Pesan Merinding Bon Tagihan Tamu Restoran

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 26 Mei 2016 11:43
Pesan Merinding Bon Tagihan Tamu Restoran
"Saya terus menangis sejak menerima uang tips itu," kata si pelayan yang menerima bon tagihan haru itu.

Dream - Kisah kebaikan seorang tamu restoran kembali muncul. Namun kali ini tak sekadar soal uang tips yang diberikan. Sebuah bon dengan pesan menyentuh.

Pesan dalam bon yang diunggah ke laman Facebook itu langsung viral di media sosial. Banyak netizen tersentuh dengan isi pesan si konsumen.

Cerita ini dimulai di sebuah restoran Breakfast Spot di Cohoes, New York. Kala itu seorang pelayan mengambil uang pembayaran makanan dari salah seorang konsumen. Saat mengambil bon, si pelayan aget dengan uang yang dibayarkan.

Tertera si tamu membayar tagihan makanannya sebesar US$ 100. Itu lebih besar dari jumlah yang seharusnya sebesar US$ 22,08. Tertulis juga tips sebesar US$ 53, atau sekitar Rp 689 ribu untuk si pelayan.

Si pelayan bukan hanya kaget dengan uang tips itu. Di atas bon, si tamu menuliskan pesan yang mungkin akan selalu diingatnya. " Hidup itu singkat, teman saya baru meninggal semalam. Nikmatinya setiap malam dengan seseorang yang kami cintai!"

Becky Nielsen, pelayan yang menerima uang tips dan pesan mengharukan itu langsung menyebarkan kejadian tak biasanya di laman facebooknya.

" Seorang wanita meninggalkan tips untuk saya hari ini. Dana saya tak pernah berhenti menangis sejak saat itu." tuls Nielsen.

" Temannya pasti seorang penyayang yang menginspirasi kebaikan di balik sebuah tragedi. Titip peluk hang untuk temanmu."

Postingan Nielsen pun langsung ramai komentar di sosial media. Netizen tersentuh dan menyebut peristiwa itu penuh dengan kebaikan dan kemurahan hati.

1 dari 3 halaman

Bon Tagihan Ini Bikin Tangis Haru Jagat Sosmed

Dream - Ini kisah mengharukan yang dialami oleh pelayan restoran di Inggris. Brandi. Demikian nama pelayan itu. Dia menerima tips dari pelanggan baik hati setelah mengungkapkan kerinduan terhadap sang putra.

Dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Selasa 28 April 2015, kisah itu bermula saat Brandi berbincang tentang kerinduannya yang sangat dalam kepada sang putra. Perasaan itu dia ungkapkan kepada teman sesama pelayan saat bertugas.

Ternyata, percakapan Brandi itu didengar oleh salah satu pelanggan. Dan saat membayar, pelanggan ITU membayar lebih dari tagihan yang seharusnya.

Tagihan untuk pelanggan itu sebenarnya hanya US$ 9,53 atau sekitar Rp 123 ribu. Namun pelanggan itu membayar sebesar US$ 209,53 atau sekitar Rp 2,7 juta. US$ 9,53 untuk tagihan, US$ 200 sebagai tips untuk Brandi.

© Metro.co.uk

Yang membuat publik terharu adalah catatan yang ditulis sang pelanggan di balik kertas tagihan itu. " Brandi, terima kasih atas pelayananmu. Saya mendengar Kamu berbincang soal putramu. Gunakan ini untuk mengunjunginya."

Membaca catatan dari pelanggan yang dermawan itu, Brandi sangat terharu. Dia kemudian memotret bon tagihan itu dan mengunggahnya ke media sosial.

" Saya benar-benar terharu saat di dapur saat atasan saya menunjukkannya kepada saya. Orang baik hati dan peduli masih ada," tulis Brandi. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Pengakuan Korban `Dirampok` Bon Makan Anyer

Dream - Kasus rumah makan di Anyer, Banten 'getok' harga seenaknya bukan pertama kali terjadi. Beberapa orang pernah mengaku jadi korban.

Kali seorang pengguna Facebook bernama Abah Choirun Sholeh menceritakan pengalaman pahit makan di Pantai Karang Bolong, Anyer, 1 Maret 2014 lalu.

