Dream - Permainan Pokemon Go akhirnya memakan korban untuk pertama kalinya. Seorang remaja telah ditembak mati setelah masuk ke sebuah rumah tanpa izin saat bermain `Pokemon Go`.
Jerson Lopez de Leon, 18 tahun, dari Guatemala, dilaporkan sedang berburu monster virtual di `Pokemon Go` dengan sepupunya, Daniel Moises Picen, 17 tahun.
Saat mengikuti jejak monster `Pokemon Go`, mereka sampai pada sebuah rumah di Chiquimula. Karena ingin menangkap monster itu, mereka memutuskan untuk masuk rumah tersebut tanpa terlebih dahulu meminta izin pada penghuninya.
Laporan setempat mengklaim...
© Dream
Dream - Leon ditembak mati, sementara Picen terluka parah. Polisi kini sedang memburu penghuni rumah yang menembak kedua remaja itu. Pelaku diketahui diri menggunakan mobil bak terbuka.
Jika laporan itu benar, maka ini adalah kematian pertama yang disebabkan oleh permainan yang sedang tren tersebut.
Sebelumnya, Pokemon Go telah menyebabkan banyak masalah di seluruh dunia.
Seorang pria didenda karena bermain Pokemon Go saat mengendarai mobilnya di Stourbridge, West Midlands, Inggris.
Kemudian dua remaja yang dikira pencuri diancam akan ditembak ketika masuk pekarangan sebuah rumah untuk berburu monster Pokemon di Florida, Amerika Serikat.
(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru