batangnya yang keras ada enggak?” ujar Jindan.

8 dari 10 halaman

Habib Jindan Disebut hanya Ahli Tembak

Lantas sang dokter mengubah tantangannya, jika dia bisa memasukkan jarum infus ke tubuh Jindan. Dia meminta laporan terhadap Marcel Radhival dicabut. Diketahui Jindan merupakan perwakilan dari pelapor.

Belum lama ini Marcel dilaporkan ke Pores Metro Jakarta Selatan oleh LSM Persatuan Hipnoterapi Tabib Paranormal dan Dukun Indonesia. Para dukun itu mengaku sepi job karena konten Marcel yang membongkar trik mereka. Namun Firdaus Oiwobo sebagai pengacara menolak tawaran tersebut.

“ Jangan, kalau itu urusan hukum,” ucapnya.

“ Dalam dunia perdukunan, masing-masing memiliki bidang dan karakter, kalau dia, kebal tembak pun berbeda, beliau ini mendalami pistol ini dan jarum pentul,” lanjutnya.

9 dari 10 halaman

Menolak Tantangan Tusuk Jarum Infus

Tak berhenti di situ, Richard masih ingin menantang Jindan dan memberikan kesempatan untuknya. Hingga Jindan sempat berdiskusi dengan Firdaus dan berakhir mengajak si dokter untuk adu pembuktian, yakni saling menembak. 

Tantangan ini tentunya langsung ditolak oleh Richard, karena dia tidak mempunyai keahlian kebal tembak.

“ Dokter gini aja deh tembak-tembakan aja yuk,” kata Jindan.

habib jindan© YouTube dr. Richard Lee, MARS

Akhir dari tantangan tersebut, Jindan mengatakan bahwa dia belum mempelajari kebal jarum infus. Richard pun menghargai keputusan Jindan.

“ Bukan enggak bisa, tapi nanti nunggu kun fayakun dari Allah. Jarum, silet, cutter, beda kita beda-beda profesi, ada yang anti tembak, anti tembak aja, ada yang anti pisau, anti pisau aja. Jikalau kita mempelajari ilmu kebal itu ada tingkat-tingkatnya,” ceritanya.

10 dari 10 halaman

Dalam video lain yang beredar di media sosial, Firdaus sangat menyayangkan mengapa Richard Lee mengunggah video podcast tersebut. Dia menuding Richard Lee tidak beritikad baik.

" Padahal video tersebut dalam perjanjian kami dengan dokter Richard Lee tidak boleh diunggah," kata Firdaus dalam video yang diunggah akun TikTok @aadie_28.

Menurut dia, Jindan memang belum siap untuk melakukan tes kekebalan sebagaimana diminta Richard Lee. " Kebetulan habib Zindan Al Habsy orangnya juga takut dengan jarum suntik dari dulu," tambah Firfaus.

" Dengan pelor dia enggak takut, dengan peluru enggak takut, dengan apapun enggak takut, tapi dengan itu [jarum suntik] dia takut," tambah dia.

Kalau takut, mengapa menantang Pesulap Merah? " Dia nantangin, kan dia bilang hanya takut dengan jarum suntik," kata Firdaus.

" Dia nantangin, bukan nantangin orang se-Indonesia. Dia hanya nantangin si Pesulap Merah, Marcel Radhival," tegas Firdaus.

Beri Komentar