Dia kena 'getok' harga selangit Rp 515.000 dengan pesanan makanan; 1 Porsi Ikan bakar Rp 180.000, 1 porsi Cumi Saos Tiram Rp 200.000, 1 bakul nasi Rp 40.000, 4 kelapa muda Rp 80.000, dan 1 piring lalapan Rp 15.000.

" Begitu liat harganya Rp 515.000 awalnya ga percaya, mungkin nolnya kebanyakan jadi Rp 51.500. tapi kok masa sih tempat wisata murah banget. Saat tanya ternyata benar totalnya segitu," tulis Abah menceritakan pengalamannya itu di akun Facebook miliknya.

" Niatnya mau seneng jadi kecut gara kejadian itu. Untuk yang mau ke karang bolong ataupun wisata lainnya dimohon hati-hati kalau pergi ke tempat makan dimana pun berada" .

Banyak Makan Korban

Sejumlah rumah makan masakan laut di Anyer ditenggarai banyak tak mencantumkan harga. Yulia, seorang resepsionis hotel di Anyer mengaku sudah banyak yang jadi korban rumah makan getok harga ini.

" Kalau tamu hotel sering kita kasih rekomendasi, ini rumah makan yang harganya wajar. Biar mereka nggak kena tipu. Banyak yang mengeluh soal kena tipu pas makan sea food," kata Yulia saat berbincang dengan Merdeka.com dikutip Dream.co.id, Senin 8 September 2014.

Yulia menambahkan biasanya untuk makan berempat atau berlima dengan lauk ikan, udang dan cumi sekitar Rp 300.000. Menurutnya harga Rp 1 juta yang ramai diposting di Facebook sudah sangat tak masuk akal.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Serang, Hardomo mengaku telah memberi masukan kepada dinas terkait untuk membuat peraturan agar rumah makan di Anyer mencantumkan lengkap menu dan harga.

Tapi dari asosiasi, lanjut dia, tidak mengontrol lagi. Karena itu tugas dinas terkait, entah dinas pariwisata ataupun dinas perdagangan.

Ia mengimbau wisatawan agar masuk ke rumah makan yang mencantumkan lengkap menu beserta harga. " Kalau tidak ada daftar harga jangan makan di situ," ujarnya. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Lihat Bon `Makan Mahal`, Pemilik Resto di Anyer Merinding

Dream - Beredarnya bon makanan mahal Anyer di sosial media, Facebook, membuat cemas para pemilik rumah makan di sekitaran jalan raya Anyer, Banten. Mereka takut hal itu dapat mengancam usahanya.

Imas, salah seorang pemilik rumah makan 'Teh Imas' yang berada di tepi Jalan Raya Anyer merinding melihat mahalnya harga yang tertera pada bon yang tersebar di Facebook.

" Merinding saya lihatnya, mahal banget ikan bakar sampai 400 ribu," kata Imas.

Imas tidak percaya kalau bon makan itu dari rumah makan yang berada di area wisata Pantai Anyer. Karena di dalam bon tidak tercantum nama rumah makan. " Kalau di sini walau rumah makan lesehan kecil, pasti ada nama rumah makannya di bon," kata Imas.

Dia kini merasa resah akibat tersebarnya bon tersebut. " Yah pengunjung bisa nggak datang lagi karena takut. Bisa bangkrut dan tutup usaha kita semua di sini," ujarnya.

Sidak

Wakil Bupati Kabupaten Serang, Ratu Tatu Chasanah telah melakukan sidak ke sejumlah rumah makan lesehan yang berada di area wisata Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Ratu ingin membuktikan langsung soal bon makanan mahal di Anyer yang membuat heboh sosial media.

Dalam sidaknya kemarin, Ratu Tatu melihat langsung daftar harga dan menu yang ada di rumah makan. Ratu Tatu datang ke sejumlah rumah makan lesehan Muaro dan rumah makan Teh Imas yang berada di tepi jalan Raya Anyer.

Ia langsung mengecek daftar harga dan menu yang ada di setiap meja. Dia pun mengambil sebuah bon hasil pembayaran dari seorang pengunjung yang baru saja melakukan transaksi pembayaran.

Saat pengecekan tidak ditemukan kejanggalan dalam harga yang ada di daftar dan bon hasil pembayaran pengunjung pun masih dengan tarif normal. 

Selengkapnya... Bon Makan Anyer Bikin Merinding. (Ism)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